Lima (5) Cara melatih kesabaran

Artikel ini lanjutan artikel sebelumnya yang mengulas tentang pentingnya kesabaran

kata-kata-doa-sabar-dan-ikhlasKesabaran membuat seseorang memiliki beberapa kelebihan, seperti: lebih sehat jiwanya, lebih jarang sakit, lebih sukses dan punya banyak teman.

Untungnya, kesabaran bisa dilatih atau ditingkatkan.

Berikut ini, beberapa metode untuk meningkatkan kesadaran:

  1. Mengubah persepsi tentang sesuatu masalah atau situasi. Bila kita terjebak macet, jangan umbar kemarahan atau kegelisahan. Anggap macet dijalanan sebagai kesempatan untuk dzikir, menghapalkan al quran. Bila kita membuat janji dan teman datang terlambat, jangan berpikir negatif tentang teman tersebut, manfaatkan waktu menunggu untuk melakukan kegiatan positif yang bisa dilakukan.
  2. Latihan bersyukur. Dengan banyak bersyukur membuat seseorang lebih sabar, lebih tahan menghadapi penderitaan dan mampu menunda kesenangan kecil untuk mendapatkan kesenangan yang lebih besar nantinya.
  3. Puasa. Berpuasa adalah latihan untuk menahan atau mengendalikan diri, menahan penderitaan, menunda kesenangan. Dengan kata lain, berpuasa melatih orang untuk bersabar.
  4. Segala sesuatunya bersifat sementara. Hidup didunia penuh dengan perubahan. Segala sesuatunya berubah. Begitu pula penderitaan atau cobaan yang kita alami tidaklah bersifat tetap, dan hanya sementara sifatnya. Setiap kesulitan akan diikuti dengan kemudahan. Dengan berpegang pada kepercayaan diatas, maka seseorang akan lebih tahan dan lebih sabar menghadapi penderitaan.
  5. Perbanyak berdoa dan memohon pertolongan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dengan banyak berdoa dan menyerahkan segala permasalahan kepada Tuhan, maka seseorang akan menjadi lebih sabar dan lebih tahan menghadapi masalah atau penderitaan.

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo 

Pemulihan gangguan jiwa (7): pemicu kambuh

Artikel sebelumnya klik disini

300x200xMeeting-Of-Support-Group-46460161-300x200.jpg.pagespeed.ic.BfeVGt3C-QSalah satu strategi mencegah kambuh adalah dengan mengenali faktor pemicu munculnya kekambuhan.

Biasanya kambuh tidak muncul tanpa sebab, tetapi dipicu oleh adanya faktor pemicu.

Beberapa faktor pemicu yang biasanya mendorong kambuh, antara lain:

  • Tidak mau minum obat. Bila daya tahan jiwa belum kuat, namun tidak mau minum obat, maka biasanya dalam waktu beberapa minggu atau beberapa bulan tidak minum obat, penderita akan kambuh lagi sakitnya. Bila tidak ingin minum obat, daya tahan jiwa harus diperkuat terlebih dahulu dan obat dikurangi sedikit demi sedikit sesuai dengan kondisi jiwa yang bersangkutan.
  • Minum alkohol atau narkoba
  • Kurang tidur atau banyak begadang
  • Konflik dengan anggota keluarga atau teman
  • Berada dalam situasi yang membuat stress atau tertekan, baik di sekolah, di rumah atau ditempat kerja.

Faktor pemicu antara satu orang dengan orang lainnya sering berbeda beda. Pemicu bagi seseorang belum tentu jadi pemicu bagi orang lainnya. Oleh karena itu, masing masing penderita dan keluarganya perlu mengenali faktor pemicu kekambuhan tersebut.

Dengan mengenali faktor pemicu, maka pemicu tersebut dapat dihindari atau paling tidak dikurangi atau dilemahkan dampaknya sehingga tidak sampai memicu kekambuhan/

Bersambung

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo 

Jiwa yang rapuh (1)

_78820370_pochettino_paMengapa seseorang memilih menganggur dari pada bekerja seadanya? Apakah hanya karena mereka malas dan tidak mau bersusah payah, ataukah ada alasan yang lebih mendasar sifatnya?

Para penganggur biasanya mempunyai salah satu atau beberapa sifat yang sering ada pada seseorang dengan jiwa lemah, seperti: tidak tabah, tidak percaya diri, tidak tahan kritik, menjaga gengsi secara berlebihan dan tidak mau dipandang rendah. Sifat sifat tersebut membuat mereka tidak tahan bila harus bekerja seadanya, seperti: menjadi pedagang kaki lima, buruh, pembantu rumah tangga. Paksaan untuk bekerja seadanya akan dapat membuat mereka menjadi gila, marah marah, depresi, atau berperilaku tidak sehat lainnya.

