Transformasi Jiwa: Mengubah jiwa rapuh menjadi sehat dan tahan banting

Featured

Transformasi Jiwa, Mengubah Jiwa Rapuh Menjadi Sehat Dan Tahan Banting Melalui Penerapan Psikologi Positif
Salah satu penyebab utama dari hidup yang kurang sukses dan tidak bahagia ternyata bukan karena kurangnya pendidikan atau kelemahan fisiknya, namun karena mereka mempunyai jiwa yang rapuh. Pengertian jiwa yang rapuh di sini adalah jiwa yang tidak tahan menghadapi kerasnya tekanan hidup, tidak matang, tidak mampu belajar dari kesalahan, dan tidak mampu memecahkan masalah kehidupan secara optimal.

Buku Transformasi Jiwa: Mengubah Jiwa Rapuh Menjadi Sehat dan Tahan Banting Melalui Penerapan Psikologi Positif menguraikan secara ilmiah populer berbagai aspek dari jiwa yang rapuh serta strategi dan teknik dalam mengubah jiwa yang rapuh menjadi jiwa yang sehat, matang, dan tahan banting. Buku ini diperkaya dengan berbagai contoh dan ilustrasi dari kehidupan nyata, sangat ilmiah karena banyak mengutip berbagai hasil penelitian dan pendapat para ahli kaliber dunia, namun tetap menarik untuk dibaca.
Inti pesan dari buku ini dikembangkan dari hasil studi longitudinal yang dilakukan oleh Universitas Harvard selama 75 tahun dan memakan biaya tidak kurang dari 20 juta dolar. Inti pesan tersebut, untuk hidup sukses dan bahagia diperlukan jiwa yang sehat, matang, dan tahan banting. Ada 5 metode untuk mengubah secara mendasar jiwa yang rapuh menjadi matang dan tahan banting, yaitu dengan menerapkan altruisme, antisipasi, supresi, sublimasi, dan asketikisme.
Buku ini juga penuh dengan saran-saran praktis dan dilengkapi dengan contoh mekanis mengoping yang sehat dalam mengatasi masalah sulitnya mencari pekerjaan, membayar utang yang sudah bertahun-tahun membelit, menghadapi pensiun dan koping untuk mengatasi karier yang macet.
Mengubah diri dari seorang berjiwa rapuh menjadi seorang yang berjiwa sehat dan tahan banting bukan perkara mudah. Oleh karena itu, di dalam buku ini juga dibahas berbagai hambatan yang biasa ditemui dalam proses perubahan diri dan strategi untuk mengatasi berbagai hambatan tersebut.
Isi buku ini tidak pernah basi dan sangat sesuai dengan permasalahan yang dijumpai bangsa Indonesia pada saat ini. Buku ini bersifat ilmiah populer, cocok dibaca oleh mereka yang berpendidikan minimal setingkat SMA yang ingin hidupnya sukses dan bahagia.  Tidak hanya cocok bagi pembaca muda yang masih berjuang meniti karier, namun juga cocok bagi mereka yang akan atau sudah memasuki usia pensiun. Buku ini berbeda dari buku sejenis karena isinya didasarkan pada hasil penelitian ilmiah dan pendapat para ahli kaliber dunia, sehingga isinya dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Salurkan CSR (corporate social responsibility), zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirtojiwo

Bunuh diri (1): salah paham tentang bunuh diri

Akhir akhir ini saya mendengar semakin banyak orang melakukan bunuh diri. Banyak penyebab bunuh diri. Salah satu penyebabnya adalah karena orang orang disekitarnya tidak tahu cara mencegah agar seseorang tidak sampai bunuh diri.

Image result for bunuh diriOrang yang bunuh diri mungkin tidak pernah meminta tolong, tetapi hal tersebut bukan berarti mereka tidak mau atau tidak ingin mendapat pertolongan. Sebagian besar orang yang bunuh diri sebenarnya tidak ingin mati, mereka hanya ingin penderitaannya atau kesusahannya berakhir.

Bunuh diri adalah sebuah usaha orang yang sudah putus asa untuk mengatasi penderitaan yang sudah tidak tertahankannya lagi. Orang yang akan melakukan tindakan bunuh diri sudah dibutakan oleh rasa benci kepada dirinya sendiri, tidak ada harapan, tidak bisa ditolong lagi dan terisolasi, sehingga hanya melihat mengakhiri hidupnya sebagai satu satunya jalan keluar.  Sebenarnya, orang yang berkeinginan untuk bunuh diri selalu merasa bingung atau ragu tentang keinginannya untuk mengakhiri hidupnya. hanya saja, mereka tidak bisa melihat alternatif lain yang lebih baik.

Ada 5 kesalah pahaman tentang bunuh diri:

  1. Orang yang menyampaikan keinginannya untuk bunuh diri tidak pernah benar benar melakukannya. Hampir semua orang yang membunuh dirinya sendiri telah memberikan tanda tanda atau signal bahwa mereka akan bunuh diri atau mempunyai keinginan untuk bunuh diri. Jangan anggap enteng tanda tanda tersebut. Beberapa pernyataan seperti:” Kamu akan menyesal bila aku mati”, “Aku tidak bisa lagi melihat jalan keluarnya”. Meskipun hal tersebut  disampaikan sambil lalu atau secara main main, hal tersebut perlu mendapat perhatian serius karena itu merupakan tanda tanda orang yang mempunyai keinginan untuk bunuh diri.
  2. Setiap orang yang mencoba bunuh diri pasti telah gila. Hampir semua orang yang bunuh diri tidak menderita gangguan jiwa psikotik atau gila. Mereka memang mengalami kesedihan, putus harapan, sedang berduka cita, namun keadaan stress berat atau merasakan kesakitan emasional bukan tanda seorang sakit gila.

Bersambung

Sumber bacaan http://helpguide.org/mental/suicide_prevention.htm

Salurkan CSR (corporate social responsibility), zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirtojiwo 

Terapi kognitif untuk mengatasi waham (delusion) pada schizophrenia

Image result for delusionSalah satu gejala pada penderita schizophrenia adalah adanya waham (delusion), yaitu penderita percaya kepada suatu hal  meskipun hal tersebut berbeda dari kenyataan.

Penderita schizophrenia biasanya punya beberapa kelainan pola pikir sehingga mereka menilai atau menginterpretasikan suatu kejadian secara negatif atau tidak sehat. Beberapa pola pikir tidak sehat tersebut, antara lain:

  • loncat ke kesimpulan. Penderita schizophrenia sering malas mengumpulkan data pendukung. Mereka sering loncat ke kesimpulan tanpa merasa perlu mencari data pendukung kesimpulannya tersebut.
  • Attribution biases. Penderita schizophrenia cenderung menyalahkan orang lain bila sesuatu hal jelek terjadi pada diri mereka (bukan menyalahkan diri sendiri atau menganggap hal tersebut sebagai kebetulan)
  • Deficit in theory of mind. Penderita schizophrenia sering tidak bisa memahami jalan pikiran, niat atau motif orang lain. Hal ini terutama bila kondisinya sedang parah dan pada penderita dengan gejala negatif yang menonjol.
  • Pola pikir negatif lainnya yang sering muncul pada penderita depresi, seperti berpikir hitam-putih, overgeneralization, dan lain lain.

Pada terapi kognitif, penderita diminta mengembangkan berbagai alternatif pemikiran atau mengembangkan pemikiran yang seimbang. Psikolog bisa mnegajukan pertanyaan seperti: apakah ada penjelasan yang lain dari kejadian tersebut?

Misalnya dari pada berkata (atau percaya) bahwa “dokter tidak tersenyum karena saya sudah tidak punya ruh)”, maka penderita bisa diajak untuk mengembangkan pikiran lain, misalnya: “Pak dokter sedang banyak pikiran, sibuk sampai lupa membalas salam tanpa senyum”. Atau pikiran atau percaya kepada sesuatu pemikiran yang lebih seimbang:” Tumben pak dokter tidak tersenyum, padahal biasanya ramah sekali. Pasti sedang sibuk dan banyak pikiran”.

Dengan mengubah pikiran yang tidak berdasar kenyataan menjadi pikiran yang lebih seimbang, maka penderita schizophrenia akan dapat mengatasi delusi (waham) sedikit demi sedikit. Dalam terapi kognitif, waham yang ringan diatasi terlebih dahulu sebelum menggarap waham yang lebih berat atau sulit.

Salurkan CSR (corporate social responsibility), zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirtojiwo

Terapi kognitif pada hipomania dan mania (4)

Berikut ini lembar kerja yang bisa dipakai untuk mengelola pikiran penderita hipomania atau mania agar lebih terkontrol

 

Ketika sedang bergembira (euphoric), saya sering berpikir: Pandangan yang seimbang, sebagai alternatif
 

 

 

 

 

 

 

Wow, saya punya banyak ide dan kreatif. Saya sangat bersemangat sekarang ini. Orang lain sepertinya tidak puny aide

 

 

 

Berbelanja sepertinya merupakan ide bagus untukku saat ini. Saya ingin punya sepatu buatan luar negeri

Tanyakan pada diri sendiri:

  • Adakah fakta yang mendukung bahwa idea tau pemikiran saya benar (realistis)?
  • Apakah ada hal hal detil atau fakta yang saya lewatkan?
  • Apa ada hal lain yang bisa menjelaskan hal tersebut?
  • Apakah ada pandangan lain dalam hal tersebut?
  • Pandangan seperti apa yang lebih seimbang dan benar?

 

 

Sepertinya suasana hati saya sedang sedikit naik. Meskipun terasa senang menjadi kreatif dan punya banyak ide, namun pelaksanaannya harus pelan pelan, satu demi satu.

 

 

Apakah aku benar benar perlu sepatu baru? Buatan luar negeri lagi.  Sepatu tersebut mahal dan kualitasnya tidak jauh beda dengan buatan dalam negeri yang harganya jauh lebih murah. Juga, sepatu yang ada masih cukup bagus.

Salurkan CSR (corporate social responsibility), zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirtojiwo

Terapi kognitif pada hipomania dan mania (3)

Meningkatnya jumlah ide dan keinginan

Selama episode mania atau hipomania, penderita akan mempunyai banyak ide dan gagasan. Penderita biasanya terlalu berlebihan dalam menilai kemampuan dirinya dalam Image result for manic artmengerjakan idenya tersebut. Meningkatnya aktivitas mental tersebut (munculnya banyak ide) menyebabkan yang bersangkutan tidak bisa berkonsentrasi dalam mengerjakan kegiatan yang sedang dikerjakannya.

Kesalahan dalam menilai

Penderita hipomania mengalami “kerusakan” pada kemampuannya memberikan penilaian sosial (social judgement) atau menilai sesuatu hal , khususnya dalam hal hubungan antar manusia. Mereka sering menyatakan atau mengerjakan sesuatu yang aneh atau tidak menyadari dampak perkataan atau perbuatan mereka terhadap orang lain.

Strategi mencegah timbulnya pikiran hipomania dan mania

Pendekatan kognitif dan perilaku untuk mengendalikan munculnya mania atau hipomania adalah:

  1.  menyadari atau mampu mengenal adanya perubahan kecil pada suasana hati (mood), pikiran, dan perilaku sehingga bisa dilakukan intervenís awal.
  2. mengevaluasi dan mengubah pikiran yang kurang tepat, percaya sesuatu yang tidak benar, atau rasa curiga atau percaya diri berlebihan.
  3. Menata ulang kegiatan, ide atau rencana dengan tujuan untuk mengurangi dan membatasi ide ide yang muncul.

Bersambung

Salurkan CSR (corporate social responsibility), zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirtojiwo

Terapi kognitif pada hipomania dan mania (2)

Gejala kognitif dari mania atau hipomania

Perubahan kognitif (pemikiran/pengertian) pada mania atau hipomania mempengaruhi cara pandang mereka terhadap situasi, dan pada jumlah dan kualitas ide baru. Perubahan tersebut dapat dipakai sebagai tanda bahwa episode mania atau hipomania Image result for terapi kognitif mulai muncul, dan tindakan pencegahan harus dimulai agar keadaan tidak memburuk.

Meningkatnya optimisme dan rasa percaya diri.

Pada penderita dengan mania atau hipomania, gejala yang paling sering muncul adalah timbulnya rasa percata diri, dan melihat masa depan dan dunia dengan sangat positif berlebihan. Bila sedang mengalami mania, mereka merasa sangat percata diri dan bahagia. Disini biasanya juga muncul terlalu percaya diri, merasa kemampuannya hebat , melihat dunia sangat terbuka dan ramah, dan mengabaikan konsekuensi negatif  akibat dari tindakannya. Kadang penderita sampai kepada mempunyai waham kebesaran.

Bila sedang pada episode mania atau hipomania, penderita sering mempunyai banyak ide baru dan rencana yang kadang punya potensi untuk sukses. Sayangnya, pada penderita mania atau hipomania, sangat sulit membedakan antara ide bagus dan angan angan kosong. Selain itu, ketika pada kondisi mania atau hipomania, kemampuan mereka melaksanakan rencananya serta kemampuan konsentrasi juga terganggu (terutama bila mereka overactive dan kurang tidur). Hal hal tersebut, digabungkan dengan perencanaan yang jelek atau tanpa perencanaan sama sekali, sering menyebabkan ide yang bagus menjadi kegagalan. Ketika sedang berada dalam kondisi mania atau hipomania, mereka sering lupa dampak negatif yang mungkin timbul dari perbuatannya. Mereka jarang mempertimbangkan sis positif dan negatif dari setiap pilihan. Mereka juga sering sangat optimistik sehingga mengabaikan potensi negatif dari setiap ide yang muncul di otaknya.

Beberapa penderita sering merasa mempunyai kekuatan khusus, khususnya dalam hal kreativitas dan hubungan antar manusia. Hal tersebut terbawa Teres karena yang bersangkutan fokus atau hanya memperhatikan fakta fakta yang mendukung dan mengabaikan fakta yang bertentangan dengan idea tau pemikirannya.

Paranonia

Pemikiran paranoid (curiga) sering muncul dan terlihat dari tingginya rasa curiga pada orang lain. Rasa curiga tersebut sering didasarkan pada kejadian masa lalu yang terus dipegangnya dan diperkuat dengan fakta fakta yang mendukung (namun mengabaikan fakta yang bertentangan). Interaksi dengan orang yang dicurigai biasanya terlihat tegang karena rasa curiga tersebut. Orang yang dicurigai sering bereaksi karena diperlakukan berbeda dan hal tersebut dipakai sebagai dasar untuk membenarkan bahwa orang tersebut memang patut dicurigai.

Bersambung

Salurkan CSR, zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirtojiwo

Terapi kognitif pada hipomania dan mania (1)

Image result for hipomaniaSerangan mania atau hipomania sering memberikan pengalaman yang menyenangkan pada penderita bipolar. Perubahan positif pada suasana hati (mood) bisa sangat dramatis.  Penderita  merasakan dirinya penuh energi, optimis dan menggairahkan. Pada sisi yang lain, orang lain sering melihat penderita mania atau hipomania sebagai orang yang gampang tersinggung atau lekas marah dan mudah terhasut. . Pada penderita yang mengalami episode campuran (mixed episode), perubahan cepat dari gembira atau senang hati ke marah sekali, bisa terjadi dengan cepat.

Gejala mania, hipomania atau campuran biasanya mulai muncul secara bertahap dalam kurun beberapa hari hinggá 2 mingguan. Sering penderita bipolar menyadari adanya pola dari munculnya gejala hipomania atau mania tersebut. Misalnya, mania atau hipomania muncul dari satu gejala berupa sulit tidur, dan kemudian memburuk dengan bertambahnya gejala yang muncul (misalnya: meningkatnya gairah seksual, rasa gembira). Perubahan dalam pola pikir atau otak yang dipenuhi dengan pikiran tertentu sering juga merupakan tanda awal hipomania atau mania. Beberapa penderita bisa menyadari hal tersebut dan berkata:” Oh mulai muncul lagi. Saya selalu mulai dengan pikiran tersebut bila mania mulai menyerang”. Pemahaman tersebut dapat menjadi langkah kuncil atau penting sehingga tindakan intervenís untuk mencegah munculnya mania atau hipomania secara penuh.

Bersambung

Salurkan CSR, zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirtojiwo

Program pemulihan gangguan jiwa di rumah masing masing (6): mengatasi depresi

 Langkah ketiga

berikutnya adalah membuat jadwal kegiatan baru. Sesuai dengan area yang ingin ditingkatkan dibuatlah kesepakatan bersama antara penderita dengan pembimbing jadwal kegiatan baru. Kegiatan baru tersebut dimulai dari kegiatan mudah dan ringan. Dalam langkah ketiga ini juga dimonitor perubahan pikiran, suasana hati dan hambatan yang dialami serta dukungan yang diperlukan. Disini, mungkin penderita depresi diminta membuat suatu “kontrak” atau “perjanjian” dengan keluarga atau orang terdekatnya bahwa dia benar benar akan mengerjakan kegiatan tersebut.

 Langkah keempat

Setelah penderita depresi melaksanakan kegiatan penting yang menyenangkan dan positif, kemudian didiskusikan hal hal apa yang menjadi penghambat kegiatan perilaku positif tersebut. Perlu juga didiskusikan hal hal apa yang bisa mendorong agar peri laku positif tersebut semakin berkembang.

Begitulah secara bertahap dilakukan kegiatan perilaku sehat yang mudah dan kemudian meningkat ke kegiatan yang semakin sulit. Kegiatan perilaku sehat yang semakin sulit biasanya juga membawa dampak positif yang semakin besar.

Selain membuat jadwal kegiatan baru yang semakin banyak dan semakin penting, penderita depresi juga perlu diajak untuk memulai menerapkan pola hidup sehat, seperti makan makanan yang sehat dan berolah raga secara teratur. Penderita juga perlu diajari teknik pemecahan masalah, manajemen tidur dan lain lain yang akan dapat mendukung terapi aktivasi perilaku tersebut.

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi

 

Program pemulihan gangguan jiwa di rumah masing masing (5): mengatasi depresi

 

Psikolog atau psikiater akan meminta pasien untuk membuat data dasar secara akurat dan detil tentang kegiatan sehari-hari yang selama ini dilakukan oleh penderita depresi. kurun 1-2 minggu, dibuat catatan secara detil kegiatan yang selama ini dilakukan. Data kegiatan sehari hari tersebut kemudian dikaitkan dengan keadaan emosi (suasana hati), pikiran dan berbagai aspek kesejahteraan (seperti kehidupan yang berimbang, pengisian peran, distribusi kegiatan sepanjang hari, dll).

Selain mencatat semua kegiatan secara detil, penderita juga diminta untuk membuat penilaian mana saja kegiatan yang dinilainya menyenangkan (atau mengurangi kesedihannya) dan kegiatan kegiatan yang dinilainya penting. Sebagai contoh, kegiatan mencuci baju mungkin merupakan kegiatan yang tidak menyenangkan, namun penting. Dilain pihak, menonton TV mungkin menyenangkan namun tidak terlalu penting.

Langkah kedua,

Pada sesi berikutnya, penderita depresi diminta menentukan hal hal apa yang ingin ditingkatkan dalam hidupnya. Dalam hal ini, penentuan area kehidupan sebaiknya spesifik dan sesuai dengan situasi yang dihadapi oleh sang pasien dan menjadi penyebab depresinya. Sebagai contoh, pada anak yang menjadi depresi karena masalah disekolah, salah satu area yang perlu ditingkatkan adalah masalah sekolah tersebut.

Setelah area yang ingin ditingkatkan ditentukan, maka langkah selanjutnya adalah menentukan kegiatan kegiatan apa yang perlu dialkukan untuk meningkatkan area tersebut. Kegiatan kegiatan tersebut sebaiknya yang mudah dilakukan terlebih dahulu, kemudian meningkat kearah kegiatan mandiri. Dalam masalah anak sekolah tadi, maka kegiatan yang bisa dilakukan misalnya: mengundang guru privat untuk mengajari pelajaran matematika, setiap hari membuat latihan matematika , dll.

Beberapa area yang biasanya perlu ditingkatkan adalah:

  1. Hubungan keluarga (family relationship). Misalnya, penderita ingin meningkatkan diri agar bisa menjadi orang tua yang menyayangi anaknya. Kegiatan yang bisa dilakukan, misalnya:
    1. Memasak masakan kesukaan anak setiap sabtu pagi
    2. Menjemput anak di sekolah setiap hari tepat waktu
  2. Hubungan sosial (social relationship). Misalnya ingin menjadi teman yang baik. Kegiatan yang perlu dilakukan:
    1. Menelpon atau kirim sms teman minimal seminggu sekali
    2. Mengajak teman jalan ke taman bersama
  3. Pendidikan/ pelatihan. Misalnya:
    1. Mengikuti kursus bahasa Inggris lewat internet
    2. Belajar membuat took online
  4. Karir/ pekerjaan. Misalnya:
    1. Belajar menanam dan merawat tanaman hias
    2. Belajar membuat ayam goreng tepung
  5. Hobi/ rekreasi,  Misalnya:
    1. Bermain volley ball setiap Kamis sore
    2. Berjalan ke alon alon
  6. Kegiatan sosial (relawan, dll). Misalnya:
    1. Membuat nasi dan lauk pauk untuk diberikan ke tukang becak
    2. Membantu membersihkan rumah janda tua
  7. Keagamaan, tanggung jawab harian, dll. Misalnya:
    1. Mengikuti pengajian
    2. Membersihkan kamar

Kegiatan tersebut perlu diprioritaskan. Mana yang paling penting dan menyenangkan serta tingkat kesulitannya.

Bersambung

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo 

Program pemulihan gangguan jiwa di rumah masing masing (4): mengatasi depresi

Mengapa seseorang mengalami depresi?

Menurut teori perilaku hal tersebut terjadi karena: (a) seorang penderita depresi tidak mempunyai atau sedikit sekali mendapat penguatan dari perilaku sehat (non depresi), dan (b) perilaku depresi mendapat banyak penguatan.

Seorang penderita depresi sering memilih respons (tindak lanjut) yang keliru dari sesuatu kejadian yang membuatnya depresi. Misalnya, ada anak yang nilai ulangan matematika mendapat nilai paling jelek dikelasnya. Anak tersebut sangat sedih, malu, dan merasa dirinya tidak berguna. Sebagai tindak lanjutnya, sang anak tidak mau pergi kesekolah, malu ketemu teman teman dan mengurung diri di kamar. Bila keadaan tersebut diteruskan, sang anak akan semakin jelek prestasi di sekolahnya. Hal tersebut kemudian akan dapat membuat anak tersebut mengalami depresi.

Dalam Terapi Aktivasi Perilaku, maka anak tersebut akan diajak untuk menyadari bahwa dia telah memilih perilaku yang salah. Dia memilih tidak masuk sekolah. Ketika sang anak tidak sekolah, keluarganya tidak memberinya hukuman, malahan menunjukkan simaptinya. Sebagai akibatnya, sang anak lebih memilih tidak masuk sekolah. Sang anak seharusnya memilih untuk belajar lebih giat. Keluarga, guru dan teman dekatnya mendukung sehingga dikemudian hari sang anak bisa mengerjakan ulangan dengan sebaik-baiknya.

Terapi aktivasi perilaku dapat didefinisikan sebagai proses penyembuhan yang menekankan pada upaya yang tertata untuk meningkatkan perilaku yang terlihat yang akan membuatnya kondisi perasaan, pikiran dan keseluruhan kualitas hidupnya meningkat. Dalam contoh diatas, dengan membawa sang anak mau belajar, dan bukannya malah mengurung diri di kamar, akan membuat kualitas kehidupan si anak menjadi lebih baik.

Bersambung

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo