THR 4 bulan gaji, Mau? Oleh Muhaimin Iqbal

Membaca judul tulisan ini para pembaca akan langsung terbelah. Kelompok terbesarnya tidak percaya, kelompok kedua percaya  tetapi tidak melaksanakannya, kelompok ketiga adalah yang curiga, kelompok keempat tidak peduli dan sedikit kelompok terakhir yang percaya dan melaksanakannya. Yang terakhir inilah yang paling beruntung karena insyaAllah Anda akan bener-bener mendapatkan THR 4 x dari Gaji bulanan Anda. Bagaimana caranya ? 

Kita semestinya yakin dan percaya bahwa janji Allah pasti benarnya, tetapi tingkat keimanan kitalah yang menjadi kendala untuk berbuat maksimal mengikuti janji-janjiNya. Bagi kelompok yang curiga-pun Anda tidak salah, karena biasanya kalau ada orang menganjurkan sedekah seperti ini buntutnya memberi nomor rekening yayasan atau institusinya atau lebih parah lagi memberikan rekeningnya sendiri. 

Nah sedekah yang saya anjurkan disini bukan untuk institusi, yayasan ataupun diri saya – silahkan Anda sedekahkan ke kerabat dekat Anda masing-masing di kampung mumpung lebaran. Atau kepada siapapun yang Anda yakini amanah dengan sedekah Anda.  

Yang ingin saya sampaikan hanyalah satu ayat di Al-Qur’an yang memungkinkan bagi Anda untuk melipat gandakan rezeki Anda – dan bahkan ada hitungannya – yang saya sebut Matematika Ilahiah. 

Perhatikan janjiNya di ayat berikut ? siapa yang tidak percaya pada janjiNya ?  

Barangsiapa berbuat kebaikan mendapatkan balasan sepuluh kali lipat amalnya…” (QS 6 :160)  

Nah bagaimana kita mengamalkan ayat ini secara konkrit ? tentu niat kita sedapat mungkin jangan beramal untuk mendapatkan imbal balik yang lebih banyak, tetapi beramal untuk membenarkan janjiNya tersebut di atas. Bahwasanya dari sana kita akan diberi balasan sepuluh kali lipat atau bahkan lebih – itu sepenuhnya hak Allah.  

Tetapi saya mencoba memahami janjiNya tersebut dengan angka, agar kita bertambah kuat keimanan kita – karena di ayat inipun Allah memberi angka – jadi tidak salah bila kita terus jabarkan angka tersebut dengan angka lagi.  

Asumsinya Anda sekarang menerima THR x atau saya anggap 100% dari gaji bulanan Anda. Sebesar apapun angkanya, kebanyak manusia tidak merasa ini cukup – jadi kemungkinannya Andapun merasa ini kurang.  

Matematika Ilahiah Untuk THR 4 Bulan Gaji

Tetapi disinilah Matematika Ilahiah itu berlaku. Bila dengan THR 100% saja Anda tidak merasa cukup, apa mungkin Anda akan kurangkan 33% atau 1/3nya untuk sedekah ? 

Hanya Anda yang termasuk sedikit orang yang percaya dan melaksanakan sajalah – yang akan melaksanakan inspirasi dari ayatNya ini. Sesuai janjiNya, maka 33 % dari THR yang Anda sedekahkan akan dibalas dengan minimal 10 kali lipat, artinya menjadi 330% dari THR Anda.  

Selain balasannya yang akan menjadi 330% tersebut, Anda juga masih punya 67% dari THR Asal. Jadi berapa THR Anda setelah proses ini berlangsung ?, THR Anda menjadi 330% + 67% atau menjadi 397% atau medekati 4 kali dari THR semula.  

Tentu balasan dari Allah bukan seperti uang yang tiba-tiba turun dari langit atau tiba-tiba ada di depan pintu rumah Anda di malam hari, meskipun inipun memungkinkan bila Allah berkehendak – Namun kalau ini yang terjadi – wajar Anda curiga karena yang seperti ini pernah menjadi modus kejahatan yang sampai sekarang sedang ditangai pihak yang berwajib.  

Juga bukan transfer ndak jelas, dari pihak lain ujug-ujug masuk rekening Anda. Bila ini yang terjadi kemungkinannya itu uang suap , uang salah transfer dan sejenisnya yang minimal akan membuat Anda repot bila di belakang hari menjadi temuan KPK atau menjadi fakta persidangan.  

Allah punya cara tersendiri untuk merealisasikan janjiNya – baik bentuk maupun waktunya, dan pastinya itulah terbaik menurut Allah dan berarti terbaik pula untuk kita. Perhatikan ayatNya sebagai berikut :  

Dan tidak ada sesuatupun, melainkan disisi Kamilah khazanahnya (sumber/supply-terj). Kami tidak menurunkannya melainkan dengan ukuran tertentu” (QS 15:21).  

Masih tidak percaya bahwa Anda bisa memperoleh THR 4 x Gaji ?, belajarlah dari Siti Aisyah ketka menasihati pembantunya

Saya bersumpah demi Allah, seseorang tidak bisa sampai benar-benar beriman sampai dia lebih percaya kepada Allah dari apa yang ada di tangannya – sesuatu yang bisa dilihat digenggaman tangannya”.  

Nah THR Anda kini sudah ada di genggaman tangan Anda, sudah dapat Anda lihat fisiknya berada digenggaman tangan – well mayoritasnya angka di bank – tetapi as good as uang yang Ada digenggaman tangan Anda. Maukah Anda melepaskannya karena Anda lebih percaya kepada janji Allah  dari uang THR yang sudah digenggaman tangan tersebut ? Jawabannya tergantung seperti apa tingkat keimanan kita  seperti yang disampaikan oleh Siti Aisyah tersebut di atas.  

Dari sinilah kita lebih mudah paham, mengapa di negeri yang penduduknya bener-bener beriman dan bertakwa – Allah akan bukakan pintu-pintu berkah dari langit dan dari bumi (QS 7:96). Karena bayangkan orang-orang yang mudik memadati sepanjang jalan-jalan di Jawa, Sumatra dan pulau-pulau lainnya. Mereka adalah orang-orang yang baru menerima THR dari kantornya masing-masing.  

Apa jadinya ketika dalam perjalananya itu masing-masing menyedekahkan 1/3 dari THR-nya, berkah akan melimpah dari bumi dan dari langit Indonesia. Yang tidak bekerja akan ikut-ikutan memperoleh ‘THR’, proyek-proyek amal akan terakselerasi progressnya. Dan yang mensedekahkan THR-nya 1/3 , Allah lipat gandakan dengan berbagai kebaikan yang sampai empat kalinya.  

Jadi mau dapat THR 4 x Gaji sambil menghadirkan keberkahan di negeri ini ? 

Menunjukkan satu kebaikan pahalanya adalah sama dengan kebaikan itu sendiri. Maka ayo, kita saling mengajak kepada kebaikan ini. Mumpung masih bulan Ramadhan, pahalanya bisa berlipat-lipat lagi. Lagi-lagi bukan untuk saya atau institusi saya, saya tidak memberi rekening – dan Anda boleh curiga kalau saya memberi nomor rekening. Tetapi ini untuk bangsa ini yang lagi sangat membutuhkan berkahNya, tebarkanlah sedekah itu di lingkungan Anda masing-masing. InsyaAllah bersama-sama kita bisa menghadirkan keberkahan itu. 

Salurkan CSR (corporate social responsibility), zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirtojiwo 

Persiapan menghadapi kemungkinan PHK-1

phk-529x353Di saat situasi ekonomi tidak menentu seperti saat ini, kemungkinan terjadi PHK secara tiba tiba cukup besar. Saya kira akan sangat baik bila kita selalu siap menghadapi PHK.