Bila jiwa rapuh yang dimiliki para penganggur diganti dengan jiwa sehat dan tahan banting, tanpa disuruhpun mereka akan keluar rumah dan bekerja membanting tulang.

Jiwa yang lemah juga dipunyai oleh kebanyakan orang yang sudah bertahun-tahun terjebak hutang dan tidak mampu melunasinya. Hanya dengan terlebih dahulu mengubah jiwanya yang lemah menjadi sehat dan tahan banting, maka mereka baru akan mampu melunasi hutangnya.

Ustadz Yusuf Mansur mulai mampu melunasi hutangnya setelah berjualan es di terminal Kali Deres, rajin bersedekah, menghapal Al Quran, dan banyak melakukan amal kebajikan lainnya. Hal hal tersebut membuat jiwanya menjadi lebih sehat dan kuat sehingga mampu menemukan jalan yang semula tertutup.

Bersambung

artikel terkait: jiwa sehat vs jiwa rapuh

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo 

Sisi lain dari kecemasan (anxiety)-3

washmeTulisan ini merupakan kelanjutan artikel sebelumnya

Apa dampaknya bila kecemasan yang timbul dari masalah yang tidak selesai tersebut dibawa terus?

Kecemasan yang berkepanjangan dapat mendorong timbulnya penyakit jasmani, seperti: tekanan darah tinggi, jantung, gangguan kekebalan tubuh, stroke, gula darah, dan penyakit jasmani lainnya.

Kecemasan yang berkelanjutan juga membuat seseorang mencoba mengatasi hal tersebut dengan cara yang tidak sehat, sehingga menimbulkan berbagai gejala gangguan kejiwaan. Jenis gejala yang muncul tergantung dari permasalahan yang ada dan bagaimana perasaan yang bersangkutan terhadap masalah yang ada

  • menjadi depresi, badan terasa lemah, sedih berkepanjangan, tidak ada gairah hidup.
  • mengalami halusinasi, yang paling sering berupa halusinasi suara. Yang bersangkutan sering mendengar suara atau bisikan dari seseorang yang sebenarnya tidak ada. bisikan bisikan itu dapat berasal dari satu orang atau lebih, ada yang bersikap bersahabat namun sering juga ada yang bersikap kasar dan menghina atau memerintah dan mengancam.
  • waham curiga. Merasa ada orang yang akan menangkap, mencelakakan atau berbuat jahat terhadap dirinya. Bentuk kecurigaan itu dapat berupa takut diracun lewat makanan sehingga tidak mau makan kecuali dia sendiri yang masak, takut ada kuman atau racun ditangannya sehingga sering mencuci tangan sampai lecet-lecet.
  • hidup dalam alam khayalnya karena tidak kuat menanggung beban yang terlalu berat ketika hidup dialam kenyataan.

Semua gejala gangguan jiwa, seperti halusinasi atau waham tersebut akan hilang dengan sendirinya bila masalah utama yang menimbulkan kecemasan dapat diselesaikan. Tantangannya adalah bagaimana membuat yang bersangkutan mau menyadari dan menerima atau memecahkan masalah yang dialaminya

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo 

Sisi lain dari kecemasan (anxiety) -1

anxiety-symptoms-cartoonKecemasan (anxiety) adalah suatu kondisi dimana seseorang merasa khawatir yang cukup berat yang menimbulkan perubahan pada tubuh, seperti tekanan darah yang naik, otot otot tubuh yang tegang, berkeringat, pikiran yang kacau dan gelisah.

Anxiety merupakan suatu reaksi yang  muncul terhadap kejadian yang menekan jiwa (stressful). Bila anxiety muncul ketika kita membuat kesalahan dan kemudian dipanggil atasan, itu adalah suatu reaksi psikologis yang normal. Dengan menghadap atasan, mengakui kesalalahan, minta maaf, dan berjanji dengan sungguh sungguh untuk tidak akan mengulangi kesalahan yang sama, maka masalah selesai dan kecemasan akan hilang dengan sendirinya.

Pada sebagian orang, karena kelemahan dan ketidak matangan jiwanya, mereka tidak memilih cara penyelesaian diatas. Mereka sering memilih cara penyelesaian yang tidak optimal, seperti misalnya: mengalami sakit perut dan minta ijin pulang ke rumah, mencari-cari kesalahan atasan dan mengancamnya akan melaporkan ke KPK, menangis, menjelek-jelekkan atasan dan mencap sebagai pemimpin yang jelek, menjadi sangat sopan dan takut terhadap atasan meskipun didalam hatinya merasa benci. Dengan bersikap seperti itu, maka yang bersangkutan akan dapat mengalami kecemasan yang berkepanjangan.

Belajar dari contoh diatas, bila kita sampai mengalami suatu kecemasan yang berkepanjangan, artinya ada suatu masalah stressful yang tidak atau belum terselesaikan.

Masalah yang belum terselesaikan itu dapat berupa kejadian masa lalu yang menyakitkan atau trauma (misalnya: sering dihukum dengan keras oleh orang tua yang tidak sebanding dengan kesalahan, mengalami pelecehan seksual.

Bersambung

Sumber bacaan: http://tinybuddha.com/blog/the-gift-of-anxiety-7-ways-to-get-the-message-and-find-peace/

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo 

Persiapan menghadapi kemungkinan PHK-1

phk-529x353Di saat situasi ekonomi tidak menentu seperti saat ini, kemungkinan terjadi PHK secara tiba tiba cukup besar. Saya kira akan sangat baik bila kita selalu siap menghadapi PHK.

Saya mempunyai kenalan, sekarang sudah almarhum, yang jatuh dan tidak bisa bangkit lagi karena PHK. Teman saya tersebut tidak pernah membuat persiapan terhadap kemungkinan terjadinya PHK.

Mereka, teman saya tersebut dan istrinya , kedua-duanya bekerja, namun di perusahaan yang berbeda. Mereka membeli rumah melalui KPR komersial, bukan KPR BTN. Ketika ekonomi dan penghasilannya sedang membaik, mereka bukannya menabung atau segera melunasi utangnya, namun malah meminjam uang lagi dari bank untuk memperbesar rumahnya., membeli mobil, dll.  Ketika keduanya di PHK saat krisis ekonomi tahun 1998, ekonomi keluarga mereka menjadi oleng. Suaminya kemudain terkena stroke. Karena keterbatasan keuangan, mereka tidak kuat mengobati penyakitnya dengan benar sehingga sang suami akhirnya meninggal.

Syukur dari dulu hingga sekarang saya bekerja di suatu organisasi yang tidak mudah memecat pegawainya, dulu sebagai PNS dan sekarang sebagai PNS internasional (international civil servant) karena saya bekerja di PBB. Meskipun demikian, saya kira tidak ada salahnya bila kita mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan di PHK.

Dibawah ini saya kutipkan beberapa nasehat dalam mempersiapkan diri menghadapi PHK:

Pertama, sadari dan tanamkan dalam hati bahwa jika kita tidak siap, PHK dapat menghancurkan kita secara finansial. Hal ini penting agar kita mau membuat dan mengikuti anggaran belanja keluarga bulanan,  dan mau melakukan segala upaya untuk segera keluar dari hutang. Kita juga harus hati-hati dalam mempertimbangkan setiap pinjaman yang akan kita ambil, dan memahami dengan benar segala konsekuensi jika kita tidak mampu membayar kembali segala pinjaman tersebut. Jika anda kehilangan pekerjaan namun  selama ini anda sudah patuh membuat dan mengikuti anggaran belanja keluarga anda, jauh lebih mudah bagi anda untuk melihat apa yang perlu diubah saat anda baru di PHK  dan ketika sedang mencari pekerjaan baru.

Bersambung
Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo

2 langkah untuk menghentikan rumination

RuminateRumination adalah suatu pikiran yang mucul (tanpa disengaja, tanpa disadari) tentang suatu kejadian dimasa lalu yang tidak mengenakkan. Pikiran yang muncul tersebut biasanya hanya meliputi gejala/ perasan yang muncul, penyebab dan dampak dari kejadian tersebut. Dalam rumination tidak pernah muncul pikiran tentang cara memecahkan masalah tersebut.

Karena masalahnya tidak pernah diselesaikan atau dicari jalan keluarnya, maka masalah tersebut tetap ada dan muncul dalam pikiran kita.

Misalnya: kita sering teringat ketika ditertawakan karena kita menyanyi dengan suara yang false, tidak karuan. yang muncul adalah perasaan malu, hilang muka, menyesal, mengapa waktu itu bersedia maju kepanggung, dan dampak negative dari menyanyi dengan suara jelek di panggung.

Rumination kadang dapat menyebabkan gangguan psikologis, karenamemikirkan kejadian masa lalu seperti penyesalan, sedih, kecewa, marah (tapi tanpa ada usaha atau pikiran untuk mencari jalan keluarnya).

Langkah yang perlu dilakukan untuk menghentikan rumination:

  1. Melakukan kegiatan kegiatan yang mendukung munculnya pikiran positif. Rumination biasanya muncul ketika pikiran kita sedang menganggur atau terlibat dalam kegiatan yang positif. Agar rumination berkurang kita perlu banyak melakukan kegiatan kegiatan positif, seperti melakukan hobi, olah raga, jalan jalan ke alam, melakukan pekerjaan rumah, mengobrol dengan teman, melakukan kegiatan menolong orang lain atau bekerja bakti.
  2. Memecahkan masalah yang jadi penyebab rumination. Rumination muncul karena masalah tersebut selalu dipikirkan, tetapi tidak dicari jalan keluarnya. Misalnya, bila menyanyi ngawur yang menjadi rumination, maka kita segera cari jalan keluarnya (belajar menyanyi dirumah, ikut kursus menyanyi, bila diminta menyanyi selalu minta ada yang menemani, dll). Dengan menerapkan jalan keluar dari masalah, maka rumination akan hilang dengan sendirinya.

Sumber bacaan: http://psychcentral.com/blog/archives/2011/01/20/why-ruminating-is-unhealthy-and-how-to-stop/

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo

Cara tidak sehat dalam mengatasi stress (2)

169a24642604e1aeff9ed1f6f914b57dTulisan ini merupakan lanjuta dari artikel sebelumnya

Beberapa cara mengatasi stress secara tidak sehat:

  • Menyalahkan orang lain secara berlebihan hingga menyakiti orang lain. Untuk mengatasi ketidak mampuannya dalam menyelesaikan suatu masalah, seseorang kadang menyalahkan orang lain. Dalam tingkatan yang lebih ekstrim, maka yang bersangkutan dapat melakukan tindakan yang menyakiti orang lain. Bentuk menyakiti orang lain dapat berupa membuat lelucon yang menyakitkan hati, hingga secara nyata melempar barang atau mencoba melukai orang lain yang dianggap bertanggung jawab atas masalah yang terjadi.
  • Lari dari kenyataan dengan bersikap menyangkal, masa bodoh hingga hidup dalam alam khayalan. Sikap mengatasi masalah dengan bersikap menyangkal (menolak/ denial) terhadap kenyataan masih dapat dikatakan dalam tingkat normal. Bila sudah mulai bersikap masa bodoh, atau bahkan mulai hidup dalam khayalan, maka coping strategi tersebut sudah mulai menjadi penyakit. Salah satu coping strategi yang banyak dijumpai pada penderita gangguan jiwa adalah mencoba mengatasi masalah dengan hidup dalam alam khayal.
  • Memanipulasi lingkungan secara berlebihan. Kecemasan akibat takut akan adanya kuman penyakit dapat menyebabkan seseorang mandi berkali kali (hingga 10 kali) dalam sehari, mencuci tangan dengan sikat berkali kali hingga tangan lecet, takut kemalingan dengan mengunci pintu berkali-kali atau memasang pengaman berlapis secara berlebihan. Mekanisme coping dengan memanipulasi lingkungan secara berlebihan terjadi pada penderita dengan obsessive compulsive disorder.
  • Terlalu sensitive. Karena pernah mengalami trauma berat (mengalami kecelakaan sehingga hampir meninggal, diperkosa, ikut dalam pertempuran, dll), mereka sering menjadi sangat sensitive terhadap hal hal yang mengingatkan mereka dengan kejadian masa lalu yang traumatis. Misalnya, seorang tentara AS yang pernah hampir mati karena ranjau darat (biasanya ditanam dipinggir jalan), maka ketika pulang ke Amerika bila mengendarai mobil selalu berada ditengah jalan (tidak berani berada dipinggir jalan).

