Wakaf pembangunan mushola di Tirto Jiwo

Selama ini, peserta program pemulihan di Tirto Jiwo melakukan sholat berjamaah di salah satu pojok ruangan di bangunan utama.

Dengan bertambahnya peserta program (saat ini berjumlah 17 orang, dan insya Allah masih akan bertambah) dirasa tempat sholat sudah tidak memadai lagi.

Untuk itu, kami berniat membangun mushola kecil di Tirto Jiwo. Rencananya mushola tersebut berukuran 6×4 m dan dibuat tanpa dinding keliling. Dinding (dari kayu) hanya akan dibuat di bagian depan ke arah kiblat.

Mushola tersebut rencananya akan dilengkapi dengan tempat wudhu terbuka, tanpa kamar kecil. Diperkirakan biaya pembangunan mushola tersebut tidak akan memakan biaya yang besar.

Bagi para pembaca yang berniat untuk memberikan sumbangan wakaf, silahkan kirimkan dana ke rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo

Terima kasih atas perhatian dan bantuannya

Rahasia rezeki (1):

Mengapa admin website Klinik Umiyah dan Tirto Jiwo perlu menulis tentang rahasia rezeki segala?

Di klinik Umiyah (www.klinik-umiyah.com) dan Tirto Jiwo (www.tirtojiwo.org) pasien membayar biaya obat dan pelayanan dengan memasukkan kedalam kotak amal yang tertutup. Tidak ada tarif. Bisa dimaklumi bila jumlah infak dari pasien tersebut tidak pernah mencukupi semua biaya pengobatan (obat, gaji, biaya operasional, dll). Alah yang menutup kekurangannya melalui tangan tangan para dermawan. Lihat laporan keuangan Klinik Umiyah disini. Tanpa adanya keyakinan bahwa rezeki berasal dari Allah, maka kita tidak akan berani membuka Klinik dengan model pembayaran seperti itu.

Diharapkan, dengan semakin baiknya pemahaman masyarakat tentang rahasia rezeki, semakin sejahteralah hidup umat Islam, semakin banyak pula dermawan yang bersedekah mendukung Klinik Umiyah. Selain itu, ketidak tahuan dan kesalahan dalam pengelolaan uang bisa membuat seseorang menjadi stress. Stress bisa memicu munculnya gangguan jiwa.

Oleh karena itu, sambil belajar tentang masalah rezeki, harta dll, saya coba tuliskan hasil belajar tersebut. Daripada ilmu hanya disimpan sendiri, insya Allah dengan menyebarkan ilmu yang bermanfaat, saya juga akan dapat pahala. Saya akan mencoba membuat  tulisan bersambung dengan tema yang berkaitan dengan rezeki (termasuk harta, infak, hidup hemat, dll) yang disusun dengan mengambil referensi dari Al Quran dan hadis.

Prinsip 1. Rezeki dari Allah

Rezeki itu dari Allah dan hanya dari Allah. Coba kita simak ayat ayat berikut:

“Dan berapa banyak binatang yang tidak (dapat) membawa (mengurus) rezekinya sendiri. Allah-lah yang memberi rezeki kepadanya dan kepadamu dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”.(QS Al ankabut : 60)

“Dan mereka menyembah selain Allah, sesuatu yang tidak dapat memberikan rezeki kepada mereka sedikitpun dari langit dan bumi, dan tidak berkuasa (sedikit juapun)” (Quran 16:73)

Apa implikasinya bagi kita? Pertama, pekerjaan atau jabatan hanyalah sebagai sarana atau saluran/ jalan dari Allah agar rezeki tersebut sampai kepada kita. Bukan pekerjaan atau jabatan yang menentukan rezeki tapi rezeki kita yang menentukan pekerjaan atau jabatan kita. Bila Allah berkehendak melapangkan rezeki kita, maka berbagai hal bisa terjadi, misalnya: naik gaji, naik jabatan/ pangkat, dapat lembur, pindah kerja dengan gaji lebih besar, punya usaha baru. Dilain pihak, bila Allah akan menyempitkan rezeki kita, maka bisa terjadi, misalnya: kita dipecat/ PHK, sakit yang memerlukan biaya banyak, usaha merugi, panen gagal, kebanjiran.

Kedua, mintalah rezeki hanya kepada Allah. Jangan meminta-minta kepada manusia, namun mintalah rezeki hanya kepada Allah. Biar Allah yang menentukan dengan cara apa rezeki tersebut akan sampai kepada kita. Bila Allah sudah berkenan untuk memberikan rezeki kepada kita, maka akan terbuka jalannya.