Penyebab gangguan jiwa (8)

psychosisTulisan ini merupakan kelanjutan artikel sebelumnya

Secara ringkas terjadinya gangguan jiwa adalah karena orang tersebut mempunyai masalah yang menyebabkan jiwanya sangat tertekan dan mencoba mengasi masalah tersebut dengan cara yang tidak sehat (patologis). Cara yang tidak sehat tersebut dikenal sebagai mekanisme pertahanan jiwa yang patologis, yaitu berupa distorsi (mengubah kenyataan diluar dirinya), splitting (mengelompokkan segala sesuatunya kedalam kategori baik dan jahat, tidak ada yang agak baik atau agak jahat), melontarkan (proyeksi) kelemahan diri atau ide yang tidak dapat diterima kepada orang lain (misalnya: keinginan dirinya untuk mencederai orang lain sebagai adanya agen rahasia yang ingin membunuhnya).

Tekanan kiwa yang berat juga  menyebabkan seseorang yang lemah jiwanya menjadi terganggu fungsi otaknya. Misalnya: mendengar suara suara yang sebenarnya berasal dari otaknya sendiri dan menganggap suara tersebut berasal dari luar dirinya. Sebagai contoh: seorang anak yang diwaktu kecil pernah mengalami pelecehan seksual yang dilakukan oleh kakak iparnya, kemudian merasa bersalah, merasa dirinya tidak berharga, dan merasa banyak berdosa. Ketika beranjak dewasa dan berkenalan atau bergaul dan mulai tertarik dengan lawan jenisnya, maka ingatan atas kejadian masa lalu timbul kembali. Beban akibat kejadian masa lalu membuat dirinya mengalami tekanan kejiwaan yang berat. Bila tekanan kejiwaan tersebut mulai tidak bisa ditanggungnya, maka yang bersangkutan akan mulai mendengar suara suara yang mengejek dirinya, menyuruhnya bunuh diri karena jadi anak yang tidak berguna, banyak berdosa. Sering juga ada suara suara yang bersifat positif dan membimbing dirinya. Bila suara suara tersebut membuat dirinya semakin bingung dan tidak terkendali, maka orang akan mengatakan bahwa anak tersebut menderita gangguan jiwa. Sering juga, untuk menghilangkan stressnya, anak tersebut kemudian hidup dalam alam khayalnya

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo

Kunjungan Deputi Kemeneg PPPA

12033744_1498324957159259_685244533_nPada tanggal 26 September 2015, Deputi Perlindungan Anak, Kementrian Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak beserta rombongan (Asisten Deputi dan beberapa eselon III) dengan diantar pejabat dari Dinas BKB- PM Purworejo datang berkunjung ke Tirto Jiwo.

12033512_1498326990492389_1496016190_nSelain membahas tentang pemulihan gangguan jiwa di Indonesia dan keistimewaan Tirto Jiwo, juga dibahas tentang strategi untuk mencegah gangguan jiwa dengan melakukan intervensi pada anak anak dan remaja.

 

12048431_1498325677159187_1120659435_nSalurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo

Laporan Keuangan Agustus 2015

tirto jiwo 1_1Semoga Allah swt membalas amal sholeh para dermawan dengan balasan berlipat ganda sesuai dengan janjinya dalam Surat Al Baqarah 261:

Perumpamaan [nafkah yang dikeluarkan oleh] orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah [2] adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan [ganjaran] bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas [karunia-Nya] lagi Maha Mengetahui. 

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP

tirto jiwo2-28092015Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo

6 Saran dalam menggalang dana secara online

cropped-header-web-srBagaimana cacarnya agar dapat menggalang dana untuk kegiatan social secara online?

Pertanyaan tersebut sangat sesuai bagi saya yang mengelola Tirto Jiwo, Pusat pemulihan dan pelatihan gangguan jiwa da Klinik Umiyah, klinik rawat inap bagi dhuafa. Nah, daripada ilmunya dipakai sendiri, saya share saja ilmu yang saya dapat. Semoga menjadi lebih berkah.

Agar lebih kongkrit, ada baiknya kalau kita belajar dari organisasi yang sudah terbukti mampu menggalang dana secara efektif.

Ada sebuah gerakan yang menyebut dirinya sebagai #sedekah rombongan, mulai beraktivitas sejak tahun 2011, dalam waktu kurang dari 2 tahun sudah mampu menggalang dana hingga mencapai Rp 2 milyar. Hingga bulan September 2015,  #sedekahrombongan telah mampu menggalang dana sebesar Rp 28 Milliar lebih.

Apa rahasianya? Salah satu kunci utamanya adalah karena mereka mampu menyajikan foto dan cerita yang menyentuh. Tentunya ada faktor yang lain, seperti (a) mereka tidak memakai uang sumbangan untuk biaya operasionalnya dan (b) memegang amanah dengan sanat teguh. Mereka rela masuk neraka bila sampai menyalah gunakan uang sedekah.

Menurut Katya Andersen, ahli dalam marketing untuk organisasi nirlaba, ada beberapa karakteristik dimana sebuah website bisa menggerakan para dermawan untuk menyumbang.

Katya Andersen menyatakan bahwa data yang kering ternyata kurang bermanfaat. Data statistik tidak akan “go viral:, tidak akan di share atau dibagikan oleh para pengguna social media.

Foto dan cerita yang menyentuh hati dan menggerakkan lebih bisa mengajak dermawan untuk menyumbang. Masalahnya sekarang, bagaimana agar foto dan cerita di website kita bisa menyentuh dan menggerakan?
Ada 6  elemen dari cerita yang baik:

  1. relevant dengan pembaca atau pengunjung website
  2. biasanya berupa cerita tentang seseorang atau masyarakat
  3. membawa pesan tertentu
  4. cukup detail sehingga membuat cerita lebih “bisa dipercaya”
  5. menyenangkan atau menarik dibacanya
  6. tidak terlalu panjang

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo

Anak anak melihat rusa di Tirto Jiwo

11880248_1467689733556115_638456838_nAnak anak dari desa tetangga sedang melihat rusa yang ada di Tirto Jiwo

Rusa memberi kesan adanya kehidupan yang nyaman, normal dan asri.

Adanya rusa di Tirto jiwo telah memberikan dukungan dalam proses pemulihan gangguan jiwa

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo

Cara mengatasi perasaan tidak berdaya (learned helplessness)-3

Ibu Sumirah

Ibu Sumirah

Tulisan ini merupakan lanjutan tulisan sebelumnya.

Pada saat ini, dengan telah mengguritanya system kapitalisme , maka sebagian besar pekerja akan sangat sulit untuk dapat hidup berkecukupan. Bagi kebanyakan pekerja, termasuk pegawai negeri sipil, gaji mereka hanya cukup untuk hidup pas-pasan. Cari tambahan penghasilan yang halal juga tidak gampang.Sebagian besar waktu, tenaga dan pikiran sudah tersedot oleh pekerjaan yang ditekuninya sekarang. Tidak cukup tabungan tersedia untuk memulai usaha sampingan.

Bagaimana caranya menembus batas dan perangkap yang menjerat?

Kita perlu belajar dari orang orang yang telah terbukti mampu mengatasi semua rintangan tersebut. Ada beberapa teladan yang akan saya ulas sebagai pelajaran.

  1. Ibu Sumirah, seorang ibu tamatan SMP yang bekerja sebagai tukang pijat, tukang sol sepatu, buruh pabrik. Beliau mampu mempunyai penghasilan (tahun 2008) sebesar Rp 2 juta perhari. Dia terapkan nasihat ayahnya.  ‘Kalau kamu punya rezeki, 50 persen untuk kamu dan 50 persen lagi untuk mushala. Pasti rezeki itu akan barokah’,”
    Pesan almarhum ayahnya terus diingat Sumirah. Setiap rupiah yang dihasilkan selalu disisihkan untuk mushala. Ketika SD dan tinggal di Pacitan, orderan memijat datang hingga Madiun, bahkan Semarang. Saat SMP Sumirah dan kakaknya hijrah ke Jakarta. Di kota megapolitan ini Sumirah tidak tertarik mencicipi pekerjaan lain. Kebetulan, kemampuan memijatnya tersohor hingga ke Jawa Barat. Pada 1986 Sumirah dan suami mencari peruntungan di Surabaya. Di kota ini selain tetap memijat, ia bekerja di pabrik PT Horison Sintex (sekarang Lotus). Ia hanya masuk pabrik hari Selasa, Rabu, dan Kamis.Dia menyisihkan 50% penghasilannya untuk membangun mushola, memperbaiki jalan dikampungnya, dan membuat serta mengelola panti asuhan. Silahkan kunjungi Ibu Sumirah di Panti Asuhan Amanah sekaligus rumahnya di Jalan Pandugo Gg II Nomor 30 B, Rungkut.

Bersambung

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo

Pelatihan ketahanan jiwa

Hidup bermaknaKetahanan jiwa adalah kemampuan untuk segera bangkit dan terus maju mencapai cita cita meskipun ada badai kehidupan melanda.

Powerpoint tentang ketahanan jiwa dapat didownload di sini

Setidaknya ada 3 hal yang akan dapat membuat diri kita menjadi tahan banting:

  1. Menjalani hidup yang penuh makna (hidupbermakna)
  2. Mempunyai kemampuan mengelola stress dan mengendalikan emosi
  3. Mempunyai sahabat atau saudara yang bersedia mendukung

Hidup bermakna adalah hidup sesuai cita cita atau yang diinginkan, namun tidak bertentangan dengan ketentuan agama, sehingga setelah mati akan masuk surga. Contoh hidup yang bermakna adalah kehidupan Subhashini Mistry (foto diatas), seorang ibu penjual sayuran dipasar yang berhasil membangun sebuah rumah sakit.

Bagaimana membuat hidup kita bermakna?

Kalau kita bercita cita menjadi menteri pendidikan dengan niat agar kita dapat membuat pendidikan yang terjangka oleh semua orang, maka mulai sekarang kita dapat melakukan kegiatan yang sesuai dengan cita cita namun disesuaikan dengan kondisi kita saat ini. Kita dapat membuat taman bacaan, membuat kursus gratis, dll tanpa harus menunggu kita menjadi menteri pendidikan.

Karena kematian datang tidak memandang usia, maka agar hidup kita selalu bermakna diusia berapapun, maka kita perlu melakukan kegiatan yang sesuai dengan cita cita kita dengan melihat kondisi dan kemampuan kita saat ini.

Cukuplah Allah bagi kami

Kolam Ikan Hias, masih dalam tahap pembangunan

Kolam Ikan Hias, masih dalam tahap pembangunan

Pada saat ini, Tirto Jiwo sedang membangun sebuah kolam ikan hias. Kami harapkan dengan adanya kolam ikan tersebut, maka suasana Tirto Jiwo akan semakin mendukung proses pemulihan.

Kami sengaja membangun prasarana Tirto jiwo berada dalam pertengahan. Keinginan kami, bangunan Tirto Jiwo tidak mewah bagi kalangan miskin, namun juga tidak jelek bagi kalangan berada.

Kami juga sengaja tidak menentukan tarif secara ketat. Bagi keluarga miskin, kami akan dengan sepenuh hati melayani. Bagi keluarga mampu, kami mengharapkan pengertiannya untuk membayar lebih sebagai bentuk infaq untuk mendapatkan keberkahan dari Allah. Keberkahan dari Allah swt merupakan salah satu hal yang sangat penting bagi kesembuhan seseorang dari gangguan jiwa. Bila Allah menghendaki, seberat apapun kondisi kesehatan jiwanya, akan dengan mudah dipulihkan.

Namun, namanya juga manusia. Beberapa keluarga yang mampu mencoba untuk membayar serendah mungkin. Mereka pikir bahwa membayar sedikit mungkin itu bagus buat mereka.

“Cukuplah Allah bagi kami, Allah yang akan memberikan sebagian karunia-Nya kepada kami”

Epilepsi dan Gangguan Jiwa

Penyakit epilepsi atau ayan adalah sebuah penyakit yang disebabkan oleh adanya aktivitas listrik yang berlebihan di dalam otak.

Bila aktivitas listrik berlebihan tersebut terjadi di bagian otak yang mengatur perilaku (lobus temporalis), maka penderita epilepsi tersebut sering disertai gejala gangguan jiwa.

Gangguan jiwa tersebut bisa terjadi setelah serangan epilepsi (post ictal), sebelum serangan (pre ictal) atau diantara dua serangan epilepsi (inter ictal).

Gangguan jiwa bisa muncul sebagai akibat dari serangan epilepsi.  Bisa juga gangguan jiwa terjadi bersamaan dengan epilepsi karena kelainan otak di lobus temporalis menyebabkan gangguan jiwa dan juga epilepsi.

Dari sisi dokter syaraf, beberapa hal yang perlu dianalisa adalah:

  • apakah gejala gangguan jiwa terkait dengan serangan epilepsi (pre ictal, post ictal atau inter ictal)?
  • apakah gangguan jiwa terkait dengan obat anti epilepsi yang diberikan?
  • apakah serangan gangguan jiwa terkait dengan munculnya kembali serangan kejang/ epilepsi pada pasien epilepsi yang tidak bereaksi terhadap obat anti epilepsi yang telah diberikan?

Gangguan jiwa pada penderita epilepsi bisa berupa skizofrenia, gangguan bipolar, gangguan kecemasan maupun gangguan kepribadian.