Pemulihan dari depresi (4)

Artikel sebelumnya bisa dibaca disini

bipolar_disorder_self_help_recoveryTeknik memulihkan diri dari depresi

Hilangkan pikiran negatif. Penderita depresi melihat segala sesuatunya dari sisi negatif. Namun kita tidak bisa hanya bilang kepada mereka untuk selalu berpikir positif. Untuk mengurang pikiran negatif seorang penderita depresi bisa diminta untk melakukan hal hal sebagai berikut:

  • Terima bahwa dirinya tidak sempurna tanpa menjadi sedih atau kecewa,karena tidak ada manusia sempurna
  • Ajak untuk membuat pernyataan yang lebih positif tentang dirinya,
  • Bergaul dengan orang orang yang optimis atau bersikap positif,
  • Ajak untuk membuang pikiran negatif dan minta untuk menuliskan dalam buku hariannya. Bila orang tersebut sedang tidak dalam depresi, kita minta yang bersangkutan membaca ulang tulisan tersebut.

Beberapa pola pikir yang membuat seseorang mudah depresi:

  • Pola pikir -semua atau tidak. Misalnya: Bila kita tidak juara 1 maka kita berarti gagal total, bila tidak ada bakso lebih baik tidak makan sama sekali.
  • Pola pikir – Overgeneralization. Meskipun baru sekali gagal atau melakukan kesalahan, namun terus berpendapat bahwa dirinya selalu gagal atau salah melulu.
  • Mental filter. Hanya melihat sisi negative dari suatu kejadian, tanpa pernah melihat sisi positifnya. Misalnya, ketika mendapat nilai hasil ulangan jelek, maka yang bersangkutan tidak pernah melihat sisi positifnya. Sisi positif yang dapat diambil, misalnya: nilai ulangan jelek sebagai tanda untuk lebih banyak belajar, dan lain lain.
  • Mengurangi nilai positif. Bila ada orang bilang sesuatu yang positif tentang kita, maka kita menganggap bahwa orang itu hanya berpura pura atau berbasa-basi saja.
  • Loncat ke kesimpulan. Membuat interpretasi atau penilaian negatif tanpa melihat bukti nyatanya. Misalnya: saya akan terjebak dalam pekerjaan membosankan ini seumur hidup saya.
  • Emotional reasoning. Percaya pada perasaan dirinya yang  tidak baik yang muncul atau terefleksikan dalam kenyataan.
  • Pola pikir – harus dan jangan. Penderita depresi sering punya daftar apa yang harus dan tidak boleh dikerjakan secara berlebihan.
  • Membuat label atau cap. Membuat cap bahwa dirinya sebagai orang yang gagal, bodoh atau kalah.

Bersambung

salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo 

Pemulihan dari depresi (3)

klik disini untuk baca artikel sebelumnya

Depression_2014_Types_10-22-14_5PM-img_1280x720Depresi menyerap energi, harapan dan daya juang sehingga membuat orang yang terkena depresi mengalami kesulitan mengatasi masalahnya.

Meskipun demikian, bukan berarti depresi tidak bisa dipulihkan. Untuk masalah obat anti depresi, kita serahkan masalahnya kepada para dokter. Kita fokus pembahasan kita pada teknik psikologi dan perilaku dalam mengatasi depresi.

Agar terbebas dari depresi penderita harus mau melakukan atau mengerjakan sesuatu kegiatan, tidak hanya menangis atau mengurung diri dikamar.

Namun melakukan sesuatu kegiatan positif disaat seseorang mengalami depresi bukanlah pekerjaan mudah. Biasanya semakin bermanfaat kegiatan yang perlu dilakukan untuk mengatasi depresi , semakin sulit hal tersebut dilakukan. Hanya saja, perlu dibedakan bahwa sulit bukan berarti tidak mungkin.

Untuk itu, agar bisa mengatasi depresi, penderita perlu didorong untk mau melakukan hal hal yang kecil terlebih dahulu yang kemudian dikembangkan ketingkat yang lebih sulit.

  1. Bangun hubungan yang mendukung (support network).  Adanya keluarga, saudara atau teman yang mendukung sangat penting untuk mengatasi depresi. Terisolasi atau merasa sendirian tanpa teman dapat membuat depresi menjadi lebih berat. Hanya masalahnya, orang yang lagi depresi biasanya malas bergaul.  Untuk itu, berusaha menjaga hubungan/ pertemanan serta kegiatan sosial sangat penting untuk mengatasi depresi. Bila seseorang sedang depresi, maka upayakan untuk: (a) menghubungi saudara atau teman yang dipercaya. Upayakan agar penderita mau menceritakan perasaannya dan meminta dukungan mereka. (b) Mencoba untuk tetap ikut kegiatan sosial meskipun yang bersangkutan tidak menyukainya. Ketika depresi biasanya seseorang senang menyendiri, namun berada diantara teman dan saudara akan membuat penderita depresi merasa lebih baik. (c) Dorong untuk bergabung dengan kelompok support group for depression. Bertemu dan berbicara dengan orang orang yang sama sama sedang berusaha mengatasi depresi bisa membuat depresi berkurang

Bersambung

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo 

Pemulihan dari depresi (2)

Tulisan sebelumnya bisa di baca dengan meng-klik disini

psikosis_1306Gejala depresi pada anak anak atau remaja belasan tahun:

  • Gejala pada anak anak mungkin berupa kesedihan, tidak mempunyai harapan, ketakutan atau kecemasan
  • Gejala pada remaja bisa berupa kecemasan, kemarahan dan menghindari kontak sosial
  • Hasil belajar disekolah biasanya terganggu
  • Depresi pada anak jarang menimbulkan gejala berupa gangguan tidur atau gangguan berpikir.
  • Pada anak dan remaja, depresi sering terjadi bersamaan dengan gangguan perilaku dan gangguan mental lainnya seperti attention deficit/ hyperactive disorder (ADHD).

Pada orang dewasa, depresi lebih sulit dikenali karena gejala seperti kecapekan, kehilangan minat, gangguan tidur, gangguan nafsu seksual- sering dikira karena disebabkan oleh penyakit lain. Gejala depresi pada orang dewasa sering tidak terlalu jelas. Mereka hanya merasa kurang memuaskan hidupnya, bosan, tidak berharga atau tidak ada harapan lagi.. Mereka juga biasanya hanya ingin tinggal dirumah dari pada harus bersosialisasi keluar atau mengerjakan sesuatu yang baru. Bila sampai ada keinginan untuk bunuh diri, maka itu merupakan salah satu tanda serius dari depresi yang tidak boleh dipandang enteng. Pada orang dengan depresi, laki laki dewasa tua mempunyai rsiko tertinggi untuk bunuh diri.

Bila anda atau orang yang anda kenal mempunyai keinginan untuk bunuh diri, segera meminta pertolongan kepada dokter atau ulama/ kiyai, dan lain lain. Bila anda mengetahui seseorang yang dekat dengan anda mencoba atau berniat bunuh diri, maka pastikan bahwa orang tersebut selalu ada yang menemani. Jangan biarkan orang yang ingin bunuh diri berada sendirian tanpa orang lain didekatnya. Bawalah orang tersebut ke rumah sakit atau klinik untuk pertolongan darurat.

Bersambung

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo 

Jiwa yang rapuh (2)

EnthusiasmTulisan ini merupakan lanjutan artikel sebelumnya

Begitu pula dengan orang yang macet karirnya. Tanpa terlebih dahulu memperkuat jiwanya, mereka sering tidak mampu menemukan dan menerapkan upaya yang diperlukan untuk mengatasi karir yang macet tersebut.

Ketika saya baru diangkat untuk memegang jabatan setingkat direktur di Kementrian Kesehatan pada awal tahun 2000, saya ajak ngobrol ketiga kepala bagian yang kebetulan lebih senior dari saya.

Tahu nggak, mengapa saya diangkat jadi pejabat eselon 2?: tanya saya kepada mereka.

Tanpa menunggu jawaban dari mereka, langsung saya jawab sendiri: “karena saya baru saja mendirikan panti asuhan”.

Bener Pak Gun? Kalau begitu saya akan ikut menyumbang”: kata dua diantaranya.

Sekitar setahun kemudian, kedua anak buah saya yang menyumbang secara rutin panti asuhan tersebut diangkat menjadi pejabat setingkat direktur juga. Yang seorang menjadi Kepala Biro di Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) dan yang seorang menjadi Kepala Dinas Kesehatan Propinsi di sebuah propinsi di Pulau Jawa.

Sesuai dengan teori mekanisme pertahanan jiwa (defense mechanism) yang dikembangkan oleh Sigmund Freud lebih dari seabad yang lalu, orang orang yang sehat, matang dan kuat jiwanya sering melakukan kegiatan kebajikan (altruisme) dan kegiatan lain yang termasuk dalam mekanisme pertahanan jiwa dewasa atau adaptif. Kegiatan kegiatan tersebut membuat jiwa seseorang menjadi sehat, dewasa dan tahan banting.

Bersambung

Artikel terkait: Jiwa rapuh vs jiwa sehat ; memperkuat ketahanan jiwa

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo 

 

Jiwa yang rapuh (1)

_78820370_pochettino_paMengapa seseorang memilih menganggur dari pada bekerja seadanya? Apakah hanya karena mereka malas dan tidak mau bersusah payah, ataukah ada alasan yang lebih mendasar sifatnya?

Para penganggur biasanya mempunyai salah satu atau beberapa sifat yang sering ada pada seseorang dengan jiwa lemah, seperti: tidak tabah, tidak percaya diri, tidak tahan kritik, menjaga gengsi secara berlebihan dan tidak mau dipandang rendah. Sifat sifat tersebut membuat mereka tidak tahan bila harus bekerja seadanya, seperti: menjadi pedagang kaki lima, buruh, pembantu rumah tangga. Paksaan untuk bekerja seadanya akan dapat membuat mereka menjadi gila, marah marah, depresi, atau berperilaku tidak sehat lainnya.

Bila jiwa rapuh yang dimiliki para penganggur diganti dengan jiwa sehat dan tahan banting, tanpa disuruhpun mereka akan keluar rumah dan bekerja membanting tulang.

Jiwa yang lemah juga dipunyai oleh kebanyakan orang yang sudah bertahun-tahun terjebak hutang dan tidak mampu melunasinya. Hanya dengan terlebih dahulu mengubah jiwanya yang lemah menjadi sehat dan tahan banting, maka mereka baru akan mampu melunasi hutangnya.

Ustadz Yusuf Mansur mulai mampu melunasi hutangnya setelah berjualan es di terminal Kali Deres, rajin bersedekah, menghapal Al Quran, dan banyak melakukan amal kebajikan lainnya. Hal hal tersebut membuat jiwanya menjadi lebih sehat dan kuat sehingga mampu menemukan jalan yang semula tertutup.

Bersambung

artikel terkait: jiwa sehat vs jiwa rapuh

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo 

Mekanisme pertahanan, pemakaian secara adaptif dan maladaptif (2)

3562227998_4ce71e8d4e_zTulisan ini merupakan lanjutan tulisan sebelumnya

Disosiasi, adalah suatu mekanisme pertahanan dimana seseorang memisahkan antara lingkungan dengan kesadaran, memori atau identitas yang biasanya merupakan suatu yang terintegrasi. Pemisahan antara perasaan dan pikirang, Disosiasi juga dapat memanifestasikan dirinya dalam pemisahan aspek tidak nyaman atau tidak menyenangkan dari diri sendiri.

  • adaptif: seseorang yang dapat tetap tekun belajar meskipun lingkungan sekitarnya yang berisik.
  • maladaptif: karena hidup dalam lingkungan yang menyakitkan atau sangat menekan, maka seseorang hidup dalam khayalannya.

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo 

Mekanisme pertahanan, pemakaian secara adaptif dan maladaptif (1)

denialMekanisme pertahanan jiwa (defense mechanism) dapat dipakai sebagai mekanisme pertahanan yang adaptif (sehingga hasilnya positif) tapi kadang dapat juga dipakai secara maladaptif (sehingga hasilnya kurang baik).

Berikut ini beberapa contoh pemakaian mekanisme pertahanan secara adaptif dan maladaptif.

Kompensasi, merupakan mekanisme pertahanan jiwa ketika seseorang mengetahui adanya kelemahan atau kekurangannya dan mencoba mengatasi kekurangan tersebut agar pikiran sadarnya (conscious mind) tidak menyadari kelemahan tersebut.

  • adaptif: seseorang yang pendek menjadi banyak bicara dan berhasil dalam bisnis.
  • maladaptif: seseorang minum alkohol untuk menghilangkan rasa kurang percaya dirinya.

