Bila ada yang mencoba bunuh diri: apa yang harus anda lakukan (2)

Remaja: Ketika seseorang yang Anda tahu adalah bunuh diri

Jika Anda seorang remaja yang sedang khawatir bahwa teman atau teman sekelas mungkin mempertimbangkan bunuh diri, lakukan tindakan sebagai berikut:

  • Tanyakan kepada yang bersangkutan secara langsung tentang  perasaannya, bahkan meskipun mungkin bikin sedikit canggung. Dengarkan apa yang dikatakannya, dan tanggapi dengan serius. Hanya berbicara dengan seseorang yang benar-benar peduli dapat membuat perbedaan besar.
  • Jika Anda sudah bicara dengan teman tersebut dan Anda masih prihatin, bagilah keprihatinan Anda dengan seorang guru, konselor bimbingan, seseorang di gereja/ masjid, seseorang di sebuah pusat pemuda lokal atau orang dewasa lain yang bertanggung jawab.

Mungkin sulit untuk mengatakan apakah teman atau teman sekelas berniat bunuh diri, dan Anda mungkin takut mengambil tindakan yang salah. Jika seseorang berperilaku  atau bicara yang membuatmu berpikir ia mungkinakan  bunuh diri, orang tersebut sebenranya mungkin sedang bergulat dengan beberapa masalah besar, bahkan jika ia  tidak mempertimbangkan bunuh diri saat ini. Anda dapat membantu orang tersebut untuk mendapatkan sumber daya yang tepat – meskipun ia mungkin tidak mau memintanya.

Menawarkan dukungan

Jika seorang teman atau orang yang dicintai  berpikir tentang bunuh diri, ia perlu bantuan profesional, bahkan jika bunuh diri bukan merupakan bahaya langsung.

Inilah yang dapat Anda lakukan.

  • Dorong orang untuk mencari pengobatan. Seseorang yang mencoba bunuh diri atau memiliki depresi berat mungkin tidak memiliki energi atau motivasi untuk mencari bantuan. Jika teman Anda atau kekasih tidak mau berkonsultasi dengan dokter atau penyedia kesehatan mental, sarankan mencari bantuan dari kelompok pendukung, pusat krisis, komunitas iman, guru atau orang yang terpercaya lainnya. Anda dapat membantu dengan menawarkan dukungan dan saran – tapi ingat bahwa itu bukan tugas Anda untuk menjadi pengganti penyedia kesehatan mental.
  • Tawarkan untuk membantunya  mengambil langkah untuk mendapatkan bantuan dan dukungan. Misalnya, Anda dapat melakukan pencarian informasi tentang pilihan pengobatan, membuat panggilan telepon , atau bahkan menawarkan untuk menemaninya berobat.
  • Dorong agar orang tersebut mau berkomunikasi terus dengan Anda. Seseorang yang bunuh diri mungkin tergoda untuk memendam beri pengertian, dan ekspresikan pendapat Anda tanpa sikap  menyalahkan. Dengarkan dengan penuh perhatian dan hindari menyela ucapannya.
  • Bersikap hormat dan menghargai perasaan orang tersebut. Jangan terlihat kaget atau shock. Ingat, meskipun seseorang yang bunuh diri tidak berpikir logis, emosinya adalah nyata. Tidak menghormati bagaimana orang merasa dapat mematikan komunikasi.
  • Jangan menggurui atau menghakimi. Misalnya, jangan memberitahu seseorang, “hidup bisa bisa lebih buruk” atau “Anda memiliki segala sesuatu untuk hidup.” Sebaliknya, ajukan pertanyaan seperti, “Apa yang menyebabkan Anda merasa begitu buruk?” “Apa yang akan membuat Anda merasa lebih baik?” atau “Bagaimana saya bisa membantu?”
  • Jangan pernah berjanji untuk menjaga rahasia bahwa seseorang berniat bunuh diri. Kita harus paham bahwa  Anda mungkin tidak dapat untuk tetap berjanji menjaga rahasia  jika Anda tahu bahwa  kehidupan seseorang dalam bahaya. Pada saat itu, Anda harus mendapatkan bantuan.
  • Berikan jaminan bahwa segalanya akan membaik. Ketika seseorang berniat bunuh diri, tampaknya seolah-olah semua jalan sudah tertutup. Tidak ada lagi harapan. Yakinkan kepadanya bahwa perasaan tersebut hanya bersifat sementara, dan bahwa dengan perawatan yang tepat, ia akan merasa hidup akan membaik lagi.
  • Mendorong orang untuk menghindari penggunaan alkohol dan narkoba. Menggunakan obat-obatan atau alkohol mungkin tampaknya akan meringankan perasaan, tapi akhirnya itu membuat semuanya menjadi lebih buruk – dapat menyebabkan perilaku sembrono atau merasa lebih tertekan. Jika orang tersebut tidak bisa berhenti dari kecanduan sendiri, tawarkan untuk membantu menemukan pengobatan.
  • Hilangkan alat atau barang berpotensi berbahaya dari rumah orang itu, jika memungkinkan. Jika Anda bisa, pastikan orang tersebut tidak memiliki item di sekitar yang dapat digunakan untuk bunuh diri – seperti pisau, pisau cukur, senjata atau narkoba. Jika orang yang membutuhkan obat yang dapat digunakan untuk overdosis, dorong dia untuk memiliki seseorang yang menjaganya dan berikan obat yang diresepkan.

Tanggapi  semua tanda-tanda perilaku bunuh diri dengan serius

Jika rekan Anda mengatakan dia sedang berpikir untuk bunuh diri atau berperilaku dengan cara yang membuat Anda berpikir orang tersebut mungkin bunuh diri, jangan anggap enteng atau main main atau mengabaikan situasi. Banyak orang yang bunuh diri telah menyatakan niat di beberapa kesempatan. Anda mungkin khawatir bahwa Anda bereaksi berlebihan, tapi keselamatan teman Anda atau kekasih itu yang paling penting. Jangan khawatir tentang hubungan Anda tegang ketika ada hidup seseorang yang dipertaruhkan.

Anda tidak punya tanggung jawab untuk mencegah seseorang dari bunuh diri – tapi campur tangan Anda dapat membantu orang tersebut melihat bahwa masih ada pilihan lain yang tersedia untuk tetap aman dan mendapatkan perawatan.

Bila ada yang berniat bunuh diri: apa yang harus anda lakukan (1)

Apa yang harus dilakukan ketika seseorang mencoba bunuh diri.  Ketika seseorang yang Anda kenal berupaya bunuh diri, Anda mungkin tidak tahu harus berbuat apa. Pelajari tanda-tanda peringatan (early warning), pertanyaan apa yang ditanyakan dan bagaimana cara untuk mendapatkan bantuan.

Ketika seseorang mengatakan dia sedang berpikir tentang bunuh diri, atau mengatakan hal-hal yang terdengar seperti jika seseorang sedang mempertimbangkan bunuh diri, itu bisa sangat membingungkan dan menjengkelkan. Anda mungkin tidak tahu apa yang harus dilakukan untuk membantu, apakah Anda harus memulai pembicaraan tentang bunuh diri secara serius, atau jika campur tangan Anda mungkin akan membuat situasi lebih buruk. Mengambil tindakan adalah selalu pilihan terbaik. Berikut ini apa yang harus dilakukan.

Mulai dengan mengajukan pertanyaan

Langkah pertama adalah untuk mengetahui apakah orang itu dalam keadaan kritis/ bahaya untuk benar benar melaksanakan keinginan bunuh diri. Jadilah sensitif, tetapi tetap mengajukan pertanyaan langsung, seperti:

  • Bagaimana Anda mengatasi atau menghadapi apa (masalah) yang terjadi dalam hidup Anda?
  • Apakah Anda pernah merasa seperti tidak ada lagi jalan keluar?
  • Apakah Anda berpikir tentang kematian?
  • Apakah Anda berpikir untuk menyakiti diri sendiri?
  • Apakah Anda berpikir tentang bunuh diri?
  • Pernahkah Anda berpikir tentang bagaimana Anda akan melakukannya?
  • Apakah Anda tahu kapan Anda akan melakukannya?
  • Apakah Anda memiliki sarana untuk melakukannya?

Bertanya tentang pikiran atau perasaan untuk bunuh diri tidak akan mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu yang merusak diri sendiri. Bahkan, menawarkan kesempatan untuk berbicara tentang perasaan dapat mengurangi risiko bertindak atas keinginan bunuh diri.

Carilah tanda-tanda peringatan

Anda tidak dapat selalu mengetahui bahwa orang yang dicintai atau teman sedang mempertimbangkan bunuh diri. Tapi di sini ada beberapa tanda-tanda umum:

  • Berbicara tentang bunuh diri – misalnya, membuat pernyataan seperti “Saya akan bunuh diri,” “Aku berharap aku sudah mati” atau “Saya berharap saya tidak pernah lahir”
  • Mengumpulkan alat untuk melakukan bunuh diri, seperti membeli senjata atau menimbun pil obat tidur, racun tikus.
  • Penarikan dari kontak sosial dan ingin dibiarkan sendiri
  • Memiliki perubahan suasana hati, seperti menjadi sangat emosional  pada satu hari dan kemudian sangat sedih/ tertekan pada hari berikutnya
  • Sibuk memikirkan kematian, sekarat atau kekerasan
  • Merasa terjebak atau putus asa dengan situasi saat ini
  • Peningkatan alkohol atau obat terlarang
  • Mengubah rutinitas normal, termasuk makan atau pola tidur
  • Melakukan hal-hal berisiko atau merusak diri sendiri, seperti menggunakan obat atau mengemudi sembarangan
  • Memberikan barang atau menyelesaikan urusan tanpa  ada penjelasan logis lain untuk mengapa hal ini dilakukan
  • Mengatakan selamat tinggal kepada orang seolah-olah mereka tidak akan ketemu lagi
  • Mengalami  perubahan kepribadian atau menjadi sangat cemas atau gelisah, terutama  beberapa tanda peringatan yang tercantum di atas

Dapatkan bantuan darurat, jika diperlukan

Jika Anda yakin seseorang dalam bahaya melakukan bunuh diri atau telah melakukan upaya bunuh diri:

  • Jangan ditingga sendirian. 
  • Hubungi nomor darurat telpon lokal Anda segera. Atau, jika Anda berpikir Anda bisa melakukannya dengan aman, bawa yang bersangkutan ke ruang gawat darurat rumah sakit terdekat.
  • Cobalah untuk mencari tahu jika dia berada di bawah pengaruh alkohol atau obat-obatan atau mungkin telah mengambil overdosis.
  • Segera beritahu anggota keluarga atau teman  apa yang terjadi.

Jika teman atau pembicaraan anggota keluarga atau berperilaku dengan cara yang membuat Anda percaya ia mungkin bunuh diri, jangan mencoba untuk menangani situasi tanpa bantuan. Dapatkan bantuan dari seorang profesional terlatih secepat mungkin. Orang tersebut mungkin perlu dirawat di rumah sakit sampai krisis bunuh diri telah berlalu.

Seri pencegahan bunuh diri: Pertolongan dan dukungan

bunuh diri

Bila ada teman, saudara atau tetangga yang mempunyai keinginan untuk bunuh diri, maka pertolongan yang perlu diberikan adalah sikap yang bersimpati dan telinga yang mau mendengarkan. Orang yang berniat bunuh diri perlu tahu bahwa dia tidak ditinggal sendirian dalam menghadapi masalahnya dan bahwa anda sangat perhatian kepadanya. Meskipun demikian, tanggung jawab untuk kembali sehat tetap ada pada yang bersangkutan. Anda bisa memberikan dukungan, namun anda tidak akan bisa menggantikan dirinya untuk pulih kembali. Orang yang bersangkutan yang harus mempunyai komitmen untuk bangkit kembali.

Memerlukan keberanian tersendiri untuk menolong seseorang agar bersedia mengurungkan niatnya untuk bunuh diri, terutama bila hal tersebut menimpa saudara atau teman dekat kita. Ikut terlibat dalam menolong saudara atau teman dekat agar tidak bunuh diri sering menimbulkan gejolak emosi dalam diri kita sendiri. Oleh karena itu, setelah hal tersebut berlalu, mungkin anda perlu “curhat” kepada orang yang anda percayai.

Berikut ini beberapa saran bila anda ingin menolong orang yang berniat bunuh diri:

  • Bantu untuk mendapatkan pertolongan ahli. Upayakan sebisa mungkin untuk menolong seseorang yang berniat bunuh diri. Dorong agar yang bersangkutan bersedia ke psikiater dan bantu untuk mendapatkan pertolongan dari para ahli kesehatan jiwa.
  • Tindak lanjut pengobatan. Bila saudara atau teman yang berniat bunuh diri mendapat obat dari dokter, upayakan agar yang bersangkutan bersedia minum obat sesuai ketentuan yang diberikan dokter. Perhatikan adanya efek samping obat dan beri tahu dokter bila keadaan saudara/ teman anda tersebut terlihat memburuk. Sering diperlukan waktu untuk bisa menentukan jenis obat dan dosis yang tepat.
  • Bertindak pro-aktif. Orang yang berniat bunuh diri sering tidak lagi percaya bahwa akan ada yang bisa menolongnya. Untuk itu, anda harus lebih pro-aktif dalam memberikan pertolongan. Kata kata seperti:” Telpon saya bila kamu perlu sesuatu” tidaklah tepat. Anda perlu lebih pro-aktif dengan menelponnya, menjenguknya dan mengajaknya jalan jalan keluar.
  • Dorong agar mengubah pola hidupnya. Dorong agar teman atau saudara tersebut  bisa tidur cukup dan teratur, makan makanan yang sehat, berolah raga, keluar rumah selama setidaknya 30 menit per hari.
  • Buat rencana keselamatan. Buat rencana keselamatan dan diminta agar yang bersangkutan berjanji untuk menjalankannya. Dalam rencana keselamatan tersebut perlu diidentifikasi hal hal yang mencetuskan keinginannya untuk bunuh diri, seperti: setiap ulang tahun kehilangan (kematian istrinya, rumah terbakar, dll), bertengkar, minum alkohol, dll. Upayakan juga diidentifikasi hal hal yang bisa membantu untuk mencegahnya meneruskan niatnya, seperti daftar nama teman atau saudara yang bisa diajak bicara, dokter yang bisa dihubungi, dll.
  • Singkirkan alat alat bantu bunuh diri. Singkirkan pisau, tali, senjata, obat, racun tikus, dll yang bisa dipakai untuk bunuh diri.
  • Teruskan dukungan anda sampai cukup waktu. Meskipun sudah berlalu, upayakan untuk tetap kontak dengan yang bersangkutan. Secara periodik kunjungi dirinya dan ajak untuk bersosialisasi. Dukungan tersebut diperlukan agar tema atau saudara anda tersebut tetap dalam jalur pemulihan.

Referensi: http://www.helpguide.org/mental/suicide_prevention.htm

Seri pencegahan bunuh diri: respon cepat bila keadaan kritis

Niat bunuh diri

Bila ada teman, saudara atau anggota keluarga yang berk ata bahwa dia berniat untuk bunuh diri, maka sangat penting untuk mengevaluasi tingkat kegentingan atau berbahayanya situasi. Seseorang yang berada dalam situasi sangat kritis, maka orang tersebut telah mempunyai RENCANA, mempunyai ALAT untuk melaksanakan upaya bunuh dirinya, WAKTU YANG TELAH DITETAPKAN, dan NIAT KUAT untuk melaksanakannya.

Beberepa pertanyaan berikut ini bisa ditanyakan untuk mengukur kegentingan situasi:

  • apakah anda punya RENCANA untuk bunuh diri?
  • apakah anda punya obat, tali gantungan, pisau, senjata untuk melaksanakan bunuh diri (ALAT)?
  • apakah kamu tahu kapan kamu akan melakukan bunuh diri? (WAKTU TELAH DITETAPKAN)
  • apakah kamu sudah berniat bunuh diri (NIAT, bukan hanya pikiran)

Berikut tanda tanda sesuai tingkat kegawatannya:

  1. Tingkat rendah: bila ada beberapa pemikiran untuk melakukan bunuh diri. Tidak ada rencana. Yang bersangkutan juga tidak pernah bilang kalau dia berniat bunuh diri.
  2. Tingkat menengah: bila ada pemikiran untuk bunuh diri, ada rencana tapi belum jelas dan tidak mematikan.
  3. Tingkat tinggi: bila ada pemikiran untuk bunuh diri, telah mempunyai rencana yang spesifik yang sangat mematikan, tapi dia bilang kalau tidak berniat bunuh diri.
  4. Tingkat sangat tinggi: bila ada pemikiran, sudah pun-ya rencana yang spesifik dan mematikan serta berkata bahwa dia berniat bunuh diri.

Bila pada tingkat situasi sangat tinggi, maka orang tersebut tidak boleh ditinggalkan sendirian dengan alasan apapun. Semua alat yang bisa dipergunakan untuk bunuh diri (obat, senjata, tali, dll) harus disingkirkan.

Pada penderita depresi yang minum obat antidepressant, terlihat adanya kenaikan pada perasaan dan pemikiran untuk bunuh diri. Oleh karena itu, penderita depresi yang baru saja mulai minum obat  dan yang baru saja dinaikkan dosis antidepressant-nya harus selalu dimonitor. Resiko melakukan bunuh diri terjadi pada 2 bulan pertama setelah mulai minum obat anti-depressant.

 

Seri pencegahan bunuh diri: ajaklah bicara!

Tulisan ini merupakan lanjutan tulisan sebelumnya

Mengajak bicara

Bila anda mengetahui ada tanda tanda keinginan bunuh diri pada teman, saudara atau tetangga, ajaklah bicara. Jangan ragu untuk mengajak bicara mereka, karena semakin cepat diajak bicara hasilnya akan semakin baik. Jangan ditunda-tunda karena berarti memberikan kesempatan untuk melakukan niatnya.

Kadang kita ragu, apakah mengajaknya bicara tidak akan membuat dia marah? Bagaimana kalau ternyata salah? Kita sering merasa takut atau ragu. Namun berbagai penelitian menunjukkan bahwa seseorang yang menunjukkan atau mempunyai tanda tanda orang akan bunuh diri, memang termasuk orang orang yang memerlukan bantuan atau pertolongan–dan semakin cepat pertolongan datang semakin baik.

Mengajak bicara seseorang yang punya niat bunuh diri bukanlah pekerjaan mudah. Untuk itu, bila kita tidak tahu secara pasti, cara terbaik adalah dengan mengajaknya bicara dan mengajukan pertanyaan. Dalam kenyataannya, memberikan kesempatan kepada seseorang yang mempunyai keinginan untuk bunuh diri menyatakan perasaannya, kepedihannya, akan meringankan bebannya dan akan dapat mengurungkan niatnya.

Beberapa kalimat pembuka untuk mengajaknya bicara, misalnya seperti ini:

  • Saya agak prihatin melihat dirimu akhir akhir ini
  • Saya perhatikan ada yang berbeda pada dirimu akhir akhir ini, ada apa?
  • Saya perhatikan kamu sekarang bukan seperti yang aku kenal

Beberapa pertanyaan yang bisa diajukan:

  • Sejak kapan kamu punya perasaan seperti itu?
  • Apakah yang menyebabkan kamu punya perasaan seperti itu?
  • Apa yang bisa saya lakukan untuk membantumu?
  • Apakah kamu merasa perlu pertolongan seorang ahli (dokter atau psikolog)?

Beberapa pernyataan yang akan meringankan bebannya dan membantunya untuk keluar dari permasalahan:

  •  Dalam hal ini kamu tidak sendirian, saya akan bantu semampu saya
  • Kamu bisa saja tidak percaya sekarang, tapi saya yakin bahwa perasaanmu akan berubah nanti
  • Saya mungkin tidak sepenuhnya tahu apa yang kamu rasakan, namun saya sangat prihatin dan akan berusaha membantu

Beberapa saran bila anda akan bicara kepada seseorang yang punya niat untuk bunuh diri:

  • Jadilah diri anda sendiri. Upayakan agar orang tersebut tahu bahwa anda prihatin dan ingin membantu. kata kata yang tepat tidak terlalu penting. Asalkan disampaikan dengan tulus dan sungguh sungguh, dengan melihat nada suara dan gerak tubuh, orang tersebut akan tahu bahwa anda perhatian terhadap dirinya.
  • Dengarkan. Upayakan agar orang yang berniat bunuh diri mengeluarkan isi hatinya. Bila orang tersebut mau mengeluarkan isi hatinya, itu sebuah tanda positif.
  • Bersikap simaptik, tidak menghakimi, tenang, bisa menerima dan sabar. Upayakan agar yang bersangkutan mau bicara.
  • Berikan harapan. yakinkan bahwa akan ada pertolongan dan bahwa keinginan bunuh diri itu hanya sementara sifatnya. Beri tahu kepadanya bahwa hidupnya penting bagi anda
  • Bila orang tersebut berkata:”Saya sangat sedih dan sudah tidak tahan lagi. Saya tidak kuat lagi”. Ajukan pertanyaan:” Apa kamu punya niat untuk bunuh diri?” Dengan berkata begitu bukannya anda memberikan inspirasi kepadanya, namun hal tersebut menunjukkan bahwa anda prihatin dengan diri orang tersebut. Hal tersebut menunjukkan bahwa anda bersedia menampung dan meringankan masalah yang dihadapinya.

Hal hal yang sebaiknya tidak dikatakan atau dilakukan:

  • Berdebat dengan orang yang punya niat bunuh diri. Hindari dari berkata-kata seperti berikut:” bunuh diri akan membuat keluargamu menderita”, “Lihatlah sisi positifnya”, “masih banyak yang bisa kamu kerjakan dalam hidupmu”
  • Memberi kuliah bahwa bunuh diri adalah tindakan salah, memberi ceramah tentang arti kehidupan, bertindak seperti orang yang shock.
  • Berjanji bahwa apa yang dibicarakan sebagai suatu rahasia. Kita tidak boleh berjanji akan merahasiakan hal tersebut karena disini nyawa seseorang taruhannya. Mungkin diperlukan bantuan seorang dokter jiwa agar orang yang punya niat bunuh diri bisa diselamatkan.
  • Mengajukan beberapa cara untuk memecahkan masalah, memberikan nasehat, atau membuat orang tersebut menimbang nimbang perasaan mereka tentang bunuh diri. Disini yang jadi masalah bukan seberapa besar masalah tersebut, tapi seberapa tajam masalah tersebut menyakitkan atau melukai perasaan orang tersebut.

Berlanjut

Seri pencegahan bunuh diri: Tanda tanda orang yang akan bunuh diri

Tulisan ini merupakan kelanjutan tulisan sebelumnya

Menyendiri

Pertama kali kali saya melihat orang bunuh diri, dengan menggantung diri di sebuah pohon, ketika saya masih duduk di Sekolah Dasar. Kali kedua, ketika saya sudah bertugas di Puskesmas, sebagai dokter saya harus memeriksa seseorang yang bunuh diri, juga dengan menggantung di pohon. Pertanyaannya yang kemudian muncul adalah, apakah yang perlu dilakukan agar seseorang tidak jadi melakukan upaya bunuh diri?

Hampir semua orang yang bunuh diri telah menyampaikan atau mempunyai tanda tanda atau gejala. Cara paling tepat dalam mencegah upaya bunuh diri adalah mengenal tanda tanda tersebut dan bertindak dengan tepat dan cepat. Bila anda percaya bahwa seseorang akan bunuh diri, maka anda bisa mempunyai peran besar dalam mencegah upaya bunuh diri dengan mengajaknya bicara tentang berbagai alternatif jalan keluar yang masih mungkin, menunjukkan bahwa anda perhatian dan mengasihi dia, dan membawanya ke dokter atau psikolog.

Tanda tanda yang jelas bahwa seseorang akan bunuh diri adalah dia berbicara tentang keinginannya untuk bunuh diri atau niat mencelakai dirinya sendiri, berbicara atau menulis tentang mati atau kematian, dan mencari sesuatu yang bisa untuk bunuh diri seperti senjata, tali untuk gantung diri atau obat. Tanda tanda seperti itu sangat penting terutama bila orang tersebut mempunyai gangguan jiwa seperti depresi atau gangguan bipolar, mempunyai ketergantungan obat atau alkohol, pernah mencoba bunuh diri sebelumnya, atau ada riwayat keluarga bunuh diri.

Tanda lain yang tidak terlalu kentara/ terlihat jelas, namun sama pentingnya adalah bila yang bersangkutan sudah putus asa. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa keputus-asaan merupakan salah satu tanda yang kuat bahwa seseorang mempunyai kemungkinan besar untuk bunuh diri. seseorang yang sudah putus asa mungkin bicara tentang sesuatu yang “sudah tidak tertahankan lagi”, masa depan suram, atau bicara tentang tidak ada lagi hari esok atau masa depan.

Tanda tanda lain yang mengarah ke upaya bunuh diri adalah perubahan perasaan dan perubahan kepribadian yang mendadak, seperti perubahan dari anak sopan menjadi pemberontak, senang bergaul berubah menjadi mengurung diri. Seseorang yang akan bunuh diri sering juga tidak lagi tertarik dengan kegiatan sehari-hari, tidak memperhatikan penampilan dirinya lagi, dan menunjukkan adanya perubahan yang besar pada kebiasaan makan dan tidurnya.

Beberapa tanda niat bunuh diri antara lain:

  • Bicara tentang bunuh diri, seperti: “seandainya saya tidak pernah dilahirkan”, “saya lebih baik mati saja”, “jika saya masih ketemu kamu lagi”, dll
  • Mencari alat bantu bunuh diri, seperti senjata, tali, obat, racun tikus, dll
  • Perhatiannya tertanam pada hal hal kematian, seperti: pikirannya secara berlebihan tertuju pada masalah mati, kematian atau kekerasan. Menulis puisi atau cerita tentang kematian
  • Tidak ada lagi masa depan, perasaan tidak ada lagi yang bisa menolong, tidak ada lagi jalan keluar, tidak ada harapan, perasaan bahwa tidak akan bisa lagi bertambah baik atau berubah.
  • Benci kepada diri sendiri, merasa dirinya tidak berharga, malu, bersalah. Merasa bahwa orang sekitarnya akan merasa lebih baik bila dirinya mati
  • Mempersiapkan kepergiannya, seperti membuat surat wasiat, memberikan barang berharga kepada seseorag, membuat pengaturan soal keluarganya.
  • Mengucapka selamat tinggal dengan cara mengunjungi, menelpon  atau menulis email kepada saudara atau teman untuk mengucapkan selamat tinggal. mengucapkan kata kata kepada kawan atau teman bahwa mereka tidak akan ketemu lagi.
  • Menyendiri, tidak ingin ketemu orang atau tidak ingin bergaul, ingin menyendiri.
  • Bertindak ceroboh dan mencelakakan diri sendiri seperti minum alkohol yang banyak, minum obat, menyopir sembarangan atau kegiatan lain yang beresiko tinggi pada kematian seperti yang bersangkutan sudah ingin mati.
  • Perubahan mendadak menjadi tenang. Bila seseorang yang mengalami depresi kemudian tiba tiba berubah menjadi tenang, itu merupakan suatu tanda bahwa yang bersangkutan sudah memutuskan untuk mengakhiri hidupnya.

Seri bunuh diri: 5 kesalahpahaman tentang bunuh diri

Bunuh diri

Akhir akhir ini saya mendengar semakin banyak orang melakukan bunuh diri. Banyak penyebab bunuh diri. Salah satu penyebabnya adalah karena orang orang disekitarnya tidak tahu cara mencegah agar seseorang tidak sampai bunuh diri.

Orang yang bunuh diri mungkin tidak pernah meminta tolong, tetapi hal tersebut bukan berarti mereka tidak mau atau tidak ingin mendapat pertolongan. Sebagian besar orang yang bunuh diri sebenarnya tidak ingin mati, mereka hanya ingin penderitaannya atau kesusahannya berakhir.

World Health Organization (WHO), organisasi kesehatan sedunia memperkirakan bahwa ada sekitar 1 juta per tahun orang meninggal karena bunuh diri. Mengapa orang nekat mengakhiri hidupnya?  Bagi kita yang tidak pernah merasakan seperti apa yang mereka rasakan, rasanya tidak masuk akal kenapa ada orang sampai bunuh diri. Orang yang bunuh diri merasa sangat menderita dan putus asa serta melihat bahwa mengakhiri hidup adalah satu satunya jalan terlepas dari penderitaan tersebut.

Bunuh diri adalah sebuah usaha orang yang sudah putus asa untuk mengatasi penderitaan yang sudah tidak tertahankannya lagi. Orang yang akan melakukan tindakan bunuh diri sudah dibutakan oleh rasa benci kepada dirinya sendiri, tidak ada harapan, tidak bisa ditolong lagi dan terisolasi, sehingga hanya melihat mengakhiri hidupnya sebagai satu satunya jalan keluar.  Sebenarnya, orang yang berkeinginan untuk bunuh diri selalu merasa bingung atau ragu tentang keinginannya untuk mengakhiri hidupnya. hanya saja, mereka tidak bisa melihat alternatif lain yang lebih baik.

Ada beberapa kesalah pahaman tentang bunuh diri:

  1. Orang yang menyampaikan keinginannya untuk bunuh diri tidak pernah benar benar melakukannya. Hampir semua orang yang membunuh dirinya sendiri telah memberikan tanda tanda atau signal bahwa mereka akan bunuh diri atau mempunyai keinginan untuk bunuh diri. Jangan anggap enteng tanda tanda tersebut. Beberapa pernyataan seperti:” Kamu akan menyesal bila aku mati”, “Aku tidak bisa lagi melihat jalan keluarnya”. Meskipun hal tersebut  disampaikan sambil lalu atau secara main main, hal tersebut perlu mendapat perhatian serius karena itu merupakan tanda tanda orang yang mempunyai keinginan untuk bunuh diri.
  2. Setiap orang yang mencoba bunuh diri pasti telah gila. Hampir semua orang yang bunuh diri tidak menderita gangguan jiwa psikotik atau gila. Mereka memang mengalami kesedihan, putus harapan, sedang berduka cita, namun keadaan stress berat atau merasakan kesakitan emasional bukan tanda seorang sakit gila.
  3. Bila seseorang telah berniat bunuh diri maka tidak akan ada yang bisa menghalanginya. Sebenarnya, meskipun seseorang sedang dalam keadaan depresi yang mendalam, perasaan mereka tentang kematian masih mendua. Kebimbangan atau keraguan antara pingin tetap hidup atau ingin mati itu terus berkecamuk sampai saat saat terakhir sebelum melakukan bunuh diri. Hampir semua orang yang bunuh diri tidak ingin mati, mereka hanya ingin berhenti dari merasakan kepedihan yang sudah tidak tertahankan lagi. Dorongan hati untuk tetap hidup kadang terkalahkan dengan keinginan untuk mengakhiri kepedihan. Namun, kadang kepedihan tersebut bisa juga dikalahkan oleh dorongan hati untuk tetap hidup.
  4. Orang yang berkeinginan bunuh diri adalah orang orang yang tidak mau meminta tolong. Penelitian di negara negara barat menunjukkan bahwa sekitar separuh orang yang bunuh diri telah mendatangi dokter dalam kurun 6 bulan sebelum kematiannya.
  5. Bicara soal bunuh diri akan membuat orang timbul ide untuk bunuh diri. Anda tidak membuat seseorang bunuh diri hanya karena bicara soal bunuh diri. Malahan kebalikannya yang benar. Berbicara tentang masalah bunuh diri secara terbuka kepada orang yang punya niat bunuh diri merupakan salah satu cara ampuh dalam mencegah orang tersebut bunuh diri.
(berlanjut)

Disarikan dari http://helpguide.org/mental/suicide_prevention.htm