About admin

dr Gunawan Setiadi adalah pensiunan pegawai negeri sipil dari Kementerian Kesehatan dan sekarang masih bekerja di sebuah badan internasional di New Delhi, India

Prinsip prinsip pemulihan gangguan jiwa yang disusun oleh bekas penderita (3)

Menurut hasil berbagai riset yang dilakukan oleh National Empowerment Center, terhadap orang orang yang sudah pulih dari gangguan jiwa, ada 5 tema utama dalam pemulihannya, yaitu:

  1. Recovery beliefs (keyakinan bisa pulih). Penderita gangguan jiwa harus yakin bahwa mereka bisa pulih, kembali hidup normal dan bekerja di masarakat. Orang orang disekitarnya juga harus punya keyakinan yang sama, bahwa saudara mereka akan bisa pulih dari gangguan jiwanya. Mereka (orang yang sudah pulih dari gangguan jiwa) tidak pernah menyerah dan yakin bahwa suatu saat mereka akan mencapai suatu keadaan dimana mereka tidak lagi menderita gangguan jiwa. Adanya “harapan” akan masa depan yang lebih baik merupakan salah satu kunci pemulihan gangguan jiwa, karena bila tidak punya harapan, mereka tidak akan mau berusaha. Orang yang bisa pulih dari gangguan jiwa juga kembali mempunyai kepercayaan pada dirinya sendiri. Kepercayaan diri yang sering hilang karena menderita gangguan jiwa, bisa mereka raih kembali.
  2. Recovery relationships (pulih hubungan sosialnya). Adanya hubungan persaudaraan atau persahabatan yang erat akan membantu proses pemulihan. Beberapa penderita gangguan jiwa pernah menyakiti orang tua, saudara atau sahabatnya. Kembalinya persaudaraan atau persahabatan akan mempercepat proses pemulihan. Beberapa sifat sifat yang diperlukan oleh penderita gangguan jiwa agar membantu pemulihannya adalah: seseorang yang yakin kepada  penderita bahwa dia akan pulih, seseorang yang tidak pernah menyerah (karena dalam proses pemulihan kadang masih terjadi kekambuhan), seseorang dimana penderita merasa aman atau percaya kepada orang tersebut, seseorang yang pernah mengalami kejadian serupa (pernah menderita gangguan jiwa dan sekarang sudah pulih), seseorang yang mempunyai rasa kemanusiaan yang tinggi, seseorang yang membiarkan penderita pulih dengan kecepatan yang berbeda beda antara

Bersambung

Salurkan CSR (corporate social responsibility), zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirtojiwo 

Prinsip prinsip pemulihan gangguan jiwa yang disusun oleh bekas penderita (2)

Beberapa prinsip pemulihan gangguan jiwa menurut Laurie Ahern dan Daniel Fisher:

  • Seseorang bisa pulih sepenuhnya dari gangguan jiwa yang paling berat sekalipun.
  • Seseorang dapat dan sangat memerlukan interaksi/ koneksi emosional dengan orang orang  lain, terutama ketika mengalami stress.
  • Saling percaya (trust) adalah tonggak dari pemulihan
  • Orang orang yang mempercayai (believe) anda, dapat membantu anda dalam proses pemulihan
  • Agar bisa pulih, seseorang harus dapat melaksanakan mimpi mimpinya (cita-citanya).
  • Ketidak-percayaan akan mendorong terjadinya pemaksaan dan kontrol yang bisa menghalangi proses pemulihan
  • Sikap bertanggung jawab  dan berani menentukan nasibnya sendiri sangat penting bagi pemulihan
  • Seseorang yang menderita gangguan jiwa harus percaya bahwa dirinya bisa pulih dari gangguan jiwa, begitu pula dengan orang orang yang ada disekitarnya juga harus percaya.
  • Penghormatan dan penghargaan sangat penting dalam pemulihan
  • Semua yang telah kita pelajari tentang pentingnya hubungan/ keterkaitan sosial (social connectedness) berlaku untuk orang normal dan berlaku juga penderita gangguan jiwa.
  • Adanya perasaan aman secara emosional sangat penting agar seseorang dapat mengungkapkan perasaan atau emsoinya, dan hal ini penting bagi pemulihan.
  • Memahami arti dari pengalaman kejiwaan selama mengalami stress akan membantu proses pemulihan.

bersambung

Salurkan CSR (corporate social responsibility), zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirtojiwo 

Prinsip prinsip pemulihan gangguan jiwa yang disusun oleh bekas penderita (1)

Dan Fisher adalah seorang dokter spesialis kesehatan jiwa (psikiater), dan doktor (S3) dalam bidang biokimia. Ketika berumur 25 tahun, dia didiagnosa dengan skizofrenia dan pernah beberapa kali dirawat di rumah sakit jiwa. Namun Dan Fisher mampu mengatasi penyakitnya.

Kini, Dan Fisher bekerja sebagai direktur National Empowerment Center dan anggota White Hose New Freedom Commission on Mental Health, penasehat  president AS dalam bidang kesehatan jiwa.

Laurie Ahern pernah menderita sakit jiwa ketika berumur 19 tahun. Laurie juga mampu mengatasi penyakitnya.

Saat ini, Laurie bekerja sebagai managing editor beberapa koran dan penulis lepas di Boston Globe dan Associated Press. Dia juga menjabat sebagai associate director Mental Disability Right International serta beberapa jabatan lainnya.

Mereka berdua pernah didiagnosa dengan schizophrenia. Oleh karena itu, pemikiran mereka tentang schizophrenia dan bagaimana mengatasi penyakit tersebut jadi sangat menarik untuk kita pelajari.

Berikut ini ringkasan dari pemikiran mereka tentang pemulihan dari gangguan jiwa berat.

Berbeda dengan pendapat banyak psikiater yang berkeyakinan bahwa penderita gangguan jiwa tidak bisa pulih atau sembuh. Menurut Laurie Ahern dan Dan Fisher, penderita gangguan jiwa bisa pulih, asalkan mereka mendapatkan dukungan dan perlakuan yang tepat. Pendapat mereka berbeda dengan pendapat kebanyakan petugas rumah sakit jiwa dan masyarakat yang menyatakan bahwa gangguan jiwa adalah penyakit seumur hidup yang hanya bisa distabilkan, dirawat dan ditingkatkan kemampuannya, namun tetap menderita sakit jiwa.

Bersambung

Salurkan CSR (corporate social responsibility), zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirtojiwo 

Sosial fobia (1): gejala

Normal normal saja  untuk merasa gugup dalam beberapa situasi sosial. Hal tersebut terjadi bila kita harus pidato atau memberikan presentasi. Namun dalam gangguan kecemasan sosial, juga disebut fobia sosial, interaksi sehari-hari menyebabkan kecemasan yang tidak rasional, rasa takut, kesadaran diri berlebihan dan malu.

Gangguan kecemasan sosial adalah suatu kondisi kesehatan mental  kronis, tetapi pengobatan seperti konseling psikologis, pengobatan dan belajar  keterampilan coping (mengatasi sesuatu masalah)  dapat membantu Anda mendapatkan kepercayaan diri dan meningkatkan kemampuan Anda untuk berinteraksi dengan orang lain.

Gangguan kecemasan sosial mempengaruhi emosi dan perilaku. Hal ini juga dapat menyebabkan gejala fisik yang signifikan. Tanda tanda dan gejala emosi dan perilaku  kecemasan sosial, termasuk:

  •     Takut secara berlebihan ketika berinteraksi dengan orang asing
  •     Takut situasi di mana Anda dapat dinilai
  •     Khawatirkan memalukan atau memalukan diri sendiri
  •     Ketakutan bahwa orang lain akan melihat bahwa Anda terlihat cemas
  •     Kecemasan yang mengganggu rutinitas harian Anda, pekerjaan, sekolah atau kegiatan lain
  •     Menghindari melakukan sesuatu atau berbicara dengan orang karena takut malu
  •     Menghindari situasi di mana Anda mungkin menjadi pusat perhatian
  •     Kesulitan membuat kontak mata
  •     Kesulitan berbicara

Tanda tanda fisik tanda-tanda dan gejala gangguan kecemasan sosial:

  •     Blushing (muka merah)
  •     Berkeringat
  •     Gemetar atau bergetar
  •     Detak jantung cepat
  •     Gangguan perut
  •     Mual
  •     Suara gemetar
  •     Ketegangan otot
  •     Kebingungan
  •     Diare
  •     Tangan dingin, basah

Salurkan CSR (corporate social responsibility), zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirtojiwo 

Gangguan jiwa bipolar (5): strategi mencegah munculnya mania

Strategi mencegah timbulnya mania

Pendekatan kognitif dan perilaku untuk mengendalikan munculnya mania atau hipomania adalah:

  1. menyadari atau mampu mengenal adanya perubahan kecil pada suasana hati (mood), pikiran, dan perilaku sehingga bisa dilakukan intervenís awal.
  2. mengevaluasi dan mengubah pikiran yang kurang tepat, percaya sesuatu yang tidak benar, atau rasa curiga atau percaya diri berlebihan.
  3. Menata ulang kegiatan, ide atau rencana dengan tujuan untuk mengurangi dan membatasi ide ide yang muncul.

Berikut ini contoh lembar kerja yang bisa dipakai untuk mengelola pikiran penderita hipomania atau mania agar lebih terkontrol

 

Ketika sedang bergembira (euphoric), saya sering berpikir: Pandangan yang seimbang, sebagai alternatif
 

 

 

 

 

 

 

 

 

Wow, saya punya banyak ide dan kreatif. Saya sangat bersemangat sekarang ini. Orang lain sepertinya tidak puny aide

 

 

 

Berbelanja sepertinya merupakan ide bagus untukku saat ini. Saya ingin punya sepatu buatan luar negeri

Tanyakan pada diri sendiri:

  • Adakah fakta yang mendukung bahwa idea tau pemikiran saya benar (realistis)?
  • Apakah ada hal hal detil atau fakta yang saya lewatkan?
  • Apa ada hal lain yang bisa menjelaskan hal tersebut?
  • Apakah ada pandangan lain dalam hal tersebut?
  • Pandangan seperti apa yang lebih seimbang dan benar?

 

 

Sepertinya suasana hati saya sedang sedikit naik. Meskipun terasa senang menjadi kreatif dan punya banyak ide, namun pelaksanaannya harus pelan pelan, satu demi satu.

 

 

Apakah aku benar benar perlu sepatu baru? Buatan luar negeri lagi.  Sepatu tersebut mahal dan kualitasnya tidak jauh beda dengan buatan dalam negeri yang harganya jauh lebih murah. Juga, sepatu yang ada masih cukup bagus.

Salurkan CSR (corporate social responsibility), zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirtojiwo 

Gangguan jiwa bipolar (4): episode mania atau hipomania

Paranonia A young man in an office peers through blinds

Pemikiran paranoid (curiga) sering muncul dan terlihat dari tingginya rasa curiga pada orang lain. Rasa curiga tersebut sering didasarkan pada kejadian masa lalu yang terus dipegangnya dan diperkuat dengan fakta fakta yang mendukung (namun mengabaikan fakta yang bertentangan). Interaksi dengan orang yang dicurigai biasanya terlihat tegang karena rasa curiga tersebut. Orang yang dicurigai sering bereaksi karena diperlakukan berbeda dan hal tersebut dipakai sebagai dasar untuk membenarkan bahwa orang tersebut memang patut dicurigai.

Meningkatnya jumlah ide dan keinginan  

Selama episode mania atau hipomania, penderita akan mempunyai banyak ide dan gagasan. Penderita biasanya terlalu berlebihan dalam menilai kemampuan dirinya dalam mengerjakan idenya tersebut. Meningkatnya aktivitas mental tersebut (munculnya banyak ide) menyebabkan yang bersangkutan tidak bisa berkonsentrasi dalam mengerjakan kegiatan yang sedang dikerjakannya.

Kesalahan dalam menilai

Penderita hipomania mengalami “kerusakan” pada kemampuannya memberikan penilaian sosial (social judgement) atau menilai sesuatu hal , khususnya dalam hal hubungan antar manusia. Mereka sering menyatakan atau mengerjakan sesuatu yang aneh atau tidak menyadari dampak perkataan atau perbuatan mereka terhadap orang lain.  

Bersambung

Salurkan CSR (corporate social responsibility), zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirtojiwo 

Gangguan jiwa bipolar (3): episoda mania atau hipomania

Gejala kognitif dari mania atau hipomania

Perubahan kognitif (pemikiran/pengertian) pada mania atau hipomania mempengaruhi cara pandang mereka terhadap situasi, dan pada jumlah dan kualitas ide baru. Perubahan tersebut dapat dipakai sebagai tanda bahwa episode mania atau hipomania sudah mulai muncul, dan tindakan pencegahan harus dimulai agar keadaan tidak memburuk.

Meningkatnya optimisme dan rasa percaya diri.

Pada penderita dengan mania atau hipomania, gejala yang paling sering muncul adalah timbulnya rasa percata diri, dan melihat masa depan dan dunia dengan sangat positif berlebihan. Bila sedang mengalami mania, mereka merasa sangat percata diri dan bahagia. Disini biasanya juga muncul terlalu percaya diri, merasa kemampuannya hebat , melihat dunia sangat terbuka dan ramah, dan mengabaikan konsekuensi negatif  akibat dari tindakannya. Kadang penderita sampai kepada mempunyai waham kebesaran.

Bila sedang pada episode mania atau hipomania, penderita sering mempunyai banyak ide baru dan rencana yang kadang punya potensi untuk sukses. Sayangnya, pada penderita mania atau hipomania, sangat sulit membedakan antara ide bagus dan angan angan kosong. Selain itu, ketika pada kondisi mania atau hipomania, kemampuan mereka melaksanakan rencananya serta kemampuan konsentrasi juga terganggu (terutama bila mereka overactive dan kurang tidur). Hal hal tersebut, digabungkan dengan perencanaan yang jelek atau tanpa perencanaan sama sekali, sering menyebabkan ide yang bagus menjadi kegagalan. Ketika sedang berada dalam kondisi mania atau hipomania, mereka sering lupa dampak negatif yang mungkin timbul dari perbuatannya. Mereka jarang mempertimbangkan sis positif dan negatif dari setiap pilihan. Mereka juga sering sangat optimistik sehingga mengabaikan potensi negatif dari setiap ide yang muncul di otaknya.

Beberapa penderita sering merasa mempunyai kekuatan khusus, khususnya dalam hal kreativitas dan hubungan antar manusia. Hal tersebut terbawa Teres karena yang bersangkutan fokus atau hanya memperhatikan fakta fakta yang mendukung dan mengabaikan fakta yang bertentangan dengan idea tau pemikirannya.

Salurkan CSR (corporate social responsibility), zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirtojiwo 

Gangguan jiwa bipolar (2): episoda mania atau hipomania

Gejala utama pada penderita gangguan jiwa bipolar adalah adanya perubahan mood (perasaan) yang berubah ubah dari mania/ hipomania ke depresi atau sebaliknya.

Serangan mania atau hipomania sering memberikan pengalaman yang menyenangkan pada penderita bipolar. Perubahan positif pada suasana hati (mood) bisa sangat dramatis.  Penderita  merasakan dirinya penuh energi, optimis dan menggairahkan. Pada sisi yang lain, orang lain sering melihat penderita mania atau hipomania sebagai orang yang gampang tersinggung atau lekas marah dan mudah terhasut. Pada awal serangan mania/ hipomania. Pada penderita yang mengalami episode campuran (mixed episode), perubahan cepat dari gembira atau senang hati ke marah sekali, bisa terjadi dengan cepat.

Gejala mania, hipomania atau campuran biasanya mulai muncul secara bertahap dalam burun beberapa hari hinggá 2 mingguan. Sering penderita bipolar menyadari adanya pola dari munculnya gejala hipomania atau mania tersebut. Misalnya, mania atau hipomania muncul dari satu gejala berupa sulit tidur, dan kemudian memburuk dengan bertambahnya gejala yang muncul (misalnya: meningkatnya garría seksual, rasa gembira). Perubahan dalam pola pikir atau otak yang dipenuhi dengan pikiran tertentu sering juga merupakan tanda awal hipomania atau mania. Beberapa penderita bisa menyadari hal tersebut dan berkata:” Oh mulai muncul lagi. Saya selalu mulai dengan pikiran tersebut bila mania mulai menyerang”. Pemahaman tersebut dapat menjadi langkah kuncil atau penting sehingga tindakan intervenís untuk mencegah munculnya mania atau hipomania secara penuh.

Bersambung

Salurkan CSR (corporate social responsibility), zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirtojiwo 

Gangguan jiwa bipolar (1): Diagnosa gangguan bipolar

bipolarBila dokter menduga adanya gangguan bipolar, maka dokter biasanya akan mengajukan beberapa pertanyaan dan melakukan pemeriksaan fisik dan psikologis. Hal tersebut diperlukan untuk menyingkirkan kemungkinan adanya penyakit lain yang menimbulkan gejala seperti yang dikeluhkan oleh pasien, menemukan diagnose penyakit dan mendeteksi adanya komplikasi. Beberapa pemeriksaan yang biasa dilakukan adalah:

Pemeriksaan fisik. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi pemeriksaan berat badan tinggi badan, suhu tubuh, tekanan darah dan detak nadi, mendengarkan jantung dan paru paru serta memeriksa perut.

  • Pemeriksaan laboratorium. Dokter mungkin akan memerintahkan pemeriksaan darah rutin, atau pemeriksaan fungsi kelenjar gondok bila ada indikasi kearah gangguan fungsi kelenjar gondok.
  • Pemeriksaan psikologis. Untuk mengecek ada tidaknya depresi dan mania, dokter atau tenaga kesehatan akan menanyakan tentang perasaan dan pikiran, dan pola perilaku pasien. Dokter atau petugas akan mengajukan pertanyaan tentang gejala, kapan mulainya, apakah pernah mengalami hal yang sama dulu. Dokter juga akan menanyakan apakah ada pemikiran kearah menganiaya diri sendiri atau bunuh diri. Pasien mungkin akan diminta untuk mengisi kuestionnaire (daftar pertanyaan) untuk membantu menentukan ada tidaknya depresi dan mania.
  • Mood charting. Untuk mengetahui secara pasti apa yang terjadi, dokter akan meminta pasien untuk mencatat suasana hati (mood), pola tidur dan hal hal lain yang akan mendukung diagnose dan pengobatan gangguan bipolar.

Bersambung

Salurkan CSR (corporate social responsibility), zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirtojiwo 

Pengobatan schizophrenia (2)

Gambar terkaitObat obat anti psikotik lama, sering mempunyai efek samping yang menganggu gerak tubuh. Obat obat anti psikotik lama antara lain:

  • Chlorpromazine
  • Fluphenazine
  • Haloperidol (Haldol)
  • Perphenazine

Obat anti psikotik lama tersebut sangat murah, khususnya obat generiknya. Hal tersebut perlu dipertimbangkan untuk pengobatan jangka lama.

Biasanya diperlukan waktu beberapa minggu sebelum obat anti psikotik memberikan dampak pada perbaikan gejala. Tujuan utama pengobatan adalah menekan tanda dan gejala schizophrenia dengan dosis serendah mungkin.

Selain dengan obat obatan, untuk mendukung pemulihan penderita schizophrenia juga memerlukan terapi psikososial, seperti:

  • social skills training yang fokusnya pada pelatihan ketrampilan komunikasi dan interaksi sosial
  • family therapi (terapi keluarga) dengan memberi informasi kepada keluarga tentang caranya mendukung pemulihan penderita schizophrenia
  • vocational rehabilitation dan supported employment, dimana pelatihan kerja diberikan dan juga dukungan psikososial selama sang penderita bekerja
  • individual therapy dimana penderita belajar tentang cara mencegah kambuh dan belajar mengatasi penyakitnya.

Di negara negara maju, masyarakat juga mengembangkan program yang menggarap masalah pekerjaan, perumahan, self-help group, dall. Diharapkan Tirto Jiwo, yang saat ini sedang dalam proses pembangunan, akan bisa memberikan berbagai terapi psikososial dan sekaligus mengembangkan self-help group.

Salurkan CSR (corporate social responsibility), zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirtojiwo