Selamat Hari Raya Ied

Hasil gambar untuk tirtojiwoSegenap pengurus Yayasan Islam Ummy dan pengelola Tirto Jiwo mengucapkan selamat hari raya Ied. Semoga semua amal ibadah kita dibulan ramadhan diterima Allah swt. Mohon maaf lahir dan batin.

Salurkan CSR (corporate social responsibility), zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirtojiwo 

Gangguan jiwa bipolar (2): episoda mania atau hipomania

Gejala utama pada penderita gangguan jiwa bipolar adalah adanya perubahan mood (perasaan) yang berubah ubah dari mania/ hipomania ke depresi atau sebaliknya.

Serangan mania atau hipomania sering memberikan pengalaman yang menyenangkan pada penderita bipolar. Perubahan positif pada suasana hati (mood) bisa sangat dramatis.  Penderita  merasakan dirinya penuh energi, optimis dan menggairahkan. Pada sisi yang lain, orang lain sering melihat penderita mania atau hipomania sebagai orang yang gampang tersinggung atau lekas marah dan mudah terhasut. Pada awal serangan mania/ hipomania. Pada penderita yang mengalami episode campuran (mixed episode), perubahan cepat dari gembira atau senang hati ke marah sekali, bisa terjadi dengan cepat.

Gejala mania, hipomania atau campuran biasanya mulai muncul secara bertahap dalam burun beberapa hari hinggá 2 mingguan. Sering penderita bipolar menyadari adanya pola dari munculnya gejala hipomania atau mania tersebut. Misalnya, mania atau hipomania muncul dari satu gejala berupa sulit tidur, dan kemudian memburuk dengan bertambahnya gejala yang muncul (misalnya: meningkatnya garría seksual, rasa gembira). Perubahan dalam pola pikir atau otak yang dipenuhi dengan pikiran tertentu sering juga merupakan tanda awal hipomania atau mania. Beberapa penderita bisa menyadari hal tersebut dan berkata:” Oh mulai muncul lagi. Saya selalu mulai dengan pikiran tersebut bila mania mulai menyerang”. Pemahaman tersebut dapat menjadi langkah kuncil atau penting sehingga tindakan intervenís untuk mencegah munculnya mania atau hipomania secara penuh.

Bersambung

Salurkan CSR (corporate social responsibility), zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirtojiwo 

Ketahanan Jiwa (4)

Artikel sebelumnya bisa di klik disini

Beberapa jalan yang akan dapat memperkuat ketahanan jiwa:

  1. Pakai sebagai kesempatan untuk lebih mengenal diri sendiri. Dai kondang Aa Gym, sebagai anak tentara, juga bercita cita menjadi tentara. Namun karena tingginya kurang memenuhi syarat, maka dia gagal masuk AKABRI. Ternyata kegagalannya masuk tentara mengantarkannya menjadi ustadz terkenal. Kejadian Hasil gambar untuk Keep things in perspectiveyang tidak menyenangkan atau kegagalan, dapat dipakai sebagai sarana untuk lebih mengenal diri dan kemudian berjuang untuk sukses dalam situasi atau jalur karir yang baru.
  2. Pupuk sikap positif terhadap diri sendiri. Orang yang memandang negatif diri sendiri cenderung gampang terkena depresi, sedangkan orang yang menilai dirinya secara positif (tapi tidak berlebihan) akan mempunyai ketahanan jiwa. Tidak percaya diri membuat seseorang mudah patah semangat, tidak tahan menghadapi cobaan. Oleh karena itu, memupuk sikap positif terhadap diri sendiri sangat perlu dilakukan agar ketahanan jiwa menjadi semakin kuat.
  3. Letakkan segala sesuatu dalam gambaran besarnya. Badai pasti berlalu, tidak ada badai yang berlangsung selamanya. Begitu juga dengan masalah atau ujian, semuanya akan berlalu. Sesuatu yang kelihatan besar, penting atau berat, mungkin dalam waktu setahun tidak akan lagi terasa besar. Bila dimarahi atasan, tidak dapat promosi jabatan, gagal masuk perguruan tinggi, maka letakkan itu dalam perspektif yang benar. Tertunda setahun masuk perguruan tinggi, tidak akan banyak pengaruhnya terhadap kariri seseorang

Bersambung

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo 

Ketahanan jiwa (1)

Hasil gambar untuk keluarga bahagiaKetahanan jiwa adalah kemampuan seseorang untuk bertahan dan kembali melangkah kedepan ketika menghadapi tragedi, bencana atau sumber sumber stress berat lainnya. Ketahanan jiwa disini juga berarti kemampuan bangkit kembali ketika jatuh karena terkena bencana atau tragedi.

Beberapa hal yang memerlukan ketahanan jiwa, antara lain: kehilangan orang orang dekat/ yang dicintai, perceraian, menderita penyakit yang serius, mengalami kegagalan yang cukup berarti.

Kebanyakan orang, setelah mengalami kejatuhan atau kegagalan, akan bisa bangkit kembali karena mereka mempunyai ketahanan jiwa. Namun pada sebagian kecila orang, kegagalan atau bencana membuat dirinya jatuh, depresi, terkena gangguan jiwa dan tidak mampu bangkit kembali.

Salah satu faktor penting yang membuat seseorang mempunyai ketahanan jiwa yang baik adalah orang tersebut mempunyai jaringan persaudaraan, saling menyayangi di dalam keluarga dan mempunyai jaringan pertemanan yang kuat.

Beberapa faktor tambahan yang membuat seseorang mempunyai daya tahan kejiwaan:

  • Mampu membuat rencana yang realistis dan mampu melaksanakan rencana tersebut.
  • Mempunyai penilaian terhadap diri sendiri yang positif dan percaya terhadap kemampuan dirinya.
  • Mempunyai ketrampilan dalam hubungan antar manusia dan kemampuan dalam pemecahan masalah
  • mempunyai kemampuan mengendalikan perasaan dan dorongan hati.

Bersambung

Sumber bacaan: http://www.apa.org/helpcenter/road-resilience.aspx

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo 

 

4 Jalur menuju hidup yang penuh arti

Menurut berbagai study, orang orang yang hidupnya penuh arti merasa hidupnya bahagia. Meskipun dalam perjalanan hidupnya, mereka pernah merasakan kesedihan, kegagalan atau penderitaan, namun orang yang merasa hidupnya penuh arti menyatakan bahwa kehidupan yang telah mereka jalani sangat memuaskan dan membuat mereka bahagia.

Ada 4 hal yang dapat membuat seseorang merasa bahwa hidupnya berarti:

  1. Menjadi bagian dari masyarakat. Bila seseorang merasa diterima dan dihargai oleh saudara, teman, kenalan dan masyarakatnya, maka cenderung orang tersebut merasa bahwa hidupnya berarti. Tentunya, seseorang tidak dapat secara otomatis diterima dan dihargai oleh lingkungannya. Hanya orang orang yang mau berkorban, berbagi atau menolong sesamanya saja yang akan dapat diterima dan dihargai oleh masyarakat sekitarnya.
  2. Tujuan hidup yang luhur. Orang yang hanya mengejar kesenangan dan kepuasan diri, biasanya kebahagiaan yang dirasakan hanya bersifat sementara. Dilain pihak, orang orang dengan tujuan hidup yang luhur, tidak hanya mementingkan diri sendiri, kebanyakan merasa hidupnya bahagia, memuaskan dan penuh arti.
  3. Cerita kehidupan. Orang orang yang merasa hidupnya berarti (penuh arti) biasanya dapat menceritakan rangkaian kejadian yang berkesan dan mempunyai arti atau membawa manfaat bagi orang lain/ masyarakat sekitarnya. Rangkaian kejadian tersebut menunjukkan bahwa hidupnya tidak hanya kosong, tapi penuh makna.
  4. Pengalaman spiritual. Orang orang yang hidupnya penuh arti sering mengalami kejadian kejadian luar biasa yang semakin memperkuat keimanannya. Seperti yang dialami oleh ibu Sumirah yang sudah terbiasa menyedekahkan separuh penghasilannya. Meskipun hanya berpendidikan SMP, namun penghasilannya pada tahun 2008 dapat mencapai Rp 2 juta per hari.

Mari kita jadikan hidup kita masing masing hidup yang penuh arti

sumber: http://greatergood.berkeley.edu/article/item/four_keys_to_a_meaningful_life

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo 

 

Sedekah bisa menurunkan tekanan darah

tekanan-darah-tinggiSebagian besar orang bekerja keras agar bisa menyimpan uang dan memakai uang tersebut untuk kesenangan, kebahagiaan dan kesehatan dirinya. Mereka menyangka bahwa dengan menabung dan mempergunakan tabungan untuk diri sendiri, maka mereka akan hidup lebih bahagia dan lebih sehat.

Ternyata berbagai penelitian di Amerika Serikat membuktikan bahwa hal tersebut keliru.  Menyedekahkan uang kita untuk kesejahteraan orang lain, utamanya orang yang lebih membutuhkan dan punya hubungan dekat, terbukti membuat hidup lebih sejahtera, lebih sehat dan lebih bahagia.

Penelitian selama 2 tahun oleh Dr Ashley V. Whillans, psikolog pada Universitas British Columbia, Kanada dan kawan kawan terhadap 186 orang dewasa yang menderita tekanan darah tinggi  membuktikan bahwa orang yang banyak sedekah terbukti mempunyai tekanan darah yang lebih rendah atau normal dibandingkan dengan orang yang hanya memakai uangnya untuk diri sendiri atau hanya sedikit bersedekah.

Bagi yang berminat membaca hasil penelitian tersebut yang diterbitkan dalam journal health psychology silahkan hubungi saya di gunawan@tirtojiwo.org.

Dalam studi yang kedua, Dr Whillans meneliti apakah sedekah bisa secara langsung menurunkan tekanan darah. Terhadap 73 orang yang menderita tekanan darah tinggi, setiap orang diberi uang US$ 40 (setara dengan sekitar Rp 500 000). Separuh dari peserta diminta diharuskan menyedekahkan uang tersebut dan separuh lainnya diminta untuk memakai uang tersebut untuk dirinya sendiri.Terbukti orang yang menyedekahkan uangnya tekanan darahnya turun secara bermakna.

Manfaat dari sedekah terasa lebih besar bila sedekah tersebut diberikan kepada oarng yang dikenalnya atau dekat dengan dirinya. Yang kedua, manfaat sedekah lebih terasa bila dilakukan secara sukarela, bukan paksaan

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo 

Pemulihan dari depresi (3)

klik disini untuk baca artikel sebelumnya

Depression_2014_Types_10-22-14_5PM-img_1280x720Depresi menyerap energi, harapan dan daya juang sehingga membuat orang yang terkena depresi mengalami kesulitan mengatasi masalahnya.

Meskipun demikian, bukan berarti depresi tidak bisa dipulihkan. Untuk masalah obat anti depresi, kita serahkan masalahnya kepada para dokter. Kita fokus pembahasan kita pada teknik psikologi dan perilaku dalam mengatasi depresi.

Agar terbebas dari depresi penderita harus mau melakukan atau mengerjakan sesuatu kegiatan, tidak hanya menangis atau mengurung diri dikamar.

Namun melakukan sesuatu kegiatan positif disaat seseorang mengalami depresi bukanlah pekerjaan mudah. Biasanya semakin bermanfaat kegiatan yang perlu dilakukan untuk mengatasi depresi , semakin sulit hal tersebut dilakukan. Hanya saja, perlu dibedakan bahwa sulit bukan berarti tidak mungkin.

Untuk itu, agar bisa mengatasi depresi, penderita perlu didorong untk mau melakukan hal hal yang kecil terlebih dahulu yang kemudian dikembangkan ketingkat yang lebih sulit.

  1. Bangun hubungan yang mendukung (support network).  Adanya keluarga, saudara atau teman yang mendukung sangat penting untuk mengatasi depresi. Terisolasi atau merasa sendirian tanpa teman dapat membuat depresi menjadi lebih berat. Hanya masalahnya, orang yang lagi depresi biasanya malas bergaul.  Untuk itu, berusaha menjaga hubungan/ pertemanan serta kegiatan sosial sangat penting untuk mengatasi depresi. Bila seseorang sedang depresi, maka upayakan untuk: (a) menghubungi saudara atau teman yang dipercaya. Upayakan agar penderita mau menceritakan perasaannya dan meminta dukungan mereka. (b) Mencoba untuk tetap ikut kegiatan sosial meskipun yang bersangkutan tidak menyukainya. Ketika depresi biasanya seseorang senang menyendiri, namun berada diantara teman dan saudara akan membuat penderita depresi merasa lebih baik. (c) Dorong untuk bergabung dengan kelompok support group for depression. Bertemu dan berbicara dengan orang orang yang sama sama sedang berusaha mengatasi depresi bisa membuat depresi berkurang

Bersambung

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo 

Penyebab gangguan jiwa (8)

psychosisTulisan ini merupakan kelanjutan artikel sebelumnya

Secara ringkas terjadinya gangguan jiwa adalah karena orang tersebut mempunyai masalah yang menyebabkan jiwanya sangat tertekan dan mencoba mengasi masalah tersebut dengan cara yang tidak sehat (patologis). Cara yang tidak sehat tersebut dikenal sebagai mekanisme pertahanan jiwa yang patologis, yaitu berupa distorsi (mengubah kenyataan diluar dirinya), splitting (mengelompokkan segala sesuatunya kedalam kategori baik dan jahat, tidak ada yang agak baik atau agak jahat), melontarkan (proyeksi) kelemahan diri atau ide yang tidak dapat diterima kepada orang lain (misalnya: keinginan dirinya untuk mencederai orang lain sebagai adanya agen rahasia yang ingin membunuhnya).

Tekanan kiwa yang berat juga  menyebabkan seseorang yang lemah jiwanya menjadi terganggu fungsi otaknya. Misalnya: mendengar suara suara yang sebenarnya berasal dari otaknya sendiri dan menganggap suara tersebut berasal dari luar dirinya. Sebagai contoh: seorang anak yang diwaktu kecil pernah mengalami pelecehan seksual yang dilakukan oleh kakak iparnya, kemudian merasa bersalah, merasa dirinya tidak berharga, dan merasa banyak berdosa. Ketika beranjak dewasa dan berkenalan atau bergaul dan mulai tertarik dengan lawan jenisnya, maka ingatan atas kejadian masa lalu timbul kembali. Beban akibat kejadian masa lalu membuat dirinya mengalami tekanan kejiwaan yang berat. Bila tekanan kejiwaan tersebut mulai tidak bisa ditanggungnya, maka yang bersangkutan akan mulai mendengar suara suara yang mengejek dirinya, menyuruhnya bunuh diri karena jadi anak yang tidak berguna, banyak berdosa. Sering juga ada suara suara yang bersifat positif dan membimbing dirinya. Bila suara suara tersebut membuat dirinya semakin bingung dan tidak terkendali, maka orang akan mengatakan bahwa anak tersebut menderita gangguan jiwa. Sering juga, untuk menghilangkan stressnya, anak tersebut kemudian hidup dalam alam khayalnya

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo