Perkuat ketahanan jiwa dengan sedekah

Dalam psikologi, ada yang dikenal dengan istilah mekanisme pertahanan (defence mechanism). Mekanisme pertahanan menjaga jiwa agar tetap sehat ketika menghadapi tekanan hidup.

Teori tentang mekanisme defensi tersebut pertama kali dikemukakan oleh Sigmund Freud lebih dari seabad yang lalu. Dr George E. Valliant dari Universitas Harvard membagi mekanisme defensi menjadi  4 tingkatan, yaitu tingkat patologis, tingkat tidak matang, tingkat neurosis, dan tingkat matang atau dewasa.

Sedekah atau menolong sesama (altruisme) merupakan salah satu mekanisme defensi tingkat dewasa. Dengan sering atau secara rutin melakukan sedekah maka ketahanan jiwa yang bersangkutan akan semakin kuat sehingga akan mampu menghadapi berbagai persoalan hidup.

Ibu Sumirah sejak remaja selalu menyedekahkan 50% penghasilannya untuk sedekah sehingga meskipun hanya lulusan SD (SMP tidak tamat) dia tidak pernah kesulitan secara ekonomi. Bahkan Ibu Sumirah mampu membangun masjid, memperbaiki jalan di desanya, mendirikan panti asuhan, dll.

Silahkan lihat tayangan Kick Andy yang menjadikan Ibu Sumirah sebagai nara sumber  dengan melihat tayangan berikut

Salurkan CSR (corporate social responsibility), zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirtojiwo 

4 Jalur menuju hidup yang penuh arti

Menurut berbagai study, orang orang yang hidupnya penuh arti merasa hidupnya bahagia. Meskipun dalam perjalanan hidupnya, mereka pernah merasakan kesedihan, kegagalan atau penderitaan, namun orang yang merasa hidupnya penuh arti menyatakan bahwa kehidupan yang telah mereka jalani sangat memuaskan dan membuat mereka bahagia.

Ada 4 hal yang dapat membuat seseorang merasa bahwa hidupnya berarti:

  1. Menjadi bagian dari masyarakat. Bila seseorang merasa diterima dan dihargai oleh saudara, teman, kenalan dan masyarakatnya, maka cenderung orang tersebut merasa bahwa hidupnya berarti. Tentunya, seseorang tidak dapat secara otomatis diterima dan dihargai oleh lingkungannya. Hanya orang orang yang mau berkorban, berbagi atau menolong sesamanya saja yang akan dapat diterima dan dihargai oleh masyarakat sekitarnya.
  2. Tujuan hidup yang luhur. Orang yang hanya mengejar kesenangan dan kepuasan diri, biasanya kebahagiaan yang dirasakan hanya bersifat sementara. Dilain pihak, orang orang dengan tujuan hidup yang luhur, tidak hanya mementingkan diri sendiri, kebanyakan merasa hidupnya bahagia, memuaskan dan penuh arti.
  3. Cerita kehidupan. Orang orang yang merasa hidupnya berarti (penuh arti) biasanya dapat menceritakan rangkaian kejadian yang berkesan dan mempunyai arti atau membawa manfaat bagi orang lain/ masyarakat sekitarnya. Rangkaian kejadian tersebut menunjukkan bahwa hidupnya tidak hanya kosong, tapi penuh makna.
  4. Pengalaman spiritual. Orang orang yang hidupnya penuh arti sering mengalami kejadian kejadian luar biasa yang semakin memperkuat keimanannya. Seperti yang dialami oleh ibu Sumirah yang sudah terbiasa menyedekahkan separuh penghasilannya. Meskipun hanya berpendidikan SMP, namun penghasilannya pada tahun 2008 dapat mencapai Rp 2 juta per hari.

Mari kita jadikan hidup kita masing masing hidup yang penuh arti

sumber: http://greatergood.berkeley.edu/article/item/four_keys_to_a_meaningful_life

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo 

 

Lima (5) Cara melatih kesabaran

Artikel ini lanjutan artikel sebelumnya yang mengulas tentang pentingnya kesabaran

kata-kata-doa-sabar-dan-ikhlasKesabaran membuat seseorang memiliki beberapa kelebihan, seperti: lebih sehat jiwanya, lebih jarang sakit, lebih sukses dan punya banyak teman.

Untungnya, kesabaran bisa dilatih atau ditingkatkan.

Berikut ini, beberapa metode untuk meningkatkan kesadaran:

  1. Mengubah persepsi tentang sesuatu masalah atau situasi. Bila kita terjebak macet, jangan umbar kemarahan atau kegelisahan. Anggap macet dijalanan sebagai kesempatan untuk dzikir, menghapalkan al quran. Bila kita membuat janji dan teman datang terlambat, jangan berpikir negatif tentang teman tersebut, manfaatkan waktu menunggu untuk melakukan kegiatan positif yang bisa dilakukan.
  2. Latihan bersyukur. Dengan banyak bersyukur membuat seseorang lebih sabar, lebih tahan menghadapi penderitaan dan mampu menunda kesenangan kecil untuk mendapatkan kesenangan yang lebih besar nantinya.
  3. Puasa. Berpuasa adalah latihan untuk menahan atau mengendalikan diri, menahan penderitaan, menunda kesenangan. Dengan kata lain, berpuasa melatih orang untuk bersabar.
  4. Segala sesuatunya bersifat sementara. Hidup didunia penuh dengan perubahan. Segala sesuatunya berubah. Begitu pula penderitaan atau cobaan yang kita alami tidaklah bersifat tetap, dan hanya sementara sifatnya. Setiap kesulitan akan diikuti dengan kemudahan. Dengan berpegang pada kepercayaan diatas, maka seseorang akan lebih tahan dan lebih sabar menghadapi penderitaan.
  5. Perbanyak berdoa dan memohon pertolongan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dengan banyak berdoa dan menyerahkan segala permasalahan kepada Tuhan, maka seseorang akan menjadi lebih sabar dan lebih tahan menghadapi masalah atau penderitaan.

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo 

Empat alasan kenapa perlu melatih kesabaran

Sabar berarti tahan menghadapi penderitaan, mampu menahan diri dan menanti saat yang tepat untuk bertindak, mampu mengendalikan diri dari godaan untuk mendapatkan hasil yang lebih besar di saat nanti.

20937e6Saat ini, kita bisa dengan mudah menunjukkan bahwa kesabaran sudah mulai menipis. Orang dengan mudah memencet klakson bila ada yang menghalangi, segala sesuatu ingin didapat secara segera (instant), tidak mau menunggu, tidak tahan berupaya keras.

Padahal, kita semua tahu, bahwa kesabaran akan membawa kepada kesuksesan. Kesabaran juga merupakan salah satu pilar kebahagiaan.

Ada 4 alasan kenapa kita perlu berlatih untuk terus meningkatkan kesabaran:

  1. Orang yang sabar mempunyai tingkat kesehatan  jiwa yang lebih baik. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa orang yang sabar, tahan terhada kondisi yang menekan, membuat mereka jarang menderita depresi maupun gangguan jiwa lainnya. Para penderita gangguan jiwa biasanya tidak tahan menghadapi situasi atau kondisi yang menekan jiwa. Orang yang sabar akan membuat mereka tidak gampang mengalami stress.
  2. Orang yang sabar disenangi teman dan tetangga. Orang yang sabar biasanya lebih simpatik, lebih mudah memaafkan kesalahan orang lain, dan juga tidak merasa dirinya lebih tinggi dari orang lainnya. Sifat sifat tersebut menjadikan orang yang penyabar merupakan teman ataupun tetangga yang menyenangkan.
  3. Kesabaran memudahkan seseorang mencapai tujuan. Tanpa kesabaran, tahan menghadapi penderitaan atau kesulitan, seseorang tidak akan mampu sekolah atau kuliah dan mencapai gelar akademik S1 atau bahkan S3. Seseorang dengan pendidikan tinggi, kemungkinan sukses lebih besar dibandingkan dengan orang yang berpendidikan rendah. Orang yang sabar, tidak gampang menyerah, tentunya akan lebih mungkin mencapai kesuksesan dibandingkan dengan orang yang kurang sabaran.
  4. Orang yang sabar lebih sehat fisiknya. Orang yang sabar tidak gampang stress. Padahal stress membuat seseorang gampang terkena sakit jantung, tekanan darah tinggi, diabetes, sakit maag, dan lain lain.

Bersambung

salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo 

Persiapan menghadapi kemungkinan PHK-1

phk-529x353Di saat situasi ekonomi tidak menentu seperti saat ini, kemungkinan terjadi PHK secara tiba tiba cukup besar. Saya kira akan sangat baik bila kita selalu siap menghadapi PHK.

Saya mempunyai kenalan, sekarang sudah almarhum, yang jatuh dan tidak bisa bangkit lagi karena PHK. Teman saya tersebut tidak pernah membuat persiapan terhadap kemungkinan terjadinya PHK.

Mereka, teman saya tersebut dan istrinya , kedua-duanya bekerja, namun di perusahaan yang berbeda. Mereka membeli rumah melalui KPR komersial, bukan KPR BTN. Ketika ekonomi dan penghasilannya sedang membaik, mereka bukannya menabung atau segera melunasi utangnya, namun malah meminjam uang lagi dari bank untuk memperbesar rumahnya., membeli mobil, dll.  Ketika keduanya di PHK saat krisis ekonomi tahun 1998, ekonomi keluarga mereka menjadi oleng. Suaminya kemudain terkena stroke. Karena keterbatasan keuangan, mereka tidak kuat mengobati penyakitnya dengan benar sehingga sang suami akhirnya meninggal.

Syukur dari dulu hingga sekarang saya bekerja di suatu organisasi yang tidak mudah memecat pegawainya, dulu sebagai PNS dan sekarang sebagai PNS internasional (international civil servant) karena saya bekerja di PBB. Meskipun demikian, saya kira tidak ada salahnya bila kita mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan di PHK.

Dibawah ini saya kutipkan beberapa nasehat dalam mempersiapkan diri menghadapi PHK:

Pertama, sadari dan tanamkan dalam hati bahwa jika kita tidak siap, PHK dapat menghancurkan kita secara finansial. Hal ini penting agar kita mau membuat dan mengikuti anggaran belanja keluarga bulanan,  dan mau melakukan segala upaya untuk segera keluar dari hutang. Kita juga harus hati-hati dalam mempertimbangkan setiap pinjaman yang akan kita ambil, dan memahami dengan benar segala konsekuensi jika kita tidak mampu membayar kembali segala pinjaman tersebut. Jika anda kehilangan pekerjaan namun  selama ini anda sudah patuh membuat dan mengikuti anggaran belanja keluarga anda, jauh lebih mudah bagi anda untuk melihat apa yang perlu diubah saat anda baru di PHK  dan ketika sedang mencari pekerjaan baru.

Bersambung
Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo

Membayar hutang-2

generousgivingPengalaman memberi sedekah Scott Lee dimulai ketika dia harus bercerai dan membuatnya berhutang dari kartu kredit sebesar US$ 26,000 (sekitar Rp 350 juta). Sejak perceraian itu, Scott Lee hidup sederhana, bersedekah 10% dari penghasilannya dan menyisihkan sisanya untuk membayar hutang. Bila ada kelebihan uang, semuanya dia salurkan untuk menutup hutangnya.

Pada suatu saat Scott Lee merasa sangat memerlukan liburan. Dia berdoa kepada Tuhan. Tidak berapa lama, seorang teman menelponnya dan mengajaknya berlibur karena sang teman tersebut mendapat paket liburan gratis dari Bahamian Bourd Torism. Diwaktu yang lain, seseorang memberinya mobil bekas sebagai ucapan terima kasih karena telah berhasil membawa 2 rombongan ke Eropa.

Setelah selesai melunasi hutangnya, Scott Lee tetap hidup sederhana. Dia kemudian menikah dengan Amy yang bersedia menjalani hidup secara sederhana juga. Mereka hidup sederhana dengan hanya memakai gaji Scott Lee, menyedekahkan 10% gaji Amy Lee dan menabung 90% sisa gaji Amy untuk keperluan masa depannya.

Tapi kemudian mereka berubah. Mereka terinspirasi untuk meningkatkan sedekahnya. Akhirnya Scott dan Amy Lee sepakat untuk menyedekahkan 40% gaji Amy Lee. Kalau dulu mereka hidup sederhana karena takut tidak punya uang nantinya, maka kini mereka hidup sederhana agar bisa bersedekah dalam jumlah yang lebih besar, yaitu 40% gaji Amy Lee.

Namun ternyata, sedekah 40% gaji tidak membuat mereka menjadi miskin, bahkan sebaliknya. Salah seorang kenalannya menawarkan kepada mereka untuk menyewa apartemen yang lebih luas namun dengan harga yang lebih murah dari yang mereka tempati saat itu. Selain itu, Amy Lee juga mendapat kenaikan gaji. Ketika keduanya membuka catatan keuangan keluarga ternyata sedekah 40% dari gaji tidak membuat mereka berkurang tabungannya. Tabungan mereka setiap bulannya ternyata tetap meningkat seperti ketika mereka hanya menyedekahkan 10% gajinya

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo

Memperkuat ketahanan jiwa-7

13668025901197932444Tulisan ini merupakan kelanjutan artikel sebelumnya.

  • Gemar menolong orang lain. Anak anak dengan gangguan kepribadian maupun gangguan jiwa adalah anak yang egosentris, atau menjadikan dirinya sebagai pusat dari segalanya. Dengan belajar memahami kebutuhan dan perasaan orang lain serta berusaha untuk mengurangi penderitaan orang lain, maka sedikit demi sedikit sifat egosentrisnya akan berkurang. Anak akan terlatih untuk tidak hanya memikirkan dirinya sendiri, namun memakai energy maupun kelebihan dirinya untuk membantu orang lain. Dengan gemar menolong orang lain dengan niat yang ikhlas, maka sifat sifat egosentris, bertingkah laku semaunya sendiri, akan sedikit demi sedikit terkikis.
  • Hanya bersandar kepada Tuhan. Salah satu kelemahan yang juga sering ditemui adalah ketergantungan berlebihan kepada orang orang didekatnya. Ketergantungan tersebut, bila tidak terpenuhi, dapat menyebabkan timbulnya perasaan sebagai anak yang dibuang, ditolak, ditinggalkan, ditekan atau dipenjara. Dilain pihak, bila ketergantungan berlebihan tersebut selalu dipenuhi atau dituruti oleh orang orang dekatnya, maka anak tersebut dapat menjadi anak yang tergantung, tidak dapat mengambil keputusan sendiri, dan tidak dapat hidup mandiri. Dengan melatih anak tersebut hanya bersandar kepada Tuhan yang Maha Kuasa, maka anak akan dapat terbebas dari ketergantungan kepada orang lain. Dalam kaitan ini, anak anak perlu dilatih untuk mempunyai pemahaman yang benar tentang Tuhan, kaitan Tuhan dan mahluknya, tentang takdir, dll.
  • Belajar menjadi pemaaf. Dengan menjadi pemaaf, maka seorang anak akan terbebas dari beban akibat perasaan benci, dendam, marah kepada seseorang yang telah berbuat salah atau menyakitinya. Dengan menjadi pemaaf, maka seorang anak juga akan lebih mudah bergaul dan menjalin persahabatan.

Keempat sifat tersebut diatas: bersyukur, gemar menolong orang lain (compassion), pemaaf dan hanya bersandar kepada Tuhan hanya dapat diajarkan secara pelan pelan dan bertahap. Keempat sifat tersebut tidak dapat ditumbuhkan hanya melalui talk therapy atau diskusi. Anak anak perlu belajar dan mencoba menerapkan keempat sifat tersebut dalam kehidupannya sehari-hari.

semoga bermanfaat

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo

Memperkuat ketahanan jiwa-1

EarlyInterventionInPsychosisFourMencegah lebih baik dari mengobati. Ungkapan tersebut juga berlaku pada gangguan jiwa. Mencegah timbulnya gangguan jiwa lebih baik, lebih mudah dan lebih murah, dibandingkan dengan memulihkan penderita gangguan jiwa.

Meskipun demikian, mencegah seseorang dari terkena gangguan jiwa tidak gampang. Beberapa masalah yang dihadapi adalah:

  1. Gejala awal gangguan jiwa tidak spesifik (seperti: gelisah, gangguan tidur, kinerja sekolah menurun, menarik diri dari pergaulan, dll). Gejala tersebut juga sering muncul pada orang orang normal yang sedang mengalami tekanan jiwa.
  2. Kurangnya kesadaran untuk minta pertolongan. Selain sulitnya mendeteksi gejala awal gangguan jiwa, seringkali gejala awal tersebut tidak mendorong seseorang untuk meminta pertolongan. Adanya gejala anak yang menarik diri dari pergaulan, menurunnya prestasi di sekolah tidak menjadi pendorong bagi keluarga untuk meminta pertolongan.
  3. Tidak semua anak dengan resiko tinggi akan mengalami gangguan jiwa. Ada beberapa anak yang mempunyai resiko lebih tinggi untuk mendapatkan gangguan jiwa. Anak anak yang mempunyai resiko tinggi adalah anak dengan saudara dekat penderita gangguan jiwa. Anak dengan salah satu dari orang tuanya menderita gangguan jiwa, saudara sekandung dengan gangguan jiwa mempunyai resiko lebih tinggi untuk menderita gangguan jiwa. Meskipun demikian, anak dengan resiko terkena gangguan jiwa tidak otomatis akan menderita gangguan jiwa dikemudian hari.
  4. Hambatan untuk mendapatkan pertolongan. Adanya stigma atau cap bahwa seseorang punya bakat untuk menderita gangguan jiwa akan membuat sang anak semakin menarik diri atau dijauhi teman temannya. Tidak tersedianya ahli  atau seseorang yang dapat menolong mencegah terjadinya gangguan jiwa juga merupakan hambatan bagi program pencegahan gangguan jiwa.

Bersambung

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo 

Cara menemukan lentera jiwa-3

900px-6187-20Tulisan ini merupakan kelanjutan artikel sebelumnya

Berikut ini beberapa cara untuk dapat menemukan lentera jiwa (passion) kita:

  • Coba lakukan olah raga baru. Kita tidak pernah tahu mungkin lentera jiwa kita berkaitan dengan panahan, menunggang kuda, golf atau yang lainnya.  Oleh karena itu, cobalah melakukan olah raga baru misalnya belajar berenang, bersepeda gunung atau urban downhill, bowling, menembak, diving, dan lainnya.
  • Kembangkan kemampuan seni. Bakat seni kita mungkin tersembunyi karena sibuk dengan permasalahan sehari-hari. Cobalah kembangkan bakat seni dengan belajar melukis, menyanyi, bermain music, drama, atau menulis novel.
  • Lakukan hobi baru. Dengan melakukan hobi baru kita mungkin menemukan passion kita. Cobalah lakukan hobi baru, misalnya: memelihara burung, atau hewan peliharaan lainnya, belajar bahasa baru (Arab, Spanyol, dll), memasak.
  • Keluar dari zona nyaman. Lakukan sesuatu yang kita kurang trampil, misalnya terjun paying, olah raga ekstrem, menyelam. lakukan hal hal yang dulu dirasa menakutkan, seperti terjun paying.
  • Jalan jalan (traveling). Dengan melakukan perjalanan kita akan dapat mempunyai pengalaman yang sangat berbeda, melihat sesuatu yang berbeda atau belajar melihat sesuatu dari sudut yang berbeda. Traveling dapat membantu kita menemukan lentera jiwa kita. Ambil foto sebanyak-banyaknya ketika traveling, siapa tahu bahwa passion anda ada di fotografi.
  • Jadilah sukarelawan.Dengan bekerja tanpa digaji, kita akan mendapatkan ketrampilan baru, ketemu orang baru, pengalaman baru yang mungkin sesuai dengan passion kita.Ketika kita bekerja sukarela merawat taman, mungkin kita akan menemukan passion kita dibidang pertamanan. Bila kita kerja sukarela dengan mengajari anak anak matematika, mungkin kita akan menemukan passion kita dalam mengajar.
  • Belajar dari orang lain. Bila kita punya kenalan seseorang dengan passion tertentu, mintalah orang tersebut untuk mengajari kita seluk beluk tentang halk tersebut. Mungkin passion kita ada disitu juga. Misalnya, seseorang dengan passion memasak, maka mintalah kita diajari tentang memasak, siapa tahu kita akan menemukan passion kita disitu.

Bersambung

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo

Cara mengatasi perasaan tidak berdaya (learned helplessness)-3

Ibu Sumirah

Ibu Sumirah

Tulisan ini merupakan lanjutan tulisan sebelumnya.

Pada saat ini, dengan telah mengguritanya system kapitalisme , maka sebagian besar pekerja akan sangat sulit untuk dapat hidup berkecukupan. Bagi kebanyakan pekerja, termasuk pegawai negeri sipil, gaji mereka hanya cukup untuk hidup pas-pasan. Cari tambahan penghasilan yang halal juga tidak gampang.Sebagian besar waktu, tenaga dan pikiran sudah tersedot oleh pekerjaan yang ditekuninya sekarang. Tidak cukup tabungan tersedia untuk memulai usaha sampingan.

Bagaimana caranya menembus batas dan perangkap yang menjerat?

Kita perlu belajar dari orang orang yang telah terbukti mampu mengatasi semua rintangan tersebut. Ada beberapa teladan yang akan saya ulas sebagai pelajaran.

  1. Ibu Sumirah, seorang ibu tamatan SMP yang bekerja sebagai tukang pijat, tukang sol sepatu, buruh pabrik. Beliau mampu mempunyai penghasilan (tahun 2008) sebesar Rp 2 juta perhari. Dia terapkan nasihat ayahnya.  ‘Kalau kamu punya rezeki, 50 persen untuk kamu dan 50 persen lagi untuk mushala. Pasti rezeki itu akan barokah’,”
    Pesan almarhum ayahnya terus diingat Sumirah. Setiap rupiah yang dihasilkan selalu disisihkan untuk mushala. Ketika SD dan tinggal di Pacitan, orderan memijat datang hingga Madiun, bahkan Semarang. Saat SMP Sumirah dan kakaknya hijrah ke Jakarta. Di kota megapolitan ini Sumirah tidak tertarik mencicipi pekerjaan lain. Kebetulan, kemampuan memijatnya tersohor hingga ke Jawa Barat. Pada 1986 Sumirah dan suami mencari peruntungan di Surabaya. Di kota ini selain tetap memijat, ia bekerja di pabrik PT Horison Sintex (sekarang Lotus). Ia hanya masuk pabrik hari Selasa, Rabu, dan Kamis.Dia menyisihkan 50% penghasilannya untuk membangun mushola, memperbaiki jalan dikampungnya, dan membuat serta mengelola panti asuhan. Silahkan kunjungi Ibu Sumirah di Panti Asuhan Amanah sekaligus rumahnya di Jalan Pandugo Gg II Nomor 30 B, Rungkut.

Bersambung

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo