Laporan Keuangan April 2013

Atas nama pengurus yayasan, kami mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Bapak Drs Alfansuri, Ibu Dama Sela dan mbak Astrini atas dukungannya kepada Tirto Jiwo.

Semoga Allah swt berkenan membalasnya dengan berlipat ganda sesuai dengan firman-Nya dalam Surah Al Baqarah ayat 261.

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui

Laporan Keuangan Mei 2013

Atas nama pengurus yayasan, kami mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Bapak Drs Alfansuri, Ibu Dama Sela dan mbak Astrini atas dukungannya kepada Tirto Jiwo.

Semoga Allah swt berkenan membalasnya dengan berlipat ganda sesuai dengan firman-Nya dalam Surah Al Baqarah ayat 261.

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui

 

5 tingkatan dan 10 dimensi dalam pemulihan gangguan jiwa.

Ada 5 tingkatan pemulihan gangguan jiwa:

  1. Tingkat 1: Stuck (nyangkut). Pada tingkat ini penderita gangguan tidak ingin diganggu, inginnya menyendiri, tidak merasa dirinya perlu pertolongan. Pada tingkat ini biasanya penderita perlu dirawat di rumah sakit.
  2. Tingkat 2: Accepting help (Menerima pertolongan). Pada tingkat ini penderita gangguan sudah mulai menyadari bahwa dirinya sedang mempunyai masalah, menyadari bahwa tanpa pertolongan orang lain dirinya akan sulit mengatasi masalah yang dihadapinya tersebut.
  3. Tingkat 3: Believing (percaya). Penderita gangguan jiwa mulai percaya bahwa masa depan bisa lebih baik dibandingkan dengan keadaan sekarang, penderita mau berubah dan mulai menyadari apa yang dia inginkan.
  4. Tingkat 4: learning (belajar). Penderita mulai belajar bagaimana mengatasi masalah yang dihadapinya, mulai menyadari bahwa proses pemulihan tergantung juga kepada dirinya (tidak hanya menggantungkan diri pada pertolongan orang lain).
  5. Tingkat 5: Self reliance (mandiri). Penderita mulai bisa mandiri, tahu dimana mencari pertolongan bila dia sedang mengalami krisis atau mengalami masalah yang tidak bisa diatasinya.
Kalau diatas kita bicara tingkatan pemulihan, maka berikut ini dimensi atau area yang perlu ditingkatkan dalam pemulihan gangguan jiwa, yaitu meliputi:
  1. Pengelolaan gangguan jiwa: kemampuan menyadari kondisi gangguan jiwa, kemampuan mengendalikan gejala, kemampuan mengenali gejala awal kalau akan kambuh dan cara mencegah kambuh, memanfaatkan dukungan sosial.
  2. Kesehatan fisik dan perawatan diri (self care): kemampuan menjaga kebersihan, sadar akan penampilan dirinya, menjaga kesehatan tubuhnya, makan sehat dan hidup sehat.
  3.  Ketrampilan hidup:  kemampuan berbelanja kebutuhan diri, mengelola keuangan pribadi, hidup hidup bertetangga, membersihkan dan menata rumah.
  4. Jaringan sosial: menjadi bagian masyarakat, terlibat dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, berteman atau tergabung dalam kelompok.
  5. Kerja: Mempunyai ketrampilan atau kemampuan tertentu yang bisa dipakai untuk kerja, tahu apa yang diinginkan, bekerja sebagai sukarelawan, mencari kerja dan bisa bertahan untuk tetap bekerja.
  6. Relationship (hubungan keluarga): berumah tangga, mengenali hal hal yang diperlukan agar keluarga utuh, lebih dekat dengan anggota keluarga
  7. Perilaku adiktif (kecanduan): berusaha mengurangi bahaya akibat kecanduan (merokok misalnya), berusaha mengurangi atau berhenti merokok, menyadari hal hal yang terkait dengan rokok, bisa mengendalikan perilaku merokok.
  8. Tanggung jawab (responsibilities), yaitu: hidup sesuai ketentuan hukum, hidup sesuai norma masyarakat, membayar biaya sewa, dll
  9. Identitas dan harga diri (identity and self-esteem). Tahu kelebihan dan kekurangan dirinya, menyadari siapa dirinya, tahu apa yang disukai dan tidak disukai.
  10. Percaya dan harapan (trust and hope). Percaya pada kemampuan diri sendiri, percaya kepada orang orang yang dikenal, percaya adanya harapan untuk masa depan, percaya bahwa segalanya akan bisa berjalan lancar.