Konversi, merupakan pertahanan jiwa dimana kecemasan diubah menjadi gejala jasmani tanpa adanya penyebab organik. Sering gejala yang muncul dimanfaatkan untuk mendapatkan perhatian atau mendapatkan maaf (excuse).

  • kurang adaptif: pejabat yang sakit perut karena kantornya diperiksa KPK.
  • maladaptif: suami yang menjadi buta ketika melihat istrinya selingkuh dengan lelaki lain.

Denial (menolak), menghindar dari pikiran, perasaan, keinginan, yang tidak mengenakkan dengan cara seolah hal tersebut tidak ada.

  • kurang adaptif: seorang yang ketika pertama kali mendengar berita kematian orang tuanya dengan berkata: “Saya tidak percaya, berita ngawur. Dokter bilang kalau ayah saya baik baik saja”
  • maladaptif:  seorang istri yang suaminya sudah meninggal 3 tahun yang lalu masih menimpan pakaian dan kadang mengajak bicara seolah masih hidup.

Displacement, mengalihkan emosi negatif terhadap seseorang, keadaan atau obyek  tertentu ke orang lain, situasi atau obyek lain yang kurang berbahaya.

  • kurang adaptif: pasien yang menyalahkan perawat karena keluarganya tidak ada yang menengok dirinya.
  • maladaptif: anak yang takut dengan orang tuanya mengalihkan ketakutannya tersebut dengan ketakutan terhadap binatang.

Bersambung

sumber: https://quizlet.com/26961051/adaptive-and-maladaptive-uses-of-defense-mechanisms-flash-cards/

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo 

Sisi lain dari kecemasan (anxiety)-3

washmeTulisan ini merupakan kelanjutan artikel sebelumnya

Apa dampaknya bila kecemasan yang timbul dari masalah yang tidak selesai tersebut dibawa terus?

Kecemasan yang berkepanjangan dapat mendorong timbulnya penyakit jasmani, seperti: tekanan darah tinggi, jantung, gangguan kekebalan tubuh, stroke, gula darah, dan penyakit jasmani lainnya.

Kecemasan yang berkelanjutan juga membuat seseorang mencoba mengatasi hal tersebut dengan cara yang tidak sehat, sehingga menimbulkan berbagai gejala gangguan kejiwaan. Jenis gejala yang muncul tergantung dari permasalahan yang ada dan bagaimana perasaan yang bersangkutan terhadap masalah yang ada

  • menjadi depresi, badan terasa lemah, sedih berkepanjangan, tidak ada gairah hidup.
  • mengalami halusinasi, yang paling sering berupa halusinasi suara. Yang bersangkutan sering mendengar suara atau bisikan dari seseorang yang sebenarnya tidak ada. bisikan bisikan itu dapat berasal dari satu orang atau lebih, ada yang bersikap bersahabat namun sering juga ada yang bersikap kasar dan menghina atau memerintah dan mengancam.
  • waham curiga. Merasa ada orang yang akan menangkap, mencelakakan atau berbuat jahat terhadap dirinya. Bentuk kecurigaan itu dapat berupa takut diracun lewat makanan sehingga tidak mau makan kecuali dia sendiri yang masak, takut ada kuman atau racun ditangannya sehingga sering mencuci tangan sampai lecet-lecet.
  • hidup dalam alam khayalnya karena tidak kuat menanggung beban yang terlalu berat ketika hidup dialam kenyataan.

Semua gejala gangguan jiwa, seperti halusinasi atau waham tersebut akan hilang dengan sendirinya bila masalah utama yang menimbulkan kecemasan dapat diselesaikan. Tantangannya adalah bagaimana membuat yang bersangkutan mau menyadari dan menerima atau memecahkan masalah yang dialaminya

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo 

Sisi lain dari kecemasan (anxiety) -2

Lanjutan artikel sebelumnya

anxiety-symptoms-cartoonNuraini pernah mengalami  pelecehan seksual diwaktu kecil oleh tetangganya. Dia belum dapat sepenuhnya menerima dan menyelesaikan kejadian tersebut. Kecemasan yang terbawa hingga dewasa menyebabkan dia takut berkawan dengan teman lelaki, pernah dalam suatu masa merasa harus mencuci tangan hingga belasan kali perhari.

Tati juga masih membawa permasalahan masa lalu yang membuat hidupnya tertekan hingga saat ini. Tati berasal dari keluarga miskin, ayahnya hanya seorang buruh tani. Namun tati mempunyai otak yang cerdas sehingga dapat bersekolah di SMA yang baik, bahkan akhirnya diterima kuliah di ITB.

Ternyata berat bagi Tati untuk mengakui dan menerima bahwa dirinya berasal  dari keluarga miskin. Ketika masih kulaih di ITB, dia sering tidak mau menemui bapaknya yang datang mengunjungi tempat kost-nya. Hal tersebut membawa konflik batin yang berat dalam diri Tati. Akhirnya konflik batin tersebut membuat Tati mengalami gangguan jiwa.

Bagaimana mengatasi semua hal tersebut?

Nuraini dan Tati perlu diminta membuat catatan harian atau mingguan. Setiap hatinya gelisah, mereka perlu diminta mencatat apa saja yang mereka pikirkan yang membuatnya gelisah. Dengan menganalisa beberapa pola pikiran yang muncul akan dapat diketahui adanya masalah masa lalu yang belum terselesaikan.

Langkah kedua adalah menerima masalah tersebut dan sedapat mungkin mengatasinya atau memaafkannya. Dengan menerima dan memaafkan sebagian besar kecemasan dan gejala akan hilang dengan sendirinya.

Langkah ketiga adalah memperkuat ketahanan jiwa, misalnya dengan banyak menolong orang lain, memberikan sedekah, membantu mengerjakan kegiatan rumah tangga, dan kegiatan kebajikan lainnya.

Berdoa juga merupakan salah satu kegiatan yang akan dapat memperkuat ketahanan jiwa.

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo 

Antisipasi kematian

Steve+Jobs+Unveils+Apple+iPhone+MacWorld+Expo+Z0DjjrUTNXLlBerikut ini kata kata terakhir dari Steve Jobs, pendiri perusahaan Apple yang saya kutip dari website Jamil Azzaini, inspirator sukses mulia[1].

Dalam dunia bisnis, aku adalah simbol dari kesuksesan, seakan-akan harta dan diriku tidak terpisahkan. Karena selain kerja, hobiku tak banyak.

Saat ini aku berbaring di rumah sakit, merenung jalan kehidupanku: kekayaan, nama, kedudukan… Semuanya itu tidak ada artinya lagi.

Malam yang hening, cahaya & suara mesin di sekitar ranjangku, bagai nafasnya maut kematian yang mendekat pada diriku.

Sekarang aku mengerti. Seseorang, asal memiliki harta secukupnya buat diri gunakan, itu sudah cukup.

Mengejar kekayaan tanpa batas bagaikan monster yang mengerikan.

Tuhan memberi kita organ-organ perasa, agar kita bisa merasakan cinta kasih yang terpendam dalam hati kita yang paling dalam. Tapi bukan kegembiraan yang datang dari kehidupan yang mewah. Itu hanya ilusi saja.

Harta kekayaan yang aku peroleh saat aku hidup, tak mungkin bisa aku bawa pergi. Yang aku bisa bawa adalah kasih yang murni yang selama ini terpendam dalam hatiku. Hanya cinta kasih itu lah yang bisa memberiku kekuatan & terang.

Ranjang apa yang termahal di dunia ini?

Ranjang orang sakit.

Orang lain bisa membukakan pintu mobil untukmu. Orang lain bisa bekerja untukmu. Tapi tidak ada orang bisa menggantikan sakitmu.

Barang hilang bisa di dapat kembali, tapi nyawa hilang tak bisa kembali.

Saat kamu masuk ke ruang operasi, kamu baru sadar bahwa betapa berharganya kesehatan itu.

Kita berjalan di jalan kehidupan ini. Dengan jalannya waktu, suatu saat akan sampai tujuan.

Bagaikan panggung pentas. Tirai panggung akan tertutup. Pentas telah berakhir.

Yang patut kita hargai dan sayangkan adalah hubungan kasih antar keluarga, cinta akan suami-istri dan juga kasih persahabatan antar teman…

Steve Jobs… Last Words. Kata-kata Terakhir.”

Semoga kita dapat mengambil pelajaran darinya.

[1] Azzaini, J., (2015), Last Word dari Steve Jobs, di http://jamilazzaini.com/last-word-dari-steve-jobs/