Pelatihan ketahanan jiwa

Hidup bermaknaKetahanan jiwa adalah kemampuan untuk segera bangkit dan terus maju mencapai cita cita meskipun ada badai kehidupan melanda.

Powerpoint tentang ketahanan jiwa dapat didownload di sini

Setidaknya ada 3 hal yang akan dapat membuat diri kita menjadi tahan banting:

  1. Menjalani hidup yang penuh makna (hidupbermakna)
  2. Mempunyai kemampuan mengelola stress dan mengendalikan emosi
  3. Mempunyai sahabat atau saudara yang bersedia mendukung

Hidup bermakna adalah hidup sesuai cita cita atau yang diinginkan, namun tidak bertentangan dengan ketentuan agama, sehingga setelah mati akan masuk surga. Contoh hidup yang bermakna adalah kehidupan Subhashini Mistry (foto diatas), seorang ibu penjual sayuran dipasar yang berhasil membangun sebuah rumah sakit.

Bagaimana membuat hidup kita bermakna?

Kalau kita bercita cita menjadi menteri pendidikan dengan niat agar kita dapat membuat pendidikan yang terjangka oleh semua orang, maka mulai sekarang kita dapat melakukan kegiatan yang sesuai dengan cita cita namun disesuaikan dengan kondisi kita saat ini. Kita dapat membuat taman bacaan, membuat kursus gratis, dll tanpa harus menunggu kita menjadi menteri pendidikan.

Karena kematian datang tidak memandang usia, maka agar hidup kita selalu bermakna diusia berapapun, maka kita perlu melakukan kegiatan yang sesuai dengan cita cita kita dengan melihat kondisi dan kemampuan kita saat ini.

5 Karakteristik yang membuat jiwa tahan banting (1)

coping-skills1Jiwa tahan banting adalah jiwa yang tetap tegar, meskipun badai kehidupan melanda.

Ada 5 karakteristik yang akan membuat jiwa kita tahan banting:

  1. Kesediaan untuk membantu dan menolong orang lain. Manusia adalah makhluk sosial yang tidak akan dapat hidup sehat dengan menyendiri. Agar jiwa kita tahan banting, kita harus mempunyai saudara dan teman yang saling mendukung.  Berbagai studi menunjukkan bahwa bukan banyaknya teman atau saudara yang menentukan ketahanan jiwa seseorang, tetapi apakah yang bersangkutan suka membantu dan menolong orang lain. Dengan banyak membantu dan menolong orang lain, maka jiwa yang  bersangkutan menjadi kuat dan tahan banting. Bukan orang yang sering ditolong yang kuat jiwanya, tetapi yang sering membantu dan menolong orang lain yang akan mempunyai jiwa yang kuat. Tentunya, dalam kehidupan, kita perlu saling tolong menolong. Dengan menolong seseorang, maka bila kita punya masalah, orang lain akan menolong kita.
  2. Mempunyai ketrampilan mengatasi tekanan jiwa/ stress (coping skills). Orang yang tahan banting, pasti mempunyai ketrampilan mengatasi tekanan jiwa/ stress yang melanda kehidupannya. Ada 6 kelompok cara yang positif dalam mengatasi stress, yaitu: (a) dengan mengalihkan perhatian dari situasi yang menekan jiwa, (b) dengan menikmati alam (berada di alam), (c) melepaskan emosi yang muncul, (d) dengan merawat tubuh/ memijat tubuh, mandi air hangat, (e) mengubah atau menantang pikiran negative yang muncul dan menggantinya dengan pikiran positif, (f) mencari pertolongan dari Allah dengan berdoa, bersedekah, menolong orang lain. Gambar diatas memberikan sedikit ilustrasi tentang ketrampilan mengatasi tekanan jiwa.
  3. Optimis, menerapkan sikap hidup yang positif. Mampu melihat sisi positif dari setiap kejadian dan mengambil pelajaran dari setiap kejadian. Dengan mengambil pelajaran dari segala peristiwa yang terjadi, kita akan menjadi lebih tahan banting. kita akan dapat melewati masa masa yang penuh cobaan dengan lebih tegar.

bersambung

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo

10 Jalan menuju jiwa tahan banting (2)

cropped-421204_371865962824366_100000028958808_1524997_1546429639_nTulisan ini merupakan kelanjutan artikel sebelumnya

Beberapa jalan menuju jiwa tahan banting:

  • Tetapkan tujuan (cita cita) dan melangkah maju. Tetapkanlah tujuan (goal) atau cita cita yang realistis dan lakukan langkah langkah (sekecil apapun) yang mengarah kearah tercapainya cita cita. Bila kita terkena ganggian jiwa, dan ingin meneruskan kuliah, maka kita dapat mulai dengan latihan konsentrasi (belajar memahami suatu bab dari buku pelajaran), belajar bergaul, dan belajar mengatur waktu.
  • Hadapi masalah dan ambil keputusan.. Latihlah diri kita masing masing agar berani menghadapi masalah. Sebagai contoh, bila kita merasa sedih dan tidak ada tenaga, maka segera mandi dengan air hangat dan pergi keluar rumah (mengobrol dengan teman, jalan jalan ke taman). Bila kita takut menghadapi guru karena tidak dapat mengerjakan PR, maka segera bangkit cari teman yang mau membantu mengerjakan PR dan besoknya temui guru.
  • Lihat peluang sebagai alat untuk memahami diri sendiri. Ketika kita menghadapi masalah yang cukup besar, maka sifat kita yang paling dasar akan muncul. Oleh karena itu, bila kita menghadapi masalah, pakailah kesempatan tersebut untuk lebih memahami diri sendiri. Bila kita kesulitan mencari pekerjaan, maka hal tersebut dapat dipakai sebagai cermin bagi diri kita dan memperbaiki diri sendiri. Mungkin kita belum dapat pekerjaan karena nilai kita jelek (dulu malas belajar), karena kita tidak dapat bergaul (maka berlatihlah untuk bergaul), karena kurang beriman, dll.
  • Pupuk rasa percaya diri, kurangi kritik negatif terhadap diri. Terlalu sering menyalahkan diri sendiri akan membuat kita kurang percaya diri. Pelan pelan tumbuhkan rasa percaya diri, misalnya dengan membuat daftar hal hal positif yang pernah kita capai (ulangan matematika dapat nilai 8, dapat membuat pekerjaan tangan, juara menggambar,d ll).
  • Pandang segala sesuatunya dalam perspektif. Jangan terlalu ribut dengan hal hal kecil, tetapi lihat segala sesuatunya dalam perspektif. Begitu juga ketika menghadapi suatu masalah, atau mengalami kesedihan atau ketakutan, letakkanlah dalam perspektif. Biasanya kesedihan akan berkurang dengan berjalannya waktu. Bila kita sedih karena motor hilang, lihatlah bahwa tanpa sepeda motor hidup masih dapat berjalan secara normal.
  • Optimis, lihat sisi positif dari suatu masalah. Peliharalah sifat optimistik. Segala sesuatu masalah selalu ada jalan keluarnya. Hanya kita perlu sabar dan berusaha, serta berdoa. Dengan pandangan yang optimistik, kita akan dapat melihat jalan keluar dari setiap masalah. Kita juga akan dapat mengambil pelajaran dari masalah masalah tersebut.

Semoga bermanfaat.

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo

Ketahanan jiwa

6031d9076b00432046b6b300adb167abKetahanan jiwa adalah suatu kondisi dimana seseorang dapat segera bangkit kembali ketika jatuh atau mengalami tekanan jiwa. Ketahanan jiwa adalah kemampuan menghadapi dan mengatasi hal hal yang menekan jiwa, seperti: kegagalan, kehilangan, mendapat malu, ancaman, dan lain lain.

Ketahanan jiwa sangat terkait dengan pemulihan gangguan jiwa. Biasanya, ketahanan jiwa para penderita gangguan jiwa dalam kondisi lemah. Agar dapat pulih dan lepas dari obat, ketahanan jiwa penderita gangguan jiwa perlu diperkuat.

Tanda yang terlihat pada seseorang dengan ketahanan jiwa yang lemah adalah: sering merasa takut, merasa tidak aman, dan tidak percaya diri. Sedangkan tanda tanda seseorang dengan ketahanan jiwa yang kuat adalah: jiwa yang penolong (compassion), selalu bersyukur, pemaaf, cepat baik kembali (tidak jadi pendendam, bila tersinggung dapat cepat kembali menguasai diri), bisa mengendalikan emosi dan baik hati.

Ketahanan jiwa terbentuk sejak kecil. Menurut dr Christof Wiechert, agar mempunyai ketahanan jiwa, seorang anak dalam perkembangannya perlu:

  • Mempunyai hubungan yang stabil dan dapat diandalkan (reliable) dari seseorang. Biasanya seorang anak mendapatkan hal tersebut dari ibunya. Meskipun demikian, anak juga dapat mendapatkan hubungan yang stabil dan dapat diandalkan tersebut dari orang lain, misalnya: ayah, nenek,tante, atau orang lain yang tinggal serumah.
  • Memiliki pengalaman dibimbing seseorang yang tegas. Ketika masih kecil, seorang anak belum dapat mengambil keputusan sendiri dengan baik. Pengalaman mendapat bimbingan dari seseorang yang dengan tegas menunjukkan mana yang baik (boleh) dan mana yang tidak baik (tidak boleh) akan sangat membantu dan menimbulkan rasa aman pada diri sang anak. Rasa aman ini sangat penting bagi pertumbuhan jiwa yang sehat.
  • Anak perlu belajar melalui contoh. Hingga usia 10 tahun, anak anak belajar, utamanya, dari meniru atau mencontoh. Untuk itu, anak perlu mendapatkan seseorang didekatnya yang dapat memberikan contoh yang baik, utamanya dari sisi moral. Rasa percaya diri dan lain lain, terbentuk bukan dari proses kognisi, tapi tumbuh berdasar pengalaman hidup yang dijalaninya.
  • Anak anak perlu mendapat pengalaman hidup melalui kegiatan khusus. Kegiatan kegiatan khusus seperti merayakan lebaran, mendengarkan dongeng sebelum tidur, ikut orang tua berkunjung ke saudara merupakan pengalaman hidup yang penting yang akan dapat menumbuhkan ketahanan jiwa.
  • Pengalaman positif selama di sekolah.  Pengalaman positif selama bersekolah juga akan dapat memperkuat ketahanan jiwa seorang anak. Anak anak yang sering diancam, diejek, dan lain lain akan menyebabkan ketahanan jiwanya lemah.

Sumber bacaan: http://www.waldorftoday.com/2011/08/resilience-by-christof-wiechert/

6 langkah untuk mengurangi takut mati (3)

thZIL95MURTulisan ini merupakan kelanjutan tulisan sebelumnya

Berikut ini beberapa langkah yang perlu dilakukan untuk mengurangi ketakutan menghadapi kematian:

  • 5. Temukan pendukung. Adanya pendukung akan dapat membantu kita mengatasi masalah ketakutan menghadapi kematian tersebut. Langkah langkah untuk mendapatkan dukungan dapat dilakukan dengan: (a) cerita atau curhat kepada saudara atau teman dekat yang dapat dipercaya Dengan mengeluarkan isi hatri dan bercerita, maka kita akan dapat memperoleh dukungan atau mungkin mendapatkan cara untuk mengurangi ketakutan tersebut; (b) bila kecemasan atau ketakutan tersebut terasa berat, maka cobalah kunjungi psikolog atau psikiater. Bisa juga lakukan konsultasi ke Kyai atau pemuka agama; (c) kunjungi “death café”. Di Amerika ada death café, sebuah café dimana ada sekelompok orang yang suka berdiskusi atau ngobrol tentang kematian. saya tidak pernah dengar adanya death café di Indonesia;
  • Gunakan teknik relaksasi.Perasaan cemas akibat ketakutan menghadapi kematian dapat dikurangi dengan melakukan berbagai teknik relaksasi, seperti: (a) menerapkan pernapasan dalam/ tarik napas dalam (deep breathing), (b) lakukan meditasi (mindfulness meditation), (c) lakukan yoga, (d) lakukan relaksasi otot secara progressive (progressive muscle relaxation), (e) lakukan dzikir. Dengan berdzikir/ mengingat Allah, maka hati akan menjadi tenang.

Semoga bermanfaat.

Sumber bacaan: http://www.wikihow.com/Overcome-Fear-of-Death

6 Langkah mengurangi takut mati (1)

kematian3Salah satu gejala yang sering ditemui pada penderita gangguan jiwa adalah ketakutan, baik ketakutan karena mau ditangkap polisi, dianiaya atau bahkan takut dibunuh. Salah satu ketakutan yang palin extreme adalah ketakutan akan kematian (takut mati). Agar jiwa kita semakin sehat, tahan menghadapi tekanan jiwa, salah satu yang perlu kita lakukan adalah mengurangi ketakutan terhadap kematian. Berikut ini 6 langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi takut mati:

  1. Kenali ketakutan (fobia) tersebut. langkah pertama dalam mengatasi ketakutan akan mati adalah mengenali ketakutan tersebut: (a) sadari bahwa banyak orang merasa takut mati, (b) catat waktu dimana, kapan, dalam keadaan seperti apa, perasaan takut mati itu muncul, (c) catat hal hal yang menimbulkan kecemasan (kapan, dimana, keadaan seperti apa, dll), (d) bandingkan apakah ada pola yang sama antara kecemasan dengan ketakutan akan mati, (e) pahami kaitan antara kecemasan dengan antisipasi. Kadang hal yang dicemaskan tidak sejelek yang dibayangkan (f) hadapi kematian. Semua yang hidup pasti akan mati. Dengan secara tegar menghadapi kematian, maka ketakutan akan mati akan hilang dengan sendirinya.
  2. Tafakur tentang kehidupan. Dengan merenungkan kehidupan, maka kita akan dapat mengurangi ketakutan akan mati. Beberapa hal yang dapat dilakukan adalah: (a) pahami bahwa hidup dan mati tidak dapat dipisahkan. Setiap hari ribuan sel dalam tubuh kita mengalami kematian dan ribuan sel lainnya tumbuh menggantikan sel yang mati. Semua yang hidup akan mengalami kematian; (b) sadarilah bahwa tubuh kita merupakan bagian ecosystem dunia yang rumit; (c) pahami bahwa diri kita merupakan bagian dari scenario dunia; (d) luangkan waktu untuk menikmati alam, agar kita menyadari bahwa tubuh kita adalah bagian dari alam dunia ini; (f) pahami dan renungkan bahwa ada kehidupan yang abadi setelah kita mati. Dengan memahami bahwa ada kehidupan yang abaddi setelah kematian, maka sedikit demi sedikit kita akan dapat mengurangi ketakutan akan mati

Sumber bacaan: http://www.wikihow.com/Overcome-Fear-of-Death

5 Metode mengatasi kesedihan (1)

sedih3Semua orang pernah merasakan kesedihan. Berbagai studi menunjukkan bahwa perasaan sedih bertahan lebih lama dibandingkan dengan perasaan lainnya (marah, takut, dll).

Perasaan sedih adalah sesuatu yang normal. Namun sedih berlebihan dapat mengganggu kehidupan sehari-hari.

Berikut ini 5 metode mengatasi kesedihan:

  • Metode 1: tanggulangi (coping) perasaan sedih dengan: (a) menangislah. Beberapa riset menunjukkan bahwa dengan menangis, maka perasaan sedih akan berkurang; (b) Berolah raga. Olah raga akan dapat memicu keluarnya hormone endorphine yang dapat membantu melawan kesedihan; (c) tersenyumlah. Menurut beberapa penelitian, ternyata tersenyum, meskipun dalam keadaan sedih, akan dapat mengurangi kesedihan; (d) dengarkan musik. mendengarkan musik dapat membuat kita lebih santai dan mengurangi kesedihan; (e) mandi air hangat.
  • Metode 2: atasi (overcoming) kesedihan, dengan: (a) sadari dan terima bahwa kita sedang sedih. Dengan menyadari dan menerima hal tersebut, maka kesedihan akan berkurang; (b) alihkan perhatian dengan ngobrol dengan teman, lakukan kegiatan yang menyenangkan; (c) kendalikan pikiran (mindfulness) sehingga pikiran tidak melayang kemana-mana. dengan memikirkan masalah yang membuat sedih terus menerus akan membuat perasaan semakin sedih. Kendalikan pikiran agar tidak melayang ke hal-hal yang negative; (d) lakukan meditasi; (e) lakukan latihan yoga atau tai-chi.
  • Metode 3: kenali dan tangani persaan sedih akibat kehilangan. langkah yang perlu dilakukan: (a) Sedih karena kehilangan seseorang atau sesuatu benda yang berharga adalah reaksi yang normal. Oleh karena itu, coba kenali penyebab kesedihan yang sedang dialami; (b) Kenali rekasi normal yang muncul akibat kehilangan. reaksi yang normal tersebut adalah: tidak percaya atas apa yang terjadi, bingung, mati rasa, cemas, gejala di badan (sakit kepala, lemas, mau muntah), (c) jangan hakimi perasaan anda. perasaan sedih adalah hal biasa, bukan sesuatu yang jelek; (d) kenali tingkat tingkat kesedihan karena kehilangan, yaitu: menolak (denial – ini tidak benar, tidak mungkin terjadi), marah (ini tidak adil, kenapa menimpa saya), bargaining (tawar menawar – kalau saya tidak ke kantor, pasti anak saya tidak akan mengalami kecelakaan; kalau saya tidak pergi, pasti hal tersebut tidak akan terjadi, dll), depresi (gejala: lemas, lelah, tidak dapat tidur, sakiut kepala,tidak dapat menikmati sesuatu yang dulu menyenangkan) dan penerimaan  (acceptance: misal: ini sudah nasibku, takdir); (e) cari dukungan dari keluarga, teman atau sahabat,

bersambung

Sumber bacaan: http://www.wikihow.com/Overcome-Sadness

13 Langkah agar lebih dermawan

generosity1Sifat kedermawanan akan membuat diri kita hidup lebih bahagia, tidak gampang terkena gangguan jiwa dan hidup lebih sehat serta lebih panjang.

Berikut ini beberapa langkah yang perlu dilakukan agar kita dapat lebih dermawan dibandingkan sebelumnya:

  1. Niatkan sedekah karena Allah semata. Jangan bersedekah karena ingin dipuji, agar terkenal atau popular, agar dipilih jadi anggota DPR atau jadi bupati. Dengan meniatkan sedekah karena Allah semata, maka Allah akan membalasnya dengan berlipat ganda.
  2. Ketahuilah bahwa dengan menjadi dermawan, maka hidup anda akan lebih bahagia. Berbagai penelitian ilmiah sudah membuktikan bahwa bersedekah membuat seseorang lebih bahagia, lebih sehat dan berumur panjang (khususnya bila sedekah dilakukan ketika kita mulai berumur diatas 60 tahun).
  3. Coba amati hal hal yang dibutuhkan orang lain. Coba amati dan perhatikan mungkin ibu anda sudah terlalu capai dan memerlukan bantuan, teman sekantor sedang mogok mobilnya dan memerlukan tumpangan, dll.
  4. Bersyukur atas segala yang anda punyai. Dengan banyak bersyukur, maka perasaan akan menjadi lebih berbahagia dan orang yang berbahagia lebih mudah tergerak untuk bersedekah.
  5. Buat perayaan untuk ulang tahun atau kesuksesan teman atau saudara. Belikan kue atau makanan dan undang teman teman untuk merayakan ulang tahun atau prestasi teman atau saudara.
  6. Berlaku baik kepada orang yang tak dikenal. Misalnya: pegang daun pintu sehingga ibu ibu dibelakang anda lebih nyaman ketika melewati pintu, berikan tempat duduk di bis kepada ibu yang menggendong anak.
  7. Luangkan waktu untuk teman.Bila teman sedang dirawat di rumah sakit, kunjungilah dan doakan agar lekas sembuh. Ketika teman atau saudara sedang kerepotan dirumah, datangilah dan bantu menyelesaikan kegiatan rumah tangga.
  8. Berikan sumbangan untuk mendukung kegiatan sosial atau kegiatan keagamaan.
  9. Jadilah sukarelawan dengan meluangkan waktu bekerja tanpa gaji di panti asuhan, panti jompo, membantu tetangga membersihkan halaman.
  10. Pinjamkan barang anda. Pinjamkan kendaraan (berikan tumpangan), alat rumah tangga atau barang barang lain kepada teman atau saudara yang sedang membutuhkan.
  11. Sedekahkan barang yang anda cintai. Sumbangkan baju jaket, sepatu atau barang yang masih bagus ke teman atau orang yang membutuhkan. Beberapa orang dermawan sanggup memberikan motor, mobil, atau bahkan rumah.
  12. Berikan pujian dan ucapan selamat. Sedekah yang tidak mengeluarkan biaya adalah dengan memberikan pujian atau ucapan selamat.
  13. Telpon dan ajak ngobrol teman yang sedang susah atau mempunyai masalah. Sedekah tidak harus berupa uang, sedekah juga dapat diberikan dalam bentuk perhatian, waktu, tenaga dan pikiran untuk orang lain.

sumber bacaan: http://www.wikihow.com/Be-Generous

7 Langkah menumbuhkan jiwa welas asih (compassion)

compassionSalah satu ciri jiwa yang sehat dan dewasa adalah jiwa yang welas asih (compassion). Jiwa yang welas asih perlu dipupuk agar tumbuh subur.

Jiwa yang penuh welas asih akan membuat kita tahan menghadapi goncangan dan tekanan jiwa.

Berikut ini 7 langkah untuk menumbuh suburkan sifat welas asih:

  1. Doa dan renungan pagi. Di setiap pagi lakukan renungan dan doa berikut: ” Ya Allah, aku hidup dan bangun pada pagi hari ini, hidupku adalah hidup yang sangat berharga, aku tidak akan menyia-nyiakannya. Aku akan memanfaatkan seluruh daya yang ada pada diriku untuk mengembangkan kemampuanku dan mengembangkan kalbuku, agar dapat menyebarkan dan melakukan kebaikan kepada orang banyak”
  2. Latihan berempati (tenggang rasa, memahami perasaan dan pikiran orang lain). Latihlah empati dengan membayangkan dan coba merasakan penderitaan saudara, sahabat ketika mengalami sakit atau berbagai bentuk kesusahan/ penderitaan lainnya. Agar sikap empati tersebut dapat berkembang menjadi simpati, latihlah untuk selalu focus atau memperhatikan orang lain, bukan focus atau memperhatikan diri sendiri.
  3. Latihan untuk melihat kesamaan, bukan perbedaan. Latihlah untuk melihat kesamaan yang ada diantara kita dengan orang orang yang kita temui, teman atau sahabat. Kurangi pikiran untuk melihat perbedaan yang ada.
  4. Berlatih mengurangi penderitaan atau kesusahan orang lain. Coba bayangkan kesusahan atau penderitaan orang lain dan lakukan sesuatu untuk mengurangi kesusahan atau penderitaan tersebut. Misalnya: coba lakukan puasa dan rasakan penderitaan akibat lapar. Rasakan kesusahan atau penderitaan orang yang tidak cukup makan dan lakukan sesuatu untuk membantu orang yang kelaparan.
  5. Lakukan kebaikan, walaupun kecil. Lakukan kebaikan untuk mengurangi penderitaan atau kesusahan orang lain, misalnya: beri sedekah nasi bungkus, kunjungi pasien di kelas 3 dan bawa sesuatu untuk mengurangi sakitnya, kunjungi sekolah dan bayar tunggakan biaya sekolah.
  6. Lakukan kebaikan kepada orang yang berbuat tidak baik kepada kita. Ini tingkat yang sudah lebih tinggi. kalau kita sudah dapat melakukan kebaikan (bukan karena takut) kepada orang yang berbuat jahat atau tidak baik kepada kita, maka kita sudah satu tingkat naik dalam jenjang welas asih.
  7. Lakukan renungan sore hari. Pada sore hari, lakukan evaluasi apa yang sudah kita lakukan terhadap orang lain, apakah kita sudah menolong mengurangi kesusahan atau penderitaan orang lain.

sumber bacaan: http://www.wikihow.com/Cultivate-Compassion-in-Your-Life

Mekanisme pertahanan jiwa

Di badan manusia ada system kekebalan tubuh yang akan melawan bila ada benda asing (bibit penyakit, atau benda biasa) masuk kedalam tubuh. Bila ada bakteri atau virus masuk ke dalam tubuh, maka sel sel lymphocyte akan bergerak untuk melawan bakteri atau virus tersebut. Sayangnya, mekanisme kekebalan tubuh tersebut dapat keliru dan bahkan menyebabkan terjadi penyakit autoimmune.

Begitu pula halnya dengan jiwa. Dalam jiwa manusia juga ada mekanisme pertahanan (defence mechanism) untuk menghadapi atau mengatasi pengalaman buruk, kehilangan, kejadian yang memalukan, dan lain lain.

Mekanisme ketahanan jiwa tersebut biasanya berkembang sejalan dengan kematangan jiwa seseorang. Sayangnya, meskipun seseorang telah mencapai usia dewasa, kadang jiwanya tidak berkembang sejalan dengan perkembangan usia tersebut. Beberapa orang dewasa masih memakai mekanisme ketahanan jiwa anak anak (penolakan/ denial, distortion, projection), mekanisme kurang dewasa (regresi, hypochondriac, dll), atau mekanisme neurotic (dissociation, displacement).

Penderita gangguan jiwa biasanya mempunyai mekanisme pertahanan jiwa yang kurang sehat (kekanak-kanakan atau narcisstic defence, immature defence dan neurotic defence) dengan mekanisme pertahanan jiwa yang sehat dan matang.

Jiwa yang sehat dan matang mampu berkorban untuk orang lain (altruism), mampu mengantisipasi (contoh: mau belajar agar lulus ujian nantinya), mampu mengurangi kecintaan kepada dunia (asceticism) sehingga tidak hancur hatinya ketika kehilangan sesuatu, mampu menciptakan tujuan yang bersifat luhur dan dapat diterima masyarakat (sublimasi) dan mampu menekan (suppression) keinginan keinginan atau pikiran pikiran negative.