Saya mempunyai kenalan, sekarang sudah almarhum, yang jatuh dan tidak bisa bangkit lagi karena PHK. Teman saya tersebut tidak pernah membuat persiapan terhadap kemungkinan terjadinya PHK.

Mereka, teman saya tersebut dan istrinya , kedua-duanya bekerja, namun di perusahaan yang berbeda. Mereka membeli rumah melalui KPR komersial, bukan KPR BTN. Ketika ekonomi dan penghasilannya sedang membaik, mereka bukannya menabung atau segera melunasi utangnya, namun malah meminjam uang lagi dari bank untuk memperbesar rumahnya., membeli mobil, dll.  Ketika keduanya di PHK saat krisis ekonomi tahun 1998, ekonomi keluarga mereka menjadi oleng. Suaminya kemudain terkena stroke. Karena keterbatasan keuangan, mereka tidak kuat mengobati penyakitnya dengan benar sehingga sang suami akhirnya meninggal.

Syukur dari dulu hingga sekarang saya bekerja di suatu organisasi yang tidak mudah memecat pegawainya, dulu sebagai PNS dan sekarang sebagai PNS internasional (international civil servant) karena saya bekerja di PBB. Meskipun demikian, saya kira tidak ada salahnya bila kita mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan di PHK.

Dibawah ini saya kutipkan beberapa nasehat dalam mempersiapkan diri menghadapi PHK:

Pertama, sadari dan tanamkan dalam hati bahwa jika kita tidak siap, PHK dapat menghancurkan kita secara finansial. Hal ini penting agar kita mau membuat dan mengikuti anggaran belanja keluarga bulanan,  dan mau melakukan segala upaya untuk segera keluar dari hutang. Kita juga harus hati-hati dalam mempertimbangkan setiap pinjaman yang akan kita ambil, dan memahami dengan benar segala konsekuensi jika kita tidak mampu membayar kembali segala pinjaman tersebut. Jika anda kehilangan pekerjaan namun  selama ini anda sudah patuh membuat dan mengikuti anggaran belanja keluarga anda, jauh lebih mudah bagi anda untuk melihat apa yang perlu diubah saat anda baru di PHK  dan ketika sedang mencari pekerjaan baru.

Bersambung
Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo

Membayar hutang-1

kaos-sedekahSalah satu masalah yang terkait dengan gangguan jiwa adalah masalah keuangan keluarga.Kebetulan, saya menemukan beberapa kisah tentang orang orang yang bisa lepas dari lilitan hutang. Saya coba sampaikan ringkasan kisahnya. Semoga pembaca bisa mengambil hikmahnya:
1. Kisah tentang Abdullah yang saya ambil dari http://www.7kids.co.cc/kisahtauladan/kisah_sedekah

 Abdullah, seorang pegawai dengan gaji bulanan 4000 Riyal menghadapi pelbagai masalah kewangan dan hutang.  Beliau bercerita: Saya menyangka bahawa saya akan hidup dalam keadaan ini sehingga mati dan keadaan saya tidak akan berubah buat selama-lamanya. Apa yang paling saya takuti ialah saya akan mati dalam keadaan berhutang yang bertambah pada setiap detik. Keperluan hidup benar-benar menyesakkan saya. Pada suatu hari saya pergi berehat di tempat-tempat orang muda yang mempunyai masalah seperti saya. Tujuan saya pergi ke sana ialah untuk meringankan bebanan diri saya dengan mendengar masalah orang lain. Pada hari tersebut terdapat salah seorang kawan yang saya hormati pandangannya lalu saya mengadukanperihal saya kepadanya. Beliau lalu menasihatkan agar saya mengkhususkan suatu bahagian daripada gaji bulanan saya untuk sedekah. Saya menjawab: “Saya makan pun tak cukup macam mana nak sedekah ?”

Apabila saya balik ke rumah saya bercerita kepada isteri saya tentang apa yang berlaku. Isteri saya berkata: “Apa kata kita cuba dan mungkin Allah akan membuka jalan bagi kita.” Saya lalu menjawab: “Oleh yang demikian saya akan mengkhususkan 300 Riyal daripada gaji bulanan untuk sedekah.” Demi Allah selepas itu hidup saya mula berubah. Perasaan lapang mula menyelubungi saya dan saya menjadi sangat optimistik. Selepas dua bulan, hidup saya mula menjadi teratur semula. Saya mengecap barakah dalam gaji saya yang saya tidak pernah temui sebelum ini. Saya mendapat kekuatan pengurusan sehingga saya boleh menjangkakan bila hutang saya akan selesai.

Selepas beberapa lama salah seorang saudara saya memulakan perniagaan hartanah dan setiap kali saya mendapatkan seorang ahli syer yang baru maka saya mendapat komisen. Segala puji bagi Allah, saya merasakan bahwa hutang-hutang saya akan habis dalam tempoh yang dekat. Setiap komisen yang saya dapat juga saya tidak lupa memperuntukkan satu bahagian untuk sedekah. Demi Allah, sesungguhnya sedekah itu tidak akan mengetahui kelebihannya melainkan orang yang telah mengecapinya. Bersedekahlah dan bersabar nescaya anda akan lihat kebaikan dan keberkatan dengan izin Allah.

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo

Cara mengatasi perasaan tidak berdaya (learned helplessness)-3

Ibu Sumirah

Ibu Sumirah

Tulisan ini merupakan lanjutan tulisan sebelumnya.

Pada saat ini, dengan telah mengguritanya system kapitalisme , maka sebagian besar pekerja akan sangat sulit untuk dapat hidup berkecukupan. Bagi kebanyakan pekerja, termasuk pegawai negeri sipil, gaji mereka hanya cukup untuk hidup pas-pasan. Cari tambahan penghasilan yang halal juga tidak gampang.Sebagian besar waktu, tenaga dan pikiran sudah tersedot oleh pekerjaan yang ditekuninya sekarang. Tidak cukup tabungan tersedia untuk memulai usaha sampingan.

Bagaimana caranya menembus batas dan perangkap yang menjerat?

Kita perlu belajar dari orang orang yang telah terbukti mampu mengatasi semua rintangan tersebut. Ada beberapa teladan yang akan saya ulas sebagai pelajaran.

  1. Ibu Sumirah, seorang ibu tamatan SMP yang bekerja sebagai tukang pijat, tukang sol sepatu, buruh pabrik. Beliau mampu mempunyai penghasilan (tahun 2008) sebesar Rp 2 juta perhari. Dia terapkan nasihat ayahnya.  ‘Kalau kamu punya rezeki, 50 persen untuk kamu dan 50 persen lagi untuk mushala. Pasti rezeki itu akan barokah’,”
    Pesan almarhum ayahnya terus diingat Sumirah. Setiap rupiah yang dihasilkan selalu disisihkan untuk mushala. Ketika SD dan tinggal di Pacitan, orderan memijat datang hingga Madiun, bahkan Semarang. Saat SMP Sumirah dan kakaknya hijrah ke Jakarta. Di kota megapolitan ini Sumirah tidak tertarik mencicipi pekerjaan lain. Kebetulan, kemampuan memijatnya tersohor hingga ke Jawa Barat. Pada 1986 Sumirah dan suami mencari peruntungan di Surabaya. Di kota ini selain tetap memijat, ia bekerja di pabrik PT Horison Sintex (sekarang Lotus). Ia hanya masuk pabrik hari Selasa, Rabu, dan Kamis.Dia menyisihkan 50% penghasilannya untuk membangun mushola, memperbaiki jalan dikampungnya, dan membuat serta mengelola panti asuhan. Silahkan kunjungi Ibu Sumirah di Panti Asuhan Amanah sekaligus rumahnya di Jalan Pandugo Gg II Nomor 30 B, Rungkut.

Bersambung

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo

Wifi gratis

11418258_1042599875750968_946290907_nBerkat dukungan Pemerintah Daerah Kabupaten Purworejo, maka di Tirto Jiwo tersedia fasilitas wifi.

Kami sengaja tidak memasang password, sehingga masyarakat sekitar, terutama anak anak dapat memanfaatkannya.

Dalam foto terlihat beberapa anak anak memanfaatkan fasilitas wifi dengan berada disekitar bangunan Tirto Jiwo.

 

Semoga Tirto Jiwo dapat membawa keberkahan, tidak hanya kepada penderita gangguan jiwa, namun juga kepada masyarakat sekitar.   11292959_1042617165749239_1421161621_n11303524_1042611335749822_1401643520_n

Mekanisme pertahanan jiwa

Di badan manusia ada system kekebalan tubuh yang akan melawan bila ada benda asing (bibit penyakit, atau benda biasa) masuk kedalam tubuh. Bila ada bakteri atau virus masuk ke dalam tubuh, maka sel sel lymphocyte akan bergerak untuk melawan bakteri atau virus tersebut. Sayangnya, mekanisme kekebalan tubuh tersebut dapat keliru dan bahkan menyebabkan terjadi penyakit autoimmune.

Begitu pula halnya dengan jiwa. Dalam jiwa manusia juga ada mekanisme pertahanan (defence mechanism) untuk menghadapi atau mengatasi pengalaman buruk, kehilangan, kejadian yang memalukan, dan lain lain.

Mekanisme ketahanan jiwa tersebut biasanya berkembang sejalan dengan kematangan jiwa seseorang. Sayangnya, meskipun seseorang telah mencapai usia dewasa, kadang jiwanya tidak berkembang sejalan dengan perkembangan usia tersebut. Beberapa orang dewasa masih memakai mekanisme ketahanan jiwa anak anak (penolakan/ denial, distortion, projection), mekanisme kurang dewasa (regresi, hypochondriac, dll), atau mekanisme neurotic (dissociation, displacement).

Penderita gangguan jiwa biasanya mempunyai mekanisme pertahanan jiwa yang kurang sehat (kekanak-kanakan atau narcisstic defence, immature defence dan neurotic defence) dengan mekanisme pertahanan jiwa yang sehat dan matang.

Jiwa yang sehat dan matang mampu berkorban untuk orang lain (altruism), mampu mengantisipasi (contoh: mau belajar agar lulus ujian nantinya), mampu mengurangi kecintaan kepada dunia (asceticism) sehingga tidak hancur hatinya ketika kehilangan sesuatu, mampu menciptakan tujuan yang bersifat luhur dan dapat diterima masyarakat (sublimasi) dan mampu menekan (suppression) keinginan keinginan atau pikiran pikiran negative.

Seri wirausaha sosial: lapangan perkerjaan penderita gangguan jiwa (1)

Di berbagai negara maju, masih banyak penderita gangguan jiwa yang telah pulih, namun hidup dengan sumbangan sosial dari pemerintah. Hanya sekitar 25% penderita gangguan jiwa yang pulih dan bekerja secara penuh.

Di Indonesia, karena belum adanya jaminan sosial dari pemerintah, kebanyakan penderita gangguan jiwa menjadi beban keluarganya. Bila keluarga sudah mulai angkat tangan,  sering para penderita tersebut kemudian kambuh kembali dan hidup menggelandang.

Untuk mengatasi hal tersebut, salah satu cara yang dikembangkan adalah dengan membuat berbagai perusahaan dimana sebagian besar pegawainya adalah bekas penderita gangguan jiwa yang telah pulih. Perusahaan perusahaan tersebut didirikan tidak semata mata untuk mengejar keuntungan, namun mereka mempunyai misi sosial yaitu memberikan pekerjaan kepada bekas penderita gangguan jiwa. Perusahaan perusahaan tersebut juga bisa menjadi tempat pelatihan kerja bagi mereka.

Salah satu perusahaan yang memperkerjakan para bekas penderita gangguan jiwa adalah A-Way, sebuah perusahaan pengantar surat dan dokumen (courier service) di kota Toronto, Kanada (http://www.awaycourier.ca/ ).

A-Way didirikan pada tahun 1987. Perusahaan tersebut memperkerjakan para penderita gangguan jiwa yang telah pulih menjadi pengantar surat dan dokumen dengan mempergunakan transportasi umum yang ada di kota Toronto. Setiap hari, para pekerjanya mengambil surat dan dokumen, kemudian mengantarkannya ketempat tujuan di dalam kota Toronto. Saat ini jumlah pegawainya mencapai 70 orang.

Biaya antar surat/ dokumen di A-Way cukup bersaing dibanding perusahaan swasta lainnya. Hasil kerja mereka juga dapat diandalkan. Mereka berani menjamin bahwa semua surat akan sampai ke tujuan pada hari yang sama. Hingga saat ini, setelah berjalan selama 25 tahun lebih, perusahaan A-Way mempunyai sekitar 1900 pelanggan.

Bagi para pegawainya, A-Way tidak semata mata sebagai tempat kerja biasa. Mereka sudah menganggap A-way sebagai sebuah keluarga besar. Mereka mendapat gaji yang layak, bisa mendapat kepuasan dan kebanggan karena bisa hidup mandiri, dan bisa bergaul serta bertemu dengan masyarakat luas.

Kunci Indonesia Bebas Pasung: psikoedukasi keluarga

Saat ini pemerintah telah mencanangkan Indonesia bebas pasung. Obat-obatan telah tersedia gratis (bagi yang tidak mampu) dan semua rumah sakit jiwa juga telah mendukung program tersebut. Meskipun demikian, program tersebut masih jauh dari berhasil. banyak hal bisa diperbaiki. Salah satu kuncinya adalah tidak dialkukannya psikoedukasi terhadap keluarga penderita gangguan jiwa.

Di dunia kedokteran, psikoedukasi bagi keluarga telah diakui manfaatnya. National Institute for Health and Care Excellence (NICE) yang diakui otoritasnya dalam menentukan terapi di bidang kesehatan dari Inggris telah menyatakan bahwa psikoedukasi bermanfaat dan dapat menurunkan kekambuhan. Di Inggris, setiap pasien yang menderita gangguan jiwa maka keluarganya akan mendapat psikoedukasi.

Psikoedukasi bagi keluarga penderita gangguan jiwa berlangsung selama 8-12 bulan. Sessi pertama adalah pertemuan bersama antara pihak pemberi pelayanan psikoedukasi dengan pasien dan keluarganya untuk saling berkenalan dan membuat komitmen bersama.

Pada pertemuan kedua, selama 1 hari, keluarga pasien akan diberi pelajaran tentang seluk beluk gangguan jiwa, bagaimana cara membantu penderita gangguan jiwa agar tidak kambuh serta teknik teknik mengatasi gejala gangguan dan mendukung pemulihannya. Setelah itu, dalam bulan bulan awal, keluarga pasien (bisa beberapa keluarga bergabung) pertemuan diadakan setiap 2 minggu sekali dan kemudian pertemuan diadakan sebulan sekali hingga 8-12 bulan.

Dalam setiap pertemuan dalam psikoedukasi tersebut dibahas permasalahan permasalahan yang dihadapi, misalnya; bagaimana mengatasi halusinasi, bagaimana menciptakan lapangan kerja bagi penderita gangguan jiwa, dll.

Bagaimana di Indonesia? Indonesia bisa menerapkan psikoedukasi bagi keluarga dengan menggerakkan relawan kesehatan jiwa atau petugas kesehatan jiwa masyarakat. Tugas relawan kesehatan jiwa atau petugas kesehatan jiwa masyarakat adalah melaksanakan psikoedukasi bagi keluarga pasien yang ada di wilayah kerjanya.

Koperasi penderita gangguan jiwa

Penderita gangguan jiwa sering menganggur, tidak punya penghasilan dan jadi beban keluarga.

Salah satu cara untuk mengatasinya adalah dengan membentuk sebuah koperasi dimana anggotanya campuran antara penderita gangguan jiwa, tenaga kesehatan dan para donatur.

Di kota Chania, Yunani ada sebuah koperasi bernama Chania Social Cooperative yang anggotanya sebagian adalah para penderita gangguan jiwa. Chnia Social Cooperative membuat beberapa jenis usaha, seperti:

  • toko souvenir
  • usaha cuci mobil
  • kantin

Di Perancis juga ada La Fageda, sebuah koperasi yang hampir separuh anggotanya adalah penderita gangguan jiwa.La Fageda, didirikan oleh seorang psikolog bernama Cristobal Colon, bergerak dalam bidang peternakan dan pengolahan susu sapi.

Insya Allah, Tirto Jiwo nantinya juga akan mendirikan sebuah koperasi dimana sebagian anggotanya adalah para penderita gangguan jiwa. Mereka bisa bekerja di koperasi dan mendapatkan bagian keuntungan. Dengan demikian, diharapkan, para penderita gangguan jiwa tidak lagi menjadi beban keluarganya.

Rahasia rezeki (4): dampak hidup dekat dengan Al quran

Di kampung dimana saya dibesarkan, saya kenal dengan seorang ustadz yang walaupun hanya mengelola mushola kecil, namun bisa hidup berkeluarga, punya rumah dan mempunyai kendaraan sepeda motor. Tetangga saya, yang rajin sholat berjamaah di mushola tersebut, juga bisa hidup wajar walaupun sederhana. Dilain pihak, banyak orang yang mempunyai status sosial lebih tinggi (pegawai negeri, lurah, dll) namun terjebak dalam hutang. Hidup mereka selalu gelisah karena dikejar kejar hutang.

Disebuah blog (http://mybothsides.blogspot.in/) ada cerita penulisnya tentang manfaat sholat tepat waktu. Setelah berusaha untuk selalu sholat tepat waktu, berbagai urusan kantor juga menjadi lebih tertata, tidak saling bertabrakan seperti sebelumnya.

Dalam kaitan dengan Al quran ini saya punya pengalaman menarik. Tergerak karena mendengarkan ceramah ustadz Yusuf Mansur, walaupun membaca Al Quran saja masih patah patah, di usia 57 tahun, ditengah kesibukan kerja, saya mulai menghapal Al Quran. Saya mulai dengan menghapal surat surat pendek dalam juz 30. Begitu mulai menghapal Al Quran, saya tiba tiba mendapat ide yang bisa saya pakai untuk memecahkan masalah pekerjaan di kantor yang selama ini berjalan tersendat-sendat.

Ketika saya sampai ke Surat Al Bayyinah, ada sebuah ayat yang menurut ukuran saya cukup panjang dan membuat saya kesulitan dalam menghapalnya. Akhirnya, hapalan saya macet. Ternyata macetnya kegiatan saya dalam menghapal Al Quran membuat beberapa urusan di kantor/ di rumah saya juga ikut macet. Urusan saya yang macet tersebut adalah: spare-part mobil yang harus di-import dari Jepang, perpanjangan passport (UNLP) yang prosesnya bertele-tele, pengurusan pensiun PNS yang macet (berkas hanya disimpan/ dimasukkan kedalam laci oleh staf bagian gaji).

Alhamdulillah, ketika saya mulai sekuat tenaga memulai lagi menghapal Al Quran, persoalan persoalan yang saya hadpi juga mulai terlihat jalan keluarnya. Mungkin ini salah satu manfaat bila kita mau menghapal Al Quran, bertaqwa kepada Allah.