sosial fobia (3)

Artikel sebelumnya bisa diklik disini

Meskipun gangguan kecemasan sosial umumnya memerlukan bantuan dari seorang ahli medis atau psikoterapis yang berkualitas, Anda dapat mencoba beberapa teknik “self-help” (mengobati diri sendiri) untuk menangani situasi yang dapat memicu gejala sosial fobia.

Hasil gambar untuk kendaraan umumPertama, pertimbangkan untuk mengidentifikasi situasi yang  paling mencemaskan. Kemudian secara bertahap berlatih kegiatan ini sampai hal tersebut tidak atau kurang mencemaskan. Mulailah dengan langkah-langkah kecil dalam situasi yang tidak berlebihan.

Sebagai contoh:

  • Makan dengan teman, kerabat dekat atau kenalan di tempat umum.
  • Membuat kontak mata dan mengembalikan salam dari orang lain, atau menjadi yang pertama untuk menyapa
  • Memberikan seseorang pujian
  • Meminta petugas toko swalayan untuk membantu Anda menemukan barang yang anda perlukn
  • Meminta petunjuk dari orang asing
  • Menunjukkan minat pada orang lain – bertanya tentang anak,  rumah, cucu, hobi atau perjalanan, misalnya
  • Memanggil teman untuk membuat rencana

Pada awalnya, hal tersebut terasa berat. Meskipun demikian, jangan berhenti untuk terus mencoba melakukan kegiatan kegiatan yang membuat anda cemas. Jangan menghindar dari kegiatan tersebut. Dengan secara teratur menghadapi situasi semacam ini, Anda akan terus membangun dan memperkuat keterampilan coping (mengatasi gejala kecemasan).

Teknik-teknik berikut dapat membantu Anda mulai menghadapi situasi yang membuat Anda gugup:

  • Siapkan bahan percakapan. Misalnya, membaca koran untuk mengidentifikasi suatu cerita menarik yang dapat Anda bicarakan.
  • Fokus pada kualitas pribadi yang Anda sukai tentang diri sendiri.
  • Praktek latihan relaksasi.
  • Mengadopsi teknik manajemen stres.
  • Tetapkan tujuan yang realistis.
  • Perhatikan seberapa sering situasi yang anda takutkan akan memalukan  telah benar-benar terjadi. Anda mungkin memperhatikan bahwa apa yan anda takutkan biasanya tidak terjadi.
  • Bila situasi yang memalukan terjadi, ingatkan pada diri Anda bahwa perasaan malu Anda akan berlalu/ hilang.

Hindari menggunakan alkohol untuk menenangkan saraf Anda. Ini mungkin tampak seperti membantu, tetapi dalam jangka panjang dapat membuat Anda merasa lebih cemas.

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo

Sosial fobia (2)

Baca artikel sebelumnya

Penderita sosial fobia mempunyai pola pikir yang kurang sehat yang menyebabkan mereka selalu cemas. Kecemasan pada sosial fobia terutama karena penderita sosial fobia tidak ingin mendapat penilaian yang jelek atau penolakan dari orang lain.

Beberapa belief atau kepercayaan atau pikiran pada diri seorang penderita sosial fobia yang sering ditemui adalah:

  • saya harus kelihatan mampu
  • saya harus kelihatan menarik atau saya akan gagal
  • bila mereka melihat saya cemas atau gelisah, mereka akan menilai bahwa saya lemah
  • bila tidak ada yang bisa saya omongkan atau sampaikan, itu akan jadi bencana
  • mereka akan mulai tidak menyukai saya.

Beberapa pikiran atau belief yang menurut penderita sosial fobia dimiliki orang lain ketika melihat dirinya bila ia tidak bisa tampil dengan baik:

  • orang bodoh
  • orang tersebut kelihatan tidak becul
  • dia tidak bisa mengendalikan dirinya
  • tingkah lakunya aneh.

karena punya pikiran seperti diatas, seorang penderita sosial fobia akan selalu cemas dan menarik diri atau menghindar dari melakukan tuga tugas dimana dia harus tampil atau kelihatan. Untuk itu, dalam mengobati sosial fobia langkah yang harus dilakukan adalah:

  1. Belajar untuk mengidentifikasi pikiran yang lewat di kepala penderita sosial fobia dalam menanggapi peristiwa, dan interpretasi mereka  terhadap  peristiwa dan situasi tersebut.
  2. Belajar bagaimana melihat setiap pikiran-pikiran secara objektif, dan memutuskan apakah pikiran pikiran tersebut mewakili penilaian yang wajar dari situasi (ini untuk menantang mereka agar mempunyai pikiran atau kepercayaan alternatif ).
  3. Menata ulang setiap pikiran yang tidak realistis atau tidak membantu (tidak sehat) dengan cara yang lebih mencerminkan realitas situasi dan lebih membantu dalam kehidupannya.
  4. Menempatkan keyakinan baru yang  lebih bermanfaat dalam praktek dengan mendasarkan perilakunya pada pikiran atau kepercayaan baru tersebut.

Sebagai contoh:

Activating event (A) atau situasi: Minum kopi di cafe.

Belief (B) yang muncul adalah: (1) Tangan saya akan gemetar dan kopi akan tumpah. (2) Saya akan terlihat gemetar, (3) mereka akan mengira saya orang gila.

Sebagai konsekuensi (C), maka yang bersangkutan akan sangat gelisah, cemas. Tanda yang muncul antara lain: gemetar, pucat, berkeringat.

Tentunya seorang penderita fobia sosial akan berkurang cemasnya bila mampu mengubah B (belief) dari kejadian A tersebut dan menerapkannya dalam perilaku yang baru.

Biasanya, terapi kognitif tersebut digabung dengan terapi perilaku. Penderita sosial fobial diminta mengidentifikasi hal hal yang membuatnya cemas. Kemudain bersama terapis, mereka membuat program untuk menghadapi hal hal yang mencemaskan tersebut secara bertahap. Misalnya bila bepergian dengan kendaraan umum membuatnya cemas, maka dibuat program sebagai berikut:

  1. pergi ke terminal dan kemudian kembali kerumah tanpa naik kendaraan umum. Bila berhasil, kemudian lakukan langkah kedua.
  2. pergi ke terminal dan naik kendaraan umum sejauh 1 km dan turun. Bila berhasil, maka lakukan langkah ketiga
  3. pergi ke terminal dan naik kendaraan umum sampai ketempat tujuan. Bila berhasil, langkah berikutnya:
  4. pergi ke terminal, naik kendaraan umum sampai tujuan dan kemudian kembali ke rumah dengan kendaraan umum lagi.

Begitulah, dengan menggarap aspek kognitif dan perilaku, bila perlu ditambah obat, lama kelamaan sosial fobia akan bisa dihilangkan.

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo

Fobia sosial (1)

Normal normal saja  untuk merasa gugup dalam beberapa situasi sosial. Hal tersebut terjadi bila kita harus pidato atau memberikan presentasi. Namun dalam gangguan kecemasan sosial, juga disebut fobia sosial, interaksi sehari-hari menyebabkan kecemasan irasional, rasa takut, kesadaran diri berlebihan dan malu.

Gangguan kecemasan sosial adalah suatu kondisi kesehatanmental  kronis, tetapi pengobatan seperti konseling psikologis, pengobatan danbelajar  keterampilan coping (mengatasi sesuatu masalah)  dapat membantu Anda mendapatkan kepercayaan diri dan meningkatkan kemampuan Anda untuk berinteraksi dengan orang lain.

Gangguan kecemasan sosial mempengaruhi emosi dan perilaku. Hal ini juga dapat menyebabkan gejala fisik yang signifikan. Tanda tanda dan gejala emosi dan perilaku  kecemasan sosial, termasuk:

  •     Takut secara berlebihan ketika berinteraksi dengan orang asing
  •     Takut situasi di mana Anda dapat dinilai
  •     Khawatirkan memalukan atau memalukan diri sendiri
  •     Ketakutan bahwa orang lain akan melihat bahwa Anda terlihat cemas
  •     Kecemasan yang mengganggu rutinitas harian Anda, pekerjaan, sekolah atau kegiatan lain
  •     Menghindari melakukan sesuatu atau berbicara dengan orang karena takut malu
  •     Menghindari situasi di mana Anda mungkin menjadi pusat perhatian
  •     Kesulitan membuat kontak mata
  •     Kesulitan berbicara

Tanda tanda fisik tanda-tanda dan gejala gangguan kecemasan sosial:

  •     Blushing (muka merah)
  •     Berkeringat
  •     Gemetar atau bergetar
  •     Detak jantung cepat
  •     Gangguan perut
  •     Mual
  •     Suara gemetar
  •     Ketegangan otot
  •     Kebingungan
  •     Diare
  •     Tangan dingin, basah

Khawatir  memiliki gejala

Bila Anda memiliki gangguan kecemasan sosial, Anda menyadari bahwa kecemasan atau ketakutan tersebut diluar proporsi karena tidak sesuai dengan situasi. Namun karena anda  begitu khawatir akan timbulnya  gejala gangguan kecemasan sosial, hal tersebut malah dapat memacu timbulnya fobia sosial.  Hal tersebut menimbulkan  lingkaran setan yang dapat membuat gejala menjadi lebih buruk.

Bersambung

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo

Ketahanan Jiwa (5)

Artikel sebelumnya bisa di klik disini

Hasil gambar untuk berdoaBeberapa jalan untuk meningkatkan ketahanan jiwa:

  • Bersikap optimis. Dengan bersikap optimis dan percaya bahwa setelah segala kesulitan akan ada kemudahan, maka seseorang akan lebih berani melangkah kedepan. Sikap optimis membuat seseorang lebih mudah melihat peluang dalam setiap pemecahan masalah.
  • Rawat diri sendiri. Mengabaikan kebutuhan dan kesehatan diri hanya akan memperlemah ketahanan jiwa. Dengan menjaga kesehatan serta berperilaku sehat, maka ketahanan jiwa juga akan ikut meningkat. Luangkan waktu untuk berolah raga, menikmati keindahan alam, bergaul dengan masyarakat sekitar akan meningkatkan ketahanan jiwa.
  • Memperdalam agama. Meningkatkan keimanan, khususnya tauhid, akan memperkuat ketahanan jiwa. Dengan meyakini bahwa Allah itu Maha Kuasa dan Allah akan mengabulkan doa, maka dengan bersandar pada Allah, hidup akan menjadi terasa lebih mudah.

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo 

Laporan Keuangan Januari 2017

Daftar pemasukan selama bulan Januari 2017

  1. Infak dari keluarga Farid Rp. 1 000 000.
  2. Infak dermawan (tgl  5-1-2017) Rp 750 000
  3. Infak dari ibu Nina Mardyana Rp 1 000 000
  4. Infak dari dermawan (tgl 9-1-2017) Rp 750 000
  5. Infak dari Ibu nindya Kartika Wahyudiani Rp. 500 000.
  6. Infak dari Kleuarga Suhartoyo Rp. 1 000 000
  7. Infak dari Esti Widiyanto Rp 1 000 000
  8. Infak dari Bpk Imam Budiono Rp 1 400 000
  9. Infak dari dermawan (30-1-2017) Rp. 1 250 000
  10. infak dari Ibu Feni Yuniati Rp 1 000 000.
  11. Pemasukan secara tunai (tidak lewat rekening) Rp. 2 300.000

Total pemasukan selama bulan Januari sebanyak Rp. 11 950 000.

Pengeluaran selama bulan Januari 2017:

  1. Makanan Rp 6 440 000
  2. Gaji pegawai Rp. 10 300 000.
  3. Pengeluaran transportasi, listrik, dll Rp. 1 750 000.

Total pengeluaran Rp. 18 490 000.

Defisit anggaran ditutup oleh para pengurus Tirto Jiwo

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo 

Ketahanan Jiwa (4)

Artikel sebelumnya bisa di klik disini

Beberapa jalan yang akan dapat memperkuat ketahanan jiwa:

  1. Pakai sebagai kesempatan untuk lebih mengenal diri sendiri. Dai kondang Aa Gym, sebagai anak tentara, juga bercita cita menjadi tentara. Namun karena tingginya kurang memenuhi syarat, maka dia gagal masuk AKABRI. Ternyata kegagalannya masuk tentara mengantarkannya menjadi ustadz terkenal. Kejadian Hasil gambar untuk Keep things in perspectiveyang tidak menyenangkan atau kegagalan, dapat dipakai sebagai sarana untuk lebih mengenal diri dan kemudian berjuang untuk sukses dalam situasi atau jalur karir yang baru.
  2. Pupuk sikap positif terhadap diri sendiri. Orang yang memandang negatif diri sendiri cenderung gampang terkena depresi, sedangkan orang yang menilai dirinya secara positif (tapi tidak berlebihan) akan mempunyai ketahanan jiwa. Tidak percaya diri membuat seseorang mudah patah semangat, tidak tahan menghadapi cobaan. Oleh karena itu, memupuk sikap positif terhadap diri sendiri sangat perlu dilakukan agar ketahanan jiwa menjadi semakin kuat.
  3. Letakkan segala sesuatu dalam gambaran besarnya. Badai pasti berlalu, tidak ada badai yang berlangsung selamanya. Begitu juga dengan masalah atau ujian, semuanya akan berlalu. Sesuatu yang kelihatan besar, penting atau berat, mungkin dalam waktu setahun tidak akan lagi terasa besar. Bila dimarahi atasan, tidak dapat promosi jabatan, gagal masuk perguruan tinggi, maka letakkan itu dalam perspektif yang benar. Tertunda setahun masuk perguruan tinggi, tidak akan banyak pengaruhnya terhadap kariri seseorang

Bersambung

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo 

Ketahanan Jiwa (3)

Lanjutan artikel sebelumnya

Beberapa jalan lain yang akan dapat membuat ketahanan jiwa semakin kuat:

  1. Jangan terperangkap masa lalu, bergerak terus menuju tujuan hidupmu. Terpaku kepada masa lalu, khususnya yang tidak menyenangkan (membuat sedih, kecewa, marah, merasa bersalah, dll) akan membuat jiwa rapuh, gampang terserang gangguan jiwa atau setidaknya membuat hidup menjadi gelisah. Bila ada Hasil gambar untuk PHKmasa lalu yang menimbulkan rasa bersalah, segera mohon ampun, bertobat, memperbaiki diri dan segera melangkah maju. Begitu pula, bila ada kejadian masa lalu yang membuat kita malu atau sedih, maka terima saja itu sebagai sesuatu kenyataan yang sudah terjadi, dan segera perbaiki diri dan melangkah kedepan.  Dengan tetap melangkah kedepan, tidak terjebak masa lalu, akan membuat jiwa kita semakin kuat dan sehat.
  2. Berani mengambil keputusan. Segera ambil keputusan dan hadapi hal hal yang tidak menyenangkan. Bila nasi sudah jadi bubur, segera ambil santan, ayam dan jadikan sebagai bubur ayam yang enak. Bila kita dipecat atau di PHK, jangan terlalu banyak larut dalam kepedihan, segera keluar rumah dan lakukan pekerjaan apa saja.

Bersambung

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo 

Ketahanan jiwa (2)

Lanjutan artikel sebelumnya

Jalan untuk memperkuat ketahanan jiwa berbeda antara satu orang dengan orang lainnya. Jalan yang cocok untuk seseorang, mungkin tidak cocok dipakai oleh orang lainnya.

Hasil gambar untuk resilienceSetidaknya ada 10 jalan yang dapat memperkuat ketahanan jiwa:

  1. Membuat jalinan hubungan sosial dan kekerabatan. Hubungan kekerabatan, pertemanan atau persaudaraan yang baik akan dapat memperkuat ketahanan jiwa. Punya seseorang yang bersedia mendengarkan dan menolong ketika ada masalah, membuat ketahanan jiwa seseorang menjadi lebih kuat.Sebagai manusia yang beragama, maka mengadu atau curhat kepada Tuhan adalah cara yang terbaik. Tuhan pasti akan mendengarkan doa hambanya dan akan menjaga kerahasiaan masalah yang dikeluhkan kepadaNya.
  2. Hindari melihat krisis sebagai masalah yang tidak dapat diatasi. Kita tidak akan dapat mengubah fakta atau kenyataan bahwa sesuatu masalah sedang terjadi. Namun kita dapat mengubah sikap atau rekasi kita terhadap masalah tersebut. Dengan menempatkan masalah dalam konteks yang lebih luas, maka masalah biasanya akan teratasi dengan berjalannya waktu.Setiap badai pasti berlalu. Begitu pula dengan masalah yang sedang dihadapi saat ini, juga akan segera berlalu.
  3. Terima kenyataan bahwa semuanya bisa berubah. Tidak ada yang abadi didunia ini.Semuanya bisa berubah. Begitu pula, bila suatu tujuan atau sasaran tidak dapat dicapai, kita dapat mengubah sasaran atau tujuan tersebut. Dengan bersikap fleksibel, maka jiwa akan menjadi lebih tahan dalam menghadapi goncangan atau masalah

Bersambung

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo 

Ketahanan jiwa (1)

Hasil gambar untuk keluarga bahagiaKetahanan jiwa adalah kemampuan seseorang untuk bertahan dan kembali melangkah kedepan ketika menghadapi tragedi, bencana atau sumber sumber stress berat lainnya. Ketahanan jiwa disini juga berarti kemampuan bangkit kembali ketika jatuh karena terkena bencana atau tragedi.

Beberapa hal yang memerlukan ketahanan jiwa, antara lain: kehilangan orang orang dekat/ yang dicintai, perceraian, menderita penyakit yang serius, mengalami kegagalan yang cukup berarti.

Kebanyakan orang, setelah mengalami kejatuhan atau kegagalan, akan bisa bangkit kembali karena mereka mempunyai ketahanan jiwa. Namun pada sebagian kecila orang, kegagalan atau bencana membuat dirinya jatuh, depresi, terkena gangguan jiwa dan tidak mampu bangkit kembali.

Salah satu faktor penting yang membuat seseorang mempunyai ketahanan jiwa yang baik adalah orang tersebut mempunyai jaringan persaudaraan, saling menyayangi di dalam keluarga dan mempunyai jaringan pertemanan yang kuat.

Beberapa faktor tambahan yang membuat seseorang mempunyai daya tahan kejiwaan:

  • Mampu membuat rencana yang realistis dan mampu melaksanakan rencana tersebut.
  • Mempunyai penilaian terhadap diri sendiri yang positif dan percaya terhadap kemampuan dirinya.
  • Mempunyai ketrampilan dalam hubungan antar manusia dan kemampuan dalam pemecahan masalah
  • mempunyai kemampuan mengendalikan perasaan dan dorongan hati.

Bersambung

Sumber bacaan: http://www.apa.org/helpcenter/road-resilience.aspx

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo 

 

4 Jalur menuju hidup yang penuh arti

Menurut berbagai study, orang orang yang hidupnya penuh arti merasa hidupnya bahagia. Meskipun dalam perjalanan hidupnya, mereka pernah merasakan kesedihan, kegagalan atau penderitaan, namun orang yang merasa hidupnya penuh arti menyatakan bahwa kehidupan yang telah mereka jalani sangat memuaskan dan membuat mereka bahagia.

Ada 4 hal yang dapat membuat seseorang merasa bahwa hidupnya berarti:

  1. Menjadi bagian dari masyarakat. Bila seseorang merasa diterima dan dihargai oleh saudara, teman, kenalan dan masyarakatnya, maka cenderung orang tersebut merasa bahwa hidupnya berarti. Tentunya, seseorang tidak dapat secara otomatis diterima dan dihargai oleh lingkungannya. Hanya orang orang yang mau berkorban, berbagi atau menolong sesamanya saja yang akan dapat diterima dan dihargai oleh masyarakat sekitarnya.
  2. Tujuan hidup yang luhur. Orang yang hanya mengejar kesenangan dan kepuasan diri, biasanya kebahagiaan yang dirasakan hanya bersifat sementara. Dilain pihak, orang orang dengan tujuan hidup yang luhur, tidak hanya mementingkan diri sendiri, kebanyakan merasa hidupnya bahagia, memuaskan dan penuh arti.
  3. Cerita kehidupan. Orang orang yang merasa hidupnya berarti (penuh arti) biasanya dapat menceritakan rangkaian kejadian yang berkesan dan mempunyai arti atau membawa manfaat bagi orang lain/ masyarakat sekitarnya. Rangkaian kejadian tersebut menunjukkan bahwa hidupnya tidak hanya kosong, tapi penuh makna.
  4. Pengalaman spiritual. Orang orang yang hidupnya penuh arti sering mengalami kejadian kejadian luar biasa yang semakin memperkuat keimanannya. Seperti yang dialami oleh ibu Sumirah yang sudah terbiasa menyedekahkan separuh penghasilannya. Meskipun hanya berpendidikan SMP, namun penghasilannya pada tahun 2008 dapat mencapai Rp 2 juta per hari.

Mari kita jadikan hidup kita masing masing hidup yang penuh arti

sumber: http://greatergood.berkeley.edu/article/item/four_keys_to_a_meaningful_life

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo