Membantu penderita dengan paranoid

Berurusan dengan orang yang menderita gangguan kepribadian paranoid (PPD) atau penderita gangguan jiwa dengan gejala paranoid, dapat menjadi suatu tugas yang berat.  Penderita PPD tidak percaya dan sangat mudah curiga pada orang lain, sehingga sulit untuk mendapatkan kepercayaan dan keyakinan dari mereka sehingga anda bisa cukup lama dipercaya untuk membantu mereka. Bahkan gerakan ramah dapat diartikan sebagai manipulatif atau jahat. Mereka sering merasa sulit untuk menjalin hubungan yang erat dengan orang lain. Individu dengan PPD merasa sulit untuk menurunkan pertahanan diri mereka. Mereka secara aktif mencari bukti bahwa orang lain akan berbuat jahat terhadap mereka. Intervensi medis sering diperlukan, namun, ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh anggota keluarga dan teman-teman  untuk membantu mengendalikan gejala paranoia.

  1. Dorong penderita untuk mau berobat. Karena sifat penderita paranoid itu selalu curiga dan tidak percaya, pasien dengan PPD tidak mungkin untuk mencari bantuan profesional sendiri. Pada sebagian besar kasus, keluarga atau teman atau masalah hukum yang mendorong mereka untuk mencari pengobatan. Psikoterapi adalah pengobatan yang paling umum untuk PPD. Obat dapat membantu dalam mengurangi paranoia.
  2. Hindari beradu argumen. Dari pada berdebat dengan mengatakan bahwa ketakutan mereka tidak rasional, cobalah ajukan pertanyaan spesifik tentang ketakutan yang mereka rasakan atau hadapi. Jika mereka terbuka untuk mendengarkan Anda, cobalah untuk menjernihkan segala kesalahpahaman yang terjadi dengan  menggunakan bahasa yang sederhana.
  3. Beri mereka ruang pribadi yang cukup. Banyak orang menderita paranoid takut berdekatan dengan orang lain. Berikan cukup ruang fisik antara Anda sehingga mereka tidak merasa terjebak atau terkurung.
  4. Hindarkan individu dari situasi yang menyebabkan serangan paranoia. Minta kepada mereka untuk memberitahu Anda apa saja yang menyebabkan mereka ketakutan. Cobalah untuk menghindari objek atau situasi yang membuat mereka takut. Jika individu merasa ketakutan terhadap anjing, cobalah untuk menghindari semua situasi di mana ada anjing.
  5. Fokus  pada apa yang nyata tanpa mengecilkan ketakutan mereka. Membuat pernyataan meyakinkan seperti “Aku tahu kau pikir ada polisi diluar rumah yang akan menangkap kamu, tapi saya jamin tidak ada polisi yang berani kesini”.
  6. Katakan kepada mereka apa yang Anda akan lakukan sebelum Anda melakukannya sehingga mereka tidak terkejut dengan gerakan Anda dan dapat mulai percaya bahwa Anda akan melakukan apa yang Anda katakan.
  7. Bicara tentang ketakutan orang tersebut ketika ia berada dalam keadaan rasional dan tidak mengalami serangan paranoid. Buat rencana untuk menangani ketakutan ketika serangan paranoid tersebut terjadi. Bersama-sama penderita paranoid, buatlah daftar ketakutan mereka dan pada akhir dari daftar tersebut, tuliskan  “Hal-hal ini tidak akan menyakiti saya karena ketakutan ini merupakan gejala dari penyakit saya..” Tempatkan daftar tersebut di tempat terbuka yang mudah dilihat/ dibaca seperti di pintu kulkas atau pintu kamar tidur di mana individu dapat merujuk ke sana ketika mereka mulai mengalami serangan paranoia.
  8. Ingatkan pada penderita bahwa perasaan mereka (paranoia) adalah gejala dari suatu penyakit dan bahwa mereka akan merasa lebih baik setelah minum obat. Dorong individu untuk mencari bantuan medis profesional jika mereka belum melakukannya.

Sumber: how to help a person that seems paranoid  http://www.ehow.com/how_8135913_person-seems-paranoid.html

10 langkah untuk memperkuat ketrampilan mengatasi skizofrenia

Bila ada saudara, teman atau tetangga yang menderita skizofrenia, bantulah mereka agar bisa mengikuti langkah langkah berikut sehingga memperkuat ketrampilan mereka dalam mengatasi gangguan jiwa skizofrenia

Langkah 1. Pelajari seluk beluk penyakit skizofrenia. Pada saat ini banyak buku dan artikel gratis di internet yang mengupas tentang penyakit skizofrenia. Belajar tentang penyakit skizofrenia akan dapat membantu seseorang mengatasi gangguan dan gejala akibat skizofrenia

Langkah 2. Bantu agar penderita mau menyadari atau mengakui penyakitnya. Kebanyakan penderita gangguan jiwa tidak menyadari atau tidak mengakui adanya gangguan jiwa pada dirinya. Seorang penderita yang menyadari dan mengakui sakitnya merupakan satu langkah maju menuju kearah pemulihan.

Langkah 3. Pelajari tanda tanda awal kambuh dan faktor pemicunya. Tanda tanda awal akan kambuh bisa berbeda antara satu orang dengan orang lainnya. Beberapa tanda awal yang sering muncul antara lain adalah: terjadi gangguan tidur (tidur terus atau tidak bisa tidur), gelisah, menarik diri dari pergaulan sosial. Perlu pula dikenali faktor faktor pemicu kambuhnya penyakit, misalnya: berhenti minum obat, kurang tidur, bertengkar dengan seseorang, dll.

Langkah 4. Hindari situasi yang sering menimbulkan stress. Beberapa penderita skizofrenia tidak bisa berada dalam keramaian, seperti di pasar/ mal, atau berada dimana banyak orang tidak dikenal. Bila harus atau terpaksa berada dalam situasi seperti tersebut, ada baiknya penderita skizofrenia melepaskan diri ketempat yang tenang selama beberapa waktu untuk menurunkan ketegangan yang timbul.

Langkah 5. Melakukan kegiatan yang menyenangkan dan membuat terlibat dalam kegiatan. Melakukan kegiatan kegiatan sesuai hobby atau kesenangannya akan membuat penderita skizofrenia lebih cepat pulih dan terhindar dari kambuh. Penderita skizofrenia perlu didorong untuk melakukan kegiatan sesuai hobbynya seperti misalnya: melukis, berkebun, bermain musik, dll.

Langkah 6. Melakukan latihan agar bisa santai/ rileks. Kegiatan yang bisa membuat santai atau rileks seperti dzikir, yoga atau meditasi akan bermnafaat bagi pemulihan gangguan jiwa.

Langkah 7. Terlibat dalam pertemuan group sesama penderita gangguan jiwa yang mulai pulih. Berbagi pengalaman dan cara cara mengatasi halusinasi, mengatasi ketakutan, dll kepada sesama teman penderita gangguan jiwa akan bermanfaat bagi yang bersangkutan. dengan berbagi pengalaman akan memperkuat mental dan lebih mempercepat proses kesembuhan.

Langkah 8. Melakukan kegiatan pekerjaan rumah. Latihan dan dorongan untuk membersihkan kamar, membersihkan rumah, memasak, dll akan melatih penderita gangguan jiwa untuk mulai bertanggung jawab dan mengendalikan hidupnya. Kemampuan mengerjakan pekerjaan rumah akan meningkatkan percaya dirinya untuk mengerjakan hal hal yang lebih sulit.

Langkah 9. Merawat binatang peliharaan. Berbagai studi menunjukkan bahwa penderita skizofrenia akan bisa lebih mudah pulih setelah mereka merawat dan memelihara binatang peliharaan seperti kucing, anjing, burung atau binatang peliharaan lainnya. Keterlibatan dalam merawat binatang peliharaan akan merangsang emosi dan perasaan positif yang mendorong kesembuhan.

Langkah 10. Melakukan kegiatan kebajikan sederhana. Kegiatan kegiatan amaliah atau kebajikan sederhana akan dapat mendorong mempercepat kesembuhan. Beberapa kegiatan seperti membersihkan rumah janda tua miskin, membersihkan rumah ibadah, sedekah nasi bungkus, dll akan membantu proses pemuliahn

Bagaimana saya bisa mengatasi waham paranoid (2)

Tulisan ini ditujukan untuk membantu seseorang yang memiliki waham curiga (paranoid). Teknik terapi perilaku kognitif dibawah ini dapat membantu Anda untuk menganalisa pikiran Anda sehingga anda akan dapat mengatasi gangguan akibat waham curiga yang muncul:

Membuat catatan
Dengan membuat catatan, Anda dapat terbantu dalam melacak pikiran dan perasaan Anda. Pada akhir setiap hari (malam sebelum tidur atau sesudah makan malam), atau setiap beberapa hari sekali, luangkan waktu untuk menuliskan pikiran  pikiran yang telah mengganggu atau membuat anda khawatir.  Buatlah catatan kapan dan berapa kali dalam sehari pikiran/ waham curiga tersebut muncul dan membuat anda khawatir. Catat juga hal hal apa yang telah memicu munculnya pikiran atau perasaan tersebut.

Menilai kekhawatiran Anda
Berilah nilai/ skor (misal antara 1-10) seberapa kuat anda percaya pada pikiran tersebut dan seberapa besar pikiran tersebut membuat anda takut atau sedih.

Carilah pemicu
Ketika pikiran paranoid mulai terbentuk, coba identifikasi hal hal yang telah menjadi pemicu. Misalnya: Pikiran tersebut mulai timbul setelah Anda bertengkar dengan seseorang atau jika Anda kurang tidur.

Pertimbangkan reaksi Anda
Bila kakak atau adik berjanji untuk menelpon, namun mereka tidak menilpun, apa reaksi anda? Bila reaksi anda misalnya “mereka tidak perduli lagi kepadaku, mereka tidak suka kepadaku”, maka ubahlah reaksi tersebut dengan “mereka sedang sibuk sehingga lupa”. Dengan berlatih membuat pikiran atau reaksi yang lebih seimbang, sedikit demi sedikit anda akan dapat mengatasi waham curiga tersebut.

Cari Bukti Pendukung.

Ketika adik atau kakak tidak menelpon, jangan terus berprasangka bahwa adik atau kakak anda sudah mulai tidak sayang atau tidak perduli lagi kepada anda. Coba ingat ingat atau cari bukti pendukung bahwa sebetulnya kakak atau adik anda masih sayang dengan anda. Misalnya: minggu lalu adik saya mengajak makan di restoran. Adikku tetap sayang sama aku, dia tidak membenci aku.

Berbagi pengalaman Anda 

Berbagi pengalaman, pikiran dan perasaan anda kepada orang orang terdekat akan dapat membantu anda mengenali dan memperbaiki pola pikir yang tidak sehat.

Bagaimana saya bisa mengatasi waham paranoid (1)

Tulisan ini ditujukan bagi seseorang yang mempunyai waham curiga (paranoid), yaitu suatu keyakinan yang tidak didukung oleh kenyataan dimana orang tersebut curiga dan takut bahwa ada orang yang akan mencelakai dirinya.

Mengambil langkah-langkah untuk mengubah pikiran paranoid kelihatannya seperti tugas yang berat dan menakutkan, terutama jika anda sebagai penderita merasa bahwa ada alasan yang kuat bagi anda untuk merasa curiga dan takut. Namun, ada strategi yang yang efektif dan jitu yang dapat membantu anda mengenali dan menghindari pemicu waham curiga tersebut.

Menggunakan strategi ini tidak berarti bahwa Anda perlu untuk menangani segala sesuatunya sendiri – teknik teknik dibawah dapat digunakan dalam kombinasi dengan pengobatan dan perawatan lain serta dengan dukungan dari teman, keluarga dan tenaga profesional.

Tidur nyenyak

Kurang tidur dapat menjadi pemicu utama dalam munculnya atau berkembangnya pikiran paranoid. Cobalah untuk memprioritaskan terbentuknya pola tidur yang teratur. Bersantai dengan mandi air hangat atau membaca buku yang bagus sebelum tidur dapat membantu anda untuk tidur dengan mudah. Lakukan cukup olah raga di siang hari karena fisik yang lelah akan dapat membantu Anda untuk lebih mudah tidur..

Hindari obat-obatan (drug) dan alkohol

Ada kaitan yang jelas antara obat (narkoba) dan alkohol dan perasaan paranoid. Menghentikan atau mengurangi penggunaan alkohol/ obat akan membantu Anda merasa lebih bisa  mengendalikan pikiran Anda, dan membuatnya lebih mudah untuk merasionalisasi perasaan Anda.

Makan dengan baik

Meskipun tidak mungkin bahwa setiap makanan menyebabkan pikiran paranoid, jika Anda makan makanan sehat secara teratur dapat membuat anda lebih mudah menghindari timbulnya waham curiga (paranoid).

Menjernihkan pikiran Anda

Jika paranoia Anda dipicu oleh kecemasan, stres dan khawatir,  maka Anda mungkin bisa menerapka teknik mindfulness atau meditasi agar dapat membantu Anda untuk menenangkan perasaan Anda dan menghentikan kecemasan tersebut.

Skizofrenia paranoid: faktor resiko dan komplikasi

Meskipun penyebab pasti skizofrenia paranoid tidak diketahui, faktor-faktor tertentu tampaknya meningkatkan risiko seseorang terserang skizofrenia paranoid. faktor tersebut antara lain:

  • Memiliki riwayat keluarga skizofrenia
  • Paparan virus ketika di rahim
  • Gizi buruk ketika  di rahim
  • Stres tekanan hidup
  • Usia ayah yang tua ketika lahir
  • Minum obat-obatan psikoaktif selama masa remaja

Tanda dan gejala skizofrenia biasanya mulai muncul selama remaja dan pertengahan 30-an.

Jika tidak diobati, skizofrenia paranoid bisa mengakibatkan trauma emosi, perilaku, kesehatan, dan bahkan masalah hukum dan keuangan yang mempengaruhi setiap bidang kehidupan mereka. Komplikasi yang disebabkan oleh skizofrenia paranoid, meliputi:

  • Bunuh diri (pikiran dan perilaku)
  • Perilaku merusak diri sendiri
  • depresi
  • Penyalahgunaan alkohol, obat-obatan atau obat resep
  • kemiskinan
  • tunawisma
  • dipenjara
  • konflik keluarga
  • Ketidakmampuan untuk bekerja atau bersekolah
  • Gangguan kesehatan akibat obat antipsikotik
  • Menjadi korban atau pelaku kejahatan kekerasan
  • Jantung dan penyakit paru-paru yang berhubungan dengan merokok

Skizofrenia paranoid: pengertian dan gejala

Skizofrenia paranoid adalah salah satu dari beberapa jenis skizofrenia, yaitu suatu penyakit mental yang kronis di mana seseorang kehilangan kontak dengan kenyataan/ realitas (psikosis). Gambaran umum dari skizofrenia paranoid adalah adanya delusi (waham) dan mendengar hal-hal yang tidak nyata.

Penderita dengan skizofrenia paranoid, kemampuan mereka dalamberpikir dan berfungsi dalam kehidupan sehari-hari mungkin lebih baik dibandingkan dengan jenis lain dari skizofrenia. Mereka mungkin tidak memiliki banyak masalah dengan emosi, ingatan, konsentrasi. Namun, skizofrenia paranoid adalah suatu kondisi serius, sering seumur hidup yang dapat menyebabkan banyak komplikasi, termasuk perilaku bunuh diri.

Meskippun demikian, dengan pengobatan yang efektif, mereka dapat mengelola gejala skizofrenia paranoid dan bekerja untuk menjalani hidup sehat dan bahagia.

Tanda dan gejala skizofrenia paranoid antara lain:

  • Halusinasi pendengaran halusinasi, seperti mendengar suara-suara
  • Delusi, seperti percaya rekan kerja ingin meracuni Anda
  • kegelisahan
  • kemarahan
  • emosi datar
  • kekerasan
  • Banyak berargumentasi (berdebat)
  • Merasa diri penting atau memandang orang lain rendah.
  • Pikiran dan perilaku bunuh diri

Dengan skizofrenia paranoid, mereka cenderung akan terpengaruh oleh masalah mood (perasaan) atau masalah dengan pemikiran, konsentrasi dan perhatian.

Gejala kunci:
Delusi (waham) dan halusinasi adalah gejala yang membuat skizofrenia paranoid paling berbeda dari jenis lain dari skizofrenia.

  • Delusi. Pada skizofrenia paranoid, delusi yang umum adalah bahwa mereka sedang dipilih untuk sesuatu hal yang terkait dengan sesuatu yang berbahaya.  Misalnya, mereka mungkin percaya bahwa pemerintah mengawasi setiap langkah yang mereka  lakukan atau bahwa ada rekan kerja yang meracuni makan siangnya. Mereka juga mungkin memiliki waham kebesaran (delusi keagungan) – keyakinan bahwa mereka bisa terbang, bahwa mereka terkenal atau bahwa mereka memiliki hubungan dengan orang terkenal, misalnya. Mereka berpegang pada keyakinan palsu meskipun tidak ada bukti.  Delusi dapat mengakibatkan agresi atau kekerasan jika mereka percaya mereka harus bertindak membela diri terhadap orang orang yang ingin mencelakai mereka.
  • Halusinasi suara.  Sebuah halusinasi pendengaran adalah persepsi suara – suara dimana tidak ada orang lain yang ikut mendengar. Suara mungkin suara tunggal atau suara banyak orang. Suara-suara mungkin berbicara baik kepada mereka atau satu sama lain. Suara-suara tersebut biasanya tidak menyenangkan. Suara suara tersebut dapat membuat kritik berkelanjutan dari apa yang penderita pikirkan atau lakukan, atau membuat komentar kejam tentang kesalahan nyata atau kesalahan khayalan dari penderita. Suara juga dapat memerintahkan penderita melakukan hal-hal yang dapat membahayakan diri sendiri atau orang lain. Bila seseorang memiliki skizofrenia paranoid, suara-suara tampak nyata. Penderita mungkin berbicara atau berteriak pada suara tersebut.

 

Apakah obat antidepresi aman buat kehamilan?

Antidepresan adalah pilihan pengobatan utama untuk sebagian besar jenis depresi. Antidepresan dapat membantu meringankan gejala Anda dan membuat Anda merasa nyaman- tapi banyak hal harus dipertimbangkan  ketika Anda sedang hamil atau berpikir tentang keinginan untuk hamil. Berikut ini hal hal yang perlu Anda ketahui tentang antidepresan dan kehamilan.

Bagaimana kehamilan mempengaruhi depresi?
Hormon kehamilan pernah dianggap melindungi perempuan dari depresi, tetapi peneliti sekarang mengatakan ini tidak benar. Selain itu, kehamilan bisa memicu berbagai emosi yang membuatnya lebih sulit untuk mengatasi depresi.

Apakah pengobatan depresi penting selama kehamilan?
Pengobatan depresi  selama kehamilan sangat penting. Jika Anda memiliki depresi yang tidak diobati, Anda mungkin tidak memiliki energi untuk merawat diri sendiri. Anda mungkin tidak mencari perawatan prenatal optimal atau makan makanan sehat yang diperlukan oleh bayi untuk berkembang. Anda mungkin akan beralih ke alkohol merokok atau minum. Hasilnya bisa menjadikan kelahiran prematur, berat lahir rendah atau masalah lain untuk bayi – dan peningkatan risiko depresi postpartum untuk Anda, serta komplikasi ikutan terkait dengan sang bayi.

Apakah antidepresan merupakan pilihan selama kehamilan?
Sebuah keputusan untuk menggunakan antidepresan selama kehamilan didasarkan pada keseimbangan antara risiko dan manfaat. Secara keseluruhan, risiko cacat lahir dan masalah lainnya untuk bayi dari ibu yang minum antidepresan selama kehamilan cukup rendah. Beberapa obat telah terbukti aman selama kehamilan, namun beberapa jenis antidepresan telah dikaitkan dengan masalah kesehatan pada bayi.

Mana antidepresan dianggap OK selama kehamilan?
Umumnya, antidepresan berikut merupakan pilihan selama kehamilan:

  • Antidepresan trisiklik. Kelas ini meliputi obat amitriptyline dan nortriptyline (Pamelor).
  • Selective serotonin reuptake inhibitor tertentu (SSRI). SSRI beberapa umumnya dianggap sebagai pilihan selama kehamilan, termasuk citalopram (Celexa), fluoxetine (Prozac) dan sertraline (Zoloft)
  • Bupropion (Wellbutrin).. Obat ini digunakan untuk depresi dan berhenti merokok. Meskipun bupropion umumnya tidak dianggap sebagai pengobatan lini pertama untuk depresi selama kehamilan, namun bisa  menjadi pilihan bagi wanita yang tidak mempan atau cocok dengan obat lain atau mereka yang ingin menggunakannya untuk berhenti merokok .

Pengaruh dari antidepresan selama kehamilan bervariasi. Studi awal menunjukkan risiko malformasi ekstremitas dengan antidepresan trisiklik, tapi risikonya belum dikonfirmasi oleh studi terbaru. Beberapa penelitian menunjukkan adanya hubungan antara penggunaan citalopram, fluoxetine dan sertraline dengan masalah paru-paru yang jarang namun serius pada bayi baru lahir (hipertensi pulmonal persisten pada bayi baru lahir, atau PPHN) ketika diambil selama paruh terakhir kehamilan, serta cacat jantung mempengaruhi septum – dinding jaringan yang memisahkan sisi kiri jantung dari sisi kanan jantung. Lain cacat lahir langka telah ditemukan sebagai risiko yang mungkin dalam beberapa penelitian, tetapi tidak pada penelitian yang lain. Namun, risiko secara keseluruhan tetap sangat rendah.

Obat antidepresan yang harus dihindari selama kehamilan?
Paroxetine SSRI (Paxil) umumnya tidak dianjurkan selama kehamilan. Paroxetine telah dikaitkan dengan cacat jantung janin ketika diminum selama tiga bulan pertama kehamilan.

Selain itu, inhibitor monoamine oxidase (MAOIs) – termasuk phenelzine dan tranylcypromine (Parnate) – umumnya tidak dianjurkan selama kehamilan. MAOIs dapat membatasi pertumbuhan janin dan memperburuk tekanan darah tinggi pada  ibu.

Apakah ada resiko lain untuk bayi?
Jika Anda minum antidepresan selama kehamilan atau selama trimester terakhir, bayi Anda mungkin mengalami gejala penghentian sementara (temporary withdrawl) – seperti kegelisahan atau mudah marah – saat lahir. Pengurangan dosis  menjelang akhir kehamilan umumnya tidak dianjurkan karena mungkin menimbulkan tantangan tambahan bagi Anda ketika Anda ketika memasuki periode postpartum – saat tersebut terjadi peningkatan risiko masalah mood dan kecemasan.

Haruskah saya beralih obat?
Keputusan untuk melanjutkan atau mengganti obat antidepresan Anda adalah terserah Anda dan penyedia layanan kesehatan Anda. Kekhawatiran tentang potensi risiko harus dipertimbangkan terhadap kemungkinan bahwa substitusi obat bisa gagal dan menyebabkan kekambuhan depresi. Perlu diingat bahwa beralih obat selama kehamilan akan berarti bahwa Anda mengekspos bayi Anda obat tambahan, yang dapat meningkatkan risiko efek samping dan masalah bawaan.

Apa yang terjadi jika saya berhenti minum antidepresan selama kehamilan?
Jika Anda berhenti minum antidepresan selama kehamilan, Anda berisiko kambuh sakit depresi. Selain itu, menghentikan SSRI tiba-tiba bisa menyebabkan berbagai tanda dan gejala, termasuk:

  • Mual dan muntah
  • Panas dingin
  • Kelelahan
    Kegelisahan
  • Sifat lekas marah

Apa intinya?
Jika Anda mengalami depresi dan sedang hamil atau berpikir tentang mendapatkan kehamilan, hubungi penyedia layanan kesehatan Anda. Kadang-kadang depresi ringan dapat dikelola dengan psikoterapi, termasuk konseling atau terapi lainnya. Jika depresi Anda parah atau Anda memiliki sejarah depresi, risiko kambuh mungkin lebih besar daripada risiko yang mungkin muncul yang terkait dengan obat antidepresan.

Memutuskan bagaimana untuk mengobati depresi selama kehamilan memang tidak mudah. Risiko dan manfaat dari minum obat selama kehamilan harus ditimbang dengan hati-hati atas dasar kasus per kasus. Bekerja dengan penyedia layanan kesehatan Anda (psikiater) untuk membuat pilihan informasi yang memberikan Anda – dan bayi Anda – kesempatan terbaik untuk kesehatan jangka panjang.

 Sumber: Mayo Clinic, Is anti depressant safe during pregannacy?  http://www.mayoclinic.com/health/antidepressants/DN00007

Laporan Keuangan Periode Januari 2013

Alhamdulillah, pelan pelan pembangunan Tirto Jiwo tetap terus berjalan. Selama bulan Januari telah dilakukan penggalian sumur sedalam sekitar 40m. Alhamdulillah, bisa dapat sumber air yang bagus. menurut informasi, ada tetangga dibelakang yang menggali sumur hingga lebih dari 60m tetapi belum ketemu sumber air juga.

Kepada para dermawan, kami hanya bisa berdoa semoga mendapat balasan berlipat ganda dari Allah SWT, dilapangkan rezekinya, dimudahkan segala urusannya dan dikabulkan segala hajat permintaannya. Aamiin.

Perlunya pengorbanan keluarga dekat agar anggota keluarganya bisa pulih dari gangguan jiwa

Sebelum kemerdekaan Indonesia, sebagian besar masyarakat Indonesia masih buta huruf atau hanya mengenyam pendidikan dasar. Pada tahun 1940an, Sukarno adalah seorang insinyur lulusan ITB dan Mohammad Hatta adalah sarjana ekonomi lulusan Belanda. Bila hanya ingin hidup senang dan kaya, mereka tidak perlu menjadi pejuang bagi kemerdekaan bangsa Indonesia. Dengan menjadi pegawai perusahaan milik Belanda, Sukarno dan Hatta bisa hidup mewah. Sukarno dan Hatta memilih berkorban dan menjadi pejuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia. Sukarno dan Hatta kenyang dipenjara dan dibuang ke daerah terpencil. Tanpa pengorbanan mereka, Indonesia tidak akan bisa merdeka di tahun 1945.

Dengan pengorbanan mereka, Indonesia bisa merdeka. Sukarno dan Hatta menjadi orang yang mulia dan sukses. Artinya, mereka mendapat balasan juga selama di dunia dengan kemuliaan dan hidup berkecukupan. Para pahlawan lain yang gugur sebelum kemerdekaan, insya Allah akan mendapat balasannya dengan surga.

Membantu anggota keluarga pulih dari gangguan jiwa juga memerlukan pengorbanan yang tidak sedikit. Pengorbanan tersebut sering tidak hanya berupa uang, kadang berupa tenaga, pikiran, perasaan dan waktu. Tanpa pengorbanan keluarga dekat, hampir tidak mungkin penderita gangguan jiwa bisa pulih.

Apa saja bentuk pengorbanan yang diperlukan? Pertama dengan menciptakan suasana rumah yang tenteram, jauh dari bising TV/ musik, tidak ada bentakan bentakan, kritik tajam, ejekan, dll. Penderita gangguan jiwa juga perlu didukung agar bisa beraktivitas sesuai tingkat kemampuan dan kesenangannya. Penderita gangguan jiwa perlu didorong untuk beraktivitas, misalnya: berkebun, berternak atau memelihara kucing, burung, melukis atau bermain musik. Selama beraktivitas tersebut, utamanya pada awalnya, diperlukan teman yang mendampingi.

Keluarga dekat juga perlu membantu agar penderita gangguan jiwa bisa minum obat sesuai ketentuan dokter dan memantau adanya efek samping. Kegiatan yang tidak kalah penting adalah berdoa (sholat tahajud) dan bersedekah. Kedua hal tersebut bukan hal yang ringan.Bila sudah memungkinkan, penderita gangguan jiwa juga perlu mulai dilatih sholat dan bersedekah.

Insya Allah, pengorbanan tersebut tidak akan sia sia. Balasannya adalah kesembuhan anggota keluarga dari gangguan jiwa dan pahala dari Allah SWT.