Semoga bermanfaat

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo

5 Karakteristik yang membuat jiwa tahan banting (2)

LifeSmart-diagramTulisan ini merupakan kelanjutan dari artikel sebelumnya

Beberapa karakteristik atau kemampuan yang membuat seseorang tahan banting ketika menghadapi badai kehidupan:

  • Mampu mengenali dan mengendalikan emosinya (Emotional awareness). Agar jiwa tahan banting, maka yang bersangkutan perlu mempunyai kemapuan mengenali emosi yang muncul dalam dirinya dan segera dapat mengendalikan emosinya tersebut. Emosi yang tidak terkendali tidak hanya merusak pertemanan atau persahabatan, namun juga dapat merusak diri yang bersangkutan. Banyak orang yang tidak dapat mengendalikan amarahnya dan kemudian menyesal setelah kemarahan tersebut membawa dampak buruk terhadap dirinya. Berbagai teknik atau metode untuk mengendalikan emosi telah dibahas dalam situs ini. Kemampuan mengendalikan emosi tidak dapat dipelajari dalam satu atau dua hari. Ketrampilan tersebut perlu dilatih sejak kanak kanak dan diharapkan kita sudah cukup trampil ketika menginjak dewasa.
  • Mempunyai ketrampilan praktis untuk hidup (Skills for living). Ketrampilan praktis yang perlu dipunyai, misalnya: ketrampilan dalam memecahkan masalah (problem solving skills), ketrampilan dalam mengatur keuangan pribadi, ketrampilan bergaul dan menjalin persahabatan, ketrampilan mengendalikan atau mengatur waktu, dan berbagai ketrampilan praktis lainnya yang diperlukan dalam kehidupan. Sayangnya, ketrampilan ketrampilan praktis tersebut jarang diajarkan di sekolah sekolah formal. Bila seseorang mempunyai ketrampilan ketrampilan tersebut diatas, maka yang bersangkutan dapat memecahkan masalah kehidupan yang dihadapinya. Setidaknya yang bersangkutan tidak perlu terjebak dalam kesulitan karena ketidak tahuannya atau terjebak dalam masalah dan tidak dapat mengatasinya.

Semua kemampuan agar seseorang mempunyai jiwa yang tahan banting perlu diajarkan dan dilatihkan oleh para orang tua kepada anak anaknya dan oleh para guru kepada murid muridnya. Ketrampilan ketrampilan tersebut perlu dipelajari dengan melatihkannya, tidak cukup hanya melalui pemberian teori atau informasi.

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo

10 jalan menuju jiwa tahan banting (1)

resilienceJiwa yang tahan banting (resilience) adalah jiwa yang segera bangkit begitu terkena pukulan atau trauma psikologis yang berat, seperti kehilangan orang yang disayangi, kehilangan pekerjaan, mengalami bencana, terkena penyakit berat, dan lain lain.

Menurut ahli kesehatan jiwa dari Mayo Clinic, sifat utama dari jiwa yang tahan banting adalah: jiwa yang selalu bersyukur (grateful) dan mau berkorban/ menolong orang lain (compassion).

Latihan agar mempunyai jiwa tahan banting perlu diberikan, terutama kepada anak anak hingga mencapai usia dewasa. Jiwa yang tahan banting akan membuat mereka dapat mencapai kesuksesan dan kebahagiaan hidup, meskipun badai kehidupan menghantam.

Berikut ini 10 jalan menuju jiwa yang tahan banting yang disarankan oleh American Psychological Association dalam artikelnya road to resilience:

  • Buat jaringan (get connected). Jangan hidup menyendiri, buatlah jaringan persaudaraan dengan anggota keluarga maupun jaringan persahabatan dengan sebanyak mungkin teman. Ikutlah kelompok kelompok pertemanan (pramuka, karang taruna), kelompok pengajian, dan lain lain. Lakukanlah kegiatan kerja suka rela dan menolong orang yang membutuhkan. Jaringan persahabatan dan kegiatan positif (menolong orang yang membutuhkan) akan membuat jiwa jadi kuat.
  • Hindari melihat krisis (masalah besar) sebagai persoalan yang tidak dapat diatasi. Hal hal yang tidak diinginkan tetap saja akan terjadi dalam hidup ini, namun kita dapat melihat perspektif yang berbeda dari masalah tersebut. Sebuah kecelakaan yang menyebabkan kehilangan kaki, misalnya, bukanlah akhir dari segalanya. Banyak hal dapat dilakukan, meskipun hidup tanpa kedua kaki. Banyak masalah yang dengan berjalannya waktu, akhirnya akan dapat diatasi.
  • Terima bahwa perubahan merupakan bagian dari kehidupan. Tidak ada yang abadi didunia ini. Setiap saat banyak hal berubah. Kendalikan hal hal yang dapat dikontrol dan pasrahkan kepada Tuhan hal hal yang berada diluar kendali kita.

Bersambung

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo