Sosial fobia (1): gejala

Normal normal saja  untuk merasa gugup dalam beberapa situasi sosial. Hal tersebut terjadi bila kita harus pidato atau memberikan presentasi. Namun dalam gangguan kecemasan sosial, juga disebut fobia sosial, interaksi sehari-hari menyebabkan kecemasan yang tidak rasional, rasa takut, kesadaran diri berlebihan dan malu.

Gangguan kecemasan sosial adalah suatu kondisi kesehatan mental  kronis, tetapi pengobatan seperti konseling psikologis, pengobatan dan belajar  keterampilan coping (mengatasi sesuatu masalah)  dapat membantu Anda mendapatkan kepercayaan diri dan meningkatkan kemampuan Anda untuk berinteraksi dengan orang lain.

Gangguan kecemasan sosial mempengaruhi emosi dan perilaku. Hal ini juga dapat menyebabkan gejala fisik yang signifikan. Tanda tanda dan gejala emosi dan perilaku  kecemasan sosial, termasuk:

  •     Takut secara berlebihan ketika berinteraksi dengan orang asing
  •     Takut situasi di mana Anda dapat dinilai
  •     Khawatirkan memalukan atau memalukan diri sendiri
  •     Ketakutan bahwa orang lain akan melihat bahwa Anda terlihat cemas
  •     Kecemasan yang mengganggu rutinitas harian Anda, pekerjaan, sekolah atau kegiatan lain
  •     Menghindari melakukan sesuatu atau berbicara dengan orang karena takut malu
  •     Menghindari situasi di mana Anda mungkin menjadi pusat perhatian
  •     Kesulitan membuat kontak mata
  •     Kesulitan berbicara

Tanda tanda fisik tanda-tanda dan gejala gangguan kecemasan sosial:

  •     Blushing (muka merah)
  •     Berkeringat
  •     Gemetar atau bergetar
  •     Detak jantung cepat
  •     Gangguan perut
  •     Mual
  •     Suara gemetar
  •     Ketegangan otot
  •     Kebingungan
  •     Diare
  •     Tangan dingin, basah

Salurkan CSR (corporate social responsibility), zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirtojiwo 

sosial fobia (3)

Artikel sebelumnya bisa diklik disini

Meskipun gangguan kecemasan sosial umumnya memerlukan bantuan dari seorang ahli medis atau psikoterapis yang berkualitas, Anda dapat mencoba beberapa teknik “self-help” (mengobati diri sendiri) untuk menangani situasi yang dapat memicu gejala sosial fobia.

Hasil gambar untuk kendaraan umumPertama, pertimbangkan untuk mengidentifikasi situasi yang  paling mencemaskan. Kemudian secara bertahap berlatih kegiatan ini sampai hal tersebut tidak atau kurang mencemaskan. Mulailah dengan langkah-langkah kecil dalam situasi yang tidak berlebihan.

Sebagai contoh:

  • Makan dengan teman, kerabat dekat atau kenalan di tempat umum.
  • Membuat kontak mata dan mengembalikan salam dari orang lain, atau menjadi yang pertama untuk menyapa
  • Memberikan seseorang pujian
  • Meminta petugas toko swalayan untuk membantu Anda menemukan barang yang anda perlukn
  • Meminta petunjuk dari orang asing
  • Menunjukkan minat pada orang lain – bertanya tentang anak,  rumah, cucu, hobi atau perjalanan, misalnya
  • Memanggil teman untuk membuat rencana

Pada awalnya, hal tersebut terasa berat. Meskipun demikian, jangan berhenti untuk terus mencoba melakukan kegiatan kegiatan yang membuat anda cemas. Jangan menghindar dari kegiatan tersebut. Dengan secara teratur menghadapi situasi semacam ini, Anda akan terus membangun dan memperkuat keterampilan coping (mengatasi gejala kecemasan).

Teknik-teknik berikut dapat membantu Anda mulai menghadapi situasi yang membuat Anda gugup:

  • Siapkan bahan percakapan. Misalnya, membaca koran untuk mengidentifikasi suatu cerita menarik yang dapat Anda bicarakan.
  • Fokus pada kualitas pribadi yang Anda sukai tentang diri sendiri.
  • Praktek latihan relaksasi.
  • Mengadopsi teknik manajemen stres.
  • Tetapkan tujuan yang realistis.
  • Perhatikan seberapa sering situasi yang anda takutkan akan memalukan  telah benar-benar terjadi. Anda mungkin memperhatikan bahwa apa yan anda takutkan biasanya tidak terjadi.
  • Bila situasi yang memalukan terjadi, ingatkan pada diri Anda bahwa perasaan malu Anda akan berlalu/ hilang.

Hindari menggunakan alkohol untuk menenangkan saraf Anda. Ini mungkin tampak seperti membantu, tetapi dalam jangka panjang dapat membuat Anda merasa lebih cemas.

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo

Sosial fobia (2)

Baca artikel sebelumnya

Penderita sosial fobia mempunyai pola pikir yang kurang sehat yang menyebabkan mereka selalu cemas. Kecemasan pada sosial fobia terutama karena penderita sosial fobia tidak ingin mendapat penilaian yang jelek atau penolakan dari orang lain.

Beberapa belief atau kepercayaan atau pikiran pada diri seorang penderita sosial fobia yang sering ditemui adalah:

  • saya harus kelihatan mampu
  • saya harus kelihatan menarik atau saya akan gagal
  • bila mereka melihat saya cemas atau gelisah, mereka akan menilai bahwa saya lemah
  • bila tidak ada yang bisa saya omongkan atau sampaikan, itu akan jadi bencana
  • mereka akan mulai tidak menyukai saya.

Beberapa pikiran atau belief yang menurut penderita sosial fobia dimiliki orang lain ketika melihat dirinya bila ia tidak bisa tampil dengan baik:

  • orang bodoh
  • orang tersebut kelihatan tidak becul
  • dia tidak bisa mengendalikan dirinya
  • tingkah lakunya aneh.

karena punya pikiran seperti diatas, seorang penderita sosial fobia akan selalu cemas dan menarik diri atau menghindar dari melakukan tuga tugas dimana dia harus tampil atau kelihatan. Untuk itu, dalam mengobati sosial fobia langkah yang harus dilakukan adalah:

  1. Belajar untuk mengidentifikasi pikiran yang lewat di kepala penderita sosial fobia dalam menanggapi peristiwa, dan interpretasi mereka  terhadap  peristiwa dan situasi tersebut.
  2. Belajar bagaimana melihat setiap pikiran-pikiran secara objektif, dan memutuskan apakah pikiran pikiran tersebut mewakili penilaian yang wajar dari situasi (ini untuk menantang mereka agar mempunyai pikiran atau kepercayaan alternatif ).
  3. Menata ulang setiap pikiran yang tidak realistis atau tidak membantu (tidak sehat) dengan cara yang lebih mencerminkan realitas situasi dan lebih membantu dalam kehidupannya.
  4. Menempatkan keyakinan baru yang  lebih bermanfaat dalam praktek dengan mendasarkan perilakunya pada pikiran atau kepercayaan baru tersebut.

Sebagai contoh:

Activating event (A) atau situasi: Minum kopi di cafe.

Belief (B) yang muncul adalah: (1) Tangan saya akan gemetar dan kopi akan tumpah. (2) Saya akan terlihat gemetar, (3) mereka akan mengira saya orang gila.

Sebagai konsekuensi (C), maka yang bersangkutan akan sangat gelisah, cemas. Tanda yang muncul antara lain: gemetar, pucat, berkeringat.

Tentunya seorang penderita fobia sosial akan berkurang cemasnya bila mampu mengubah B (belief) dari kejadian A tersebut dan menerapkannya dalam perilaku yang baru.

Biasanya, terapi kognitif tersebut digabung dengan terapi perilaku. Penderita sosial fobial diminta mengidentifikasi hal hal yang membuatnya cemas. Kemudain bersama terapis, mereka membuat program untuk menghadapi hal hal yang mencemaskan tersebut secara bertahap. Misalnya bila bepergian dengan kendaraan umum membuatnya cemas, maka dibuat program sebagai berikut:

  1. pergi ke terminal dan kemudian kembali kerumah tanpa naik kendaraan umum. Bila berhasil, kemudian lakukan langkah kedua.
  2. pergi ke terminal dan naik kendaraan umum sejauh 1 km dan turun. Bila berhasil, maka lakukan langkah ketiga
  3. pergi ke terminal dan naik kendaraan umum sampai ketempat tujuan. Bila berhasil, langkah berikutnya:
  4. pergi ke terminal, naik kendaraan umum sampai tujuan dan kemudian kembali ke rumah dengan kendaraan umum lagi.

Begitulah, dengan menggarap aspek kognitif dan perilaku, bila perlu ditambah obat, lama kelamaan sosial fobia akan bisa dihilangkan.

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo

Jiwa yang rapuh (2)

EnthusiasmTulisan ini merupakan lanjutan artikel sebelumnya

Begitu pula dengan orang yang macet karirnya. Tanpa terlebih dahulu memperkuat jiwanya, mereka sering tidak mampu menemukan dan menerapkan upaya yang diperlukan untuk mengatasi karir yang macet tersebut.

Ketika saya baru diangkat untuk memegang jabatan setingkat direktur di Kementrian Kesehatan pada awal tahun 2000, saya ajak ngobrol ketiga kepala bagian yang kebetulan lebih senior dari saya.

Tahu nggak, mengapa saya diangkat jadi pejabat eselon 2?: tanya saya kepada mereka.

Tanpa menunggu jawaban dari mereka, langsung saya jawab sendiri: “karena saya baru saja mendirikan panti asuhan”.

Bener Pak Gun? Kalau begitu saya akan ikut menyumbang”: kata dua diantaranya.

Sekitar setahun kemudian, kedua anak buah saya yang menyumbang secara rutin panti asuhan tersebut diangkat menjadi pejabat setingkat direktur juga. Yang seorang menjadi Kepala Biro di Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) dan yang seorang menjadi Kepala Dinas Kesehatan Propinsi di sebuah propinsi di Pulau Jawa.

Sesuai dengan teori mekanisme pertahanan jiwa (defense mechanism) yang dikembangkan oleh Sigmund Freud lebih dari seabad yang lalu, orang orang yang sehat, matang dan kuat jiwanya sering melakukan kegiatan kebajikan (altruisme) dan kegiatan lain yang termasuk dalam mekanisme pertahanan jiwa dewasa atau adaptif. Kegiatan kegiatan tersebut membuat jiwa seseorang menjadi sehat, dewasa dan tahan banting.

Bersambung

Artikel terkait: Jiwa rapuh vs jiwa sehat ; memperkuat ketahanan jiwa

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo 

 

Jiwa yang rapuh (1)

_78820370_pochettino_paMengapa seseorang memilih menganggur dari pada bekerja seadanya? Apakah hanya karena mereka malas dan tidak mau bersusah payah, ataukah ada alasan yang lebih mendasar sifatnya?

Para penganggur biasanya mempunyai salah satu atau beberapa sifat yang sering ada pada seseorang dengan jiwa lemah, seperti: tidak tabah, tidak percaya diri, tidak tahan kritik, menjaga gengsi secara berlebihan dan tidak mau dipandang rendah. Sifat sifat tersebut membuat mereka tidak tahan bila harus bekerja seadanya, seperti: menjadi pedagang kaki lima, buruh, pembantu rumah tangga. Paksaan untuk bekerja seadanya akan dapat membuat mereka menjadi gila, marah marah, depresi, atau berperilaku tidak sehat lainnya.

Bila jiwa rapuh yang dimiliki para penganggur diganti dengan jiwa sehat dan tahan banting, tanpa disuruhpun mereka akan keluar rumah dan bekerja membanting tulang.

Jiwa yang lemah juga dipunyai oleh kebanyakan orang yang sudah bertahun-tahun terjebak hutang dan tidak mampu melunasinya. Hanya dengan terlebih dahulu mengubah jiwanya yang lemah menjadi sehat dan tahan banting, maka mereka baru akan mampu melunasi hutangnya.

Ustadz Yusuf Mansur mulai mampu melunasi hutangnya setelah berjualan es di terminal Kali Deres, rajin bersedekah, menghapal Al Quran, dan banyak melakukan amal kebajikan lainnya. Hal hal tersebut membuat jiwanya menjadi lebih sehat dan kuat sehingga mampu menemukan jalan yang semula tertutup.

Bersambung

artikel terkait: jiwa sehat vs jiwa rapuh

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo 

Mekanisme pertahanan, pemakaian secara adaptif dan maladaptif (2)

3562227998_4ce71e8d4e_zTulisan ini merupakan lanjutan tulisan sebelumnya

Disosiasi, adalah suatu mekanisme pertahanan dimana seseorang memisahkan antara lingkungan dengan kesadaran, memori atau identitas yang biasanya merupakan suatu yang terintegrasi. Pemisahan antara perasaan dan pikirang, Disosiasi juga dapat memanifestasikan dirinya dalam pemisahan aspek tidak nyaman atau tidak menyenangkan dari diri sendiri.

  • adaptif: seseorang yang dapat tetap tekun belajar meskipun lingkungan sekitarnya yang berisik.
  • maladaptif: karena hidup dalam lingkungan yang menyakitkan atau sangat menekan, maka seseorang hidup dalam khayalannya.

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo 

Mekanisme pertahanan, pemakaian secara adaptif dan maladaptif (1)

denialMekanisme pertahanan jiwa (defense mechanism) dapat dipakai sebagai mekanisme pertahanan yang adaptif (sehingga hasilnya positif) tapi kadang dapat juga dipakai secara maladaptif (sehingga hasilnya kurang baik).

Berikut ini beberapa contoh pemakaian mekanisme pertahanan secara adaptif dan maladaptif.

Kompensasi, merupakan mekanisme pertahanan jiwa ketika seseorang mengetahui adanya kelemahan atau kekurangannya dan mencoba mengatasi kekurangan tersebut agar pikiran sadarnya (conscious mind) tidak menyadari kelemahan tersebut.

  • adaptif: seseorang yang pendek menjadi banyak bicara dan berhasil dalam bisnis.
  • maladaptif: seseorang minum alkohol untuk menghilangkan rasa kurang percaya dirinya.

Konversi, merupakan pertahanan jiwa dimana kecemasan diubah menjadi gejala jasmani tanpa adanya penyebab organik. Sering gejala yang muncul dimanfaatkan untuk mendapatkan perhatian atau mendapatkan maaf (excuse).

  • kurang adaptif: pejabat yang sakit perut karena kantornya diperiksa KPK.
  • maladaptif: suami yang menjadi buta ketika melihat istrinya selingkuh dengan lelaki lain.

Denial (menolak), menghindar dari pikiran, perasaan, keinginan, yang tidak mengenakkan dengan cara seolah hal tersebut tidak ada.

  • kurang adaptif: seorang yang ketika pertama kali mendengar berita kematian orang tuanya dengan berkata: “Saya tidak percaya, berita ngawur. Dokter bilang kalau ayah saya baik baik saja”
  • maladaptif:  seorang istri yang suaminya sudah meninggal 3 tahun yang lalu masih menimpan pakaian dan kadang mengajak bicara seolah masih hidup.

Displacement, mengalihkan emosi negatif terhadap seseorang, keadaan atau obyek  tertentu ke orang lain, situasi atau obyek lain yang kurang berbahaya.

  • kurang adaptif: pasien yang menyalahkan perawat karena keluarganya tidak ada yang menengok dirinya.
  • maladaptif: anak yang takut dengan orang tuanya mengalihkan ketakutannya tersebut dengan ketakutan terhadap binatang.

Bersambung

sumber: https://quizlet.com/26961051/adaptive-and-maladaptive-uses-of-defense-mechanisms-flash-cards/

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo 

Sisi lain dari kecemasan (anxiety)-3

washmeTulisan ini merupakan kelanjutan artikel sebelumnya

Apa dampaknya bila kecemasan yang timbul dari masalah yang tidak selesai tersebut dibawa terus?

Kecemasan yang berkepanjangan dapat mendorong timbulnya penyakit jasmani, seperti: tekanan darah tinggi, jantung, gangguan kekebalan tubuh, stroke, gula darah, dan penyakit jasmani lainnya.

Kecemasan yang berkelanjutan juga membuat seseorang mencoba mengatasi hal tersebut dengan cara yang tidak sehat, sehingga menimbulkan berbagai gejala gangguan kejiwaan. Jenis gejala yang muncul tergantung dari permasalahan yang ada dan bagaimana perasaan yang bersangkutan terhadap masalah yang ada

  • menjadi depresi, badan terasa lemah, sedih berkepanjangan, tidak ada gairah hidup.
  • mengalami halusinasi, yang paling sering berupa halusinasi suara. Yang bersangkutan sering mendengar suara atau bisikan dari seseorang yang sebenarnya tidak ada. bisikan bisikan itu dapat berasal dari satu orang atau lebih, ada yang bersikap bersahabat namun sering juga ada yang bersikap kasar dan menghina atau memerintah dan mengancam.
  • waham curiga. Merasa ada orang yang akan menangkap, mencelakakan atau berbuat jahat terhadap dirinya. Bentuk kecurigaan itu dapat berupa takut diracun lewat makanan sehingga tidak mau makan kecuali dia sendiri yang masak, takut ada kuman atau racun ditangannya sehingga sering mencuci tangan sampai lecet-lecet.
  • hidup dalam alam khayalnya karena tidak kuat menanggung beban yang terlalu berat ketika hidup dialam kenyataan.

Semua gejala gangguan jiwa, seperti halusinasi atau waham tersebut akan hilang dengan sendirinya bila masalah utama yang menimbulkan kecemasan dapat diselesaikan. Tantangannya adalah bagaimana membuat yang bersangkutan mau menyadari dan menerima atau memecahkan masalah yang dialaminya

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo 

Sisi lain dari kecemasan (anxiety) -2

Lanjutan artikel sebelumnya

anxiety-symptoms-cartoonNuraini pernah mengalami  pelecehan seksual diwaktu kecil oleh tetangganya. Dia belum dapat sepenuhnya menerima dan menyelesaikan kejadian tersebut. Kecemasan yang terbawa hingga dewasa menyebabkan dia takut berkawan dengan teman lelaki, pernah dalam suatu masa merasa harus mencuci tangan hingga belasan kali perhari.

Tati juga masih membawa permasalahan masa lalu yang membuat hidupnya tertekan hingga saat ini. Tati berasal dari keluarga miskin, ayahnya hanya seorang buruh tani. Namun tati mempunyai otak yang cerdas sehingga dapat bersekolah di SMA yang baik, bahkan akhirnya diterima kuliah di ITB.

Ternyata berat bagi Tati untuk mengakui dan menerima bahwa dirinya berasal  dari keluarga miskin. Ketika masih kulaih di ITB, dia sering tidak mau menemui bapaknya yang datang mengunjungi tempat kost-nya. Hal tersebut membawa konflik batin yang berat dalam diri Tati. Akhirnya konflik batin tersebut membuat Tati mengalami gangguan jiwa.

Bagaimana mengatasi semua hal tersebut?

Nuraini dan Tati perlu diminta membuat catatan harian atau mingguan. Setiap hatinya gelisah, mereka perlu diminta mencatat apa saja yang mereka pikirkan yang membuatnya gelisah. Dengan menganalisa beberapa pola pikiran yang muncul akan dapat diketahui adanya masalah masa lalu yang belum terselesaikan.

Langkah kedua adalah menerima masalah tersebut dan sedapat mungkin mengatasinya atau memaafkannya. Dengan menerima dan memaafkan sebagian besar kecemasan dan gejala akan hilang dengan sendirinya.

Langkah ketiga adalah memperkuat ketahanan jiwa, misalnya dengan banyak menolong orang lain, memberikan sedekah, membantu mengerjakan kegiatan rumah tangga, dan kegiatan kebajikan lainnya.

Berdoa juga merupakan salah satu kegiatan yang akan dapat memperkuat ketahanan jiwa.

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo 

Sisi lain dari kecemasan (anxiety) -1

anxiety-symptoms-cartoonKecemasan (anxiety) adalah suatu kondisi dimana seseorang merasa khawatir yang cukup berat yang menimbulkan perubahan pada tubuh, seperti tekanan darah yang naik, otot otot tubuh yang tegang, berkeringat, pikiran yang kacau dan gelisah.

Anxiety merupakan suatu reaksi yang  muncul terhadap kejadian yang menekan jiwa (stressful). Bila anxiety muncul ketika kita membuat kesalahan dan kemudian dipanggil atasan, itu adalah suatu reaksi psikologis yang normal. Dengan menghadap atasan, mengakui kesalalahan, minta maaf, dan berjanji dengan sungguh sungguh untuk tidak akan mengulangi kesalahan yang sama, maka masalah selesai dan kecemasan akan hilang dengan sendirinya.

Pada sebagian orang, karena kelemahan dan ketidak matangan jiwanya, mereka tidak memilih cara penyelesaian diatas. Mereka sering memilih cara penyelesaian yang tidak optimal, seperti misalnya: mengalami sakit perut dan minta ijin pulang ke rumah, mencari-cari kesalahan atasan dan mengancamnya akan melaporkan ke KPK, menangis, menjelek-jelekkan atasan dan mencap sebagai pemimpin yang jelek, menjadi sangat sopan dan takut terhadap atasan meskipun didalam hatinya merasa benci. Dengan bersikap seperti itu, maka yang bersangkutan akan dapat mengalami kecemasan yang berkepanjangan.

Belajar dari contoh diatas, bila kita sampai mengalami suatu kecemasan yang berkepanjangan, artinya ada suatu masalah stressful yang tidak atau belum terselesaikan.

Masalah yang belum terselesaikan itu dapat berupa kejadian masa lalu yang menyakitkan atau trauma (misalnya: sering dihukum dengan keras oleh orang tua yang tidak sebanding dengan kesalahan, mengalami pelecehan seksual.

Bersambung

Sumber bacaan: http://tinybuddha.com/blog/the-gift-of-anxiety-7-ways-to-get-the-message-and-find-peace/